Rencana Pecahkan MURI di Tujuh Sungai

SUBANG (MGO) - Tujuh sungai di Desa Cibuluh Kecamatan Tanjungsiang Subang akan dijadikan medan lomba Tangkap Ikan Tanpa Alat. Lomba ini diselenggarakan bagian dari Kegiatan Hari Jadi Kabupaten Subang Ke-69 tahun. Menurut Ketua Panitia, Sumarna kegiatan ini akan diselenggarakan tanggal 1 April 2017 mendatang dengan melibatkan 30 ribu warga dari seluruh wilayah Subang.

Lomba ini diharapkan bisa masuk Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai lomba tradisional dengan jumlah peserta terbanyak.

Dijelaskan oleh Panitiai Penyelenggara Lomba, Didin lokasi lomba akan dilaksanakan di 7 sungai dengan melepas ikan sebanyak 6 ton seukuran 1 kilo berbanding 5 ekor. Tiap kecamatan akan mengirim peserta 50 orang sampai 4 ribu orang.

Adapun motif dari kegiatan ini ialah menjadi bagian Gerakan Gemar Makan Ikan (Gemarikan). Tujuannya supaya konsumsi ikan memasyakat dalam menciptakan masyarakat sehat dan cerdas.

“Lomba ini juga menjadi bagian dari Gemarikan supaya masyarakat sehat dan cerdas," ujar Didin dalam penjelasannya di Ruang Rapat Bupati II, Rabu (1/2).

Penyelenggara kegiatan ialah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Parpora) dan Dinas Perikanan Kabupaten Subang.

Selain Lomba Tangkap Ikan akan dilaksanakan lomba Taman antar Dinas/Badan/Instansi di Kabupaten Subang. Dikatakan oleh Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kab Subang, Agustias Amin lomba Taman adalah bagian upaya Pemerintah Kabupaten Subang dalam rangka memperoleh Piala Adipura.

Sementara itu dikatakan oleh Sekretaris Daerah dalam kegiatan menyambut Hari Jadi Subang ada kepastian "siapa mengerjakan dan apa yang dikerjakan".

“Supaya kegiatan tidak lewat dari tanggal 5 April dan tidak ada kendala dalam pelaksanaan HUT Subang nanti,” ujarnya. Kemeriahan Hari Jadi Subang bisa dirasakan oleh warga Subang.

Kegiatan lainnya akan diselenggarakan diantaranya Senam Sehat, Sepeda Santai, Jalan Santai, Pentas Budaya, Sunatan Massal dan tutup oleh Upacara Puncak Hari Jadi dilanjutkan dengan Riung Mungpulung dan Tabligh Akbar.(*)