Renungan Suci Diawali Napak Tilas

altSUBANG (MGO) - Plt Bupati Subang, Imas Aryumningsih bersama para pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Subang, melakukan napak tilas dengan berjalan kaki dari titik kumpul di Rumah Dinas Plt Bupati Subang menuju Taman Makam Pahlawan Cidongkol Subang.

Aksi ini merupakan bagian dari Renungan Suci dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan ke-71 tahun Republik Indonesia.

Kegiatan ini merupakan aksi pertama kali selama beberapa tahun terakhir. Sepanjang jalur yang dilalui diterangi oleh obor bambu (colen) yang dipegang oleh pasukan. Selama menempuh perjalanan Plt Bupati bersama Muspida menikmati aura perjuangan. Terlebih sebagian besar banguna di sekitar jalur perjalanan masih nampak bangunan peninggalan masa perjuangan.

Menurut Plt Bupati, tujuannya untuk menyerap semangat para pahlawan yang kala itu hanya berbekal penerangan seadanya berupa obor (colen) tetap semangat memperjuangkan merebut Kemerdekaan.

”Kami Kepala Daerah bersama Muspida berjalan kaki menuju Taman Makam Pahlawan dengan diterangi obor (colen) sedikit mengenang sejarah dimana para pejuang kita dahulu berperang hanya mengandalkan alat penerangan seadanya. Tetapi semangat mereka lebih terang daripada lampu-lampu modern sekarang ini,” paparnya, Selasa malam (16/8/2016).

Harapannya, lanjut Imas, kita semua dapat memaknai dan menuangkan semangat kemerdekaan.

”Khususnya pada kerja nyata di keseharian kita dalam melaksanakan tugas untuk Subang tercinta,” imbuhnya

Hal senada dikatakan oleh Komandan Kodim 0605 Subang, Letkol Inf Budi mawardi Syam yang mengatakan bahwa melalui Napak Tilas bertujuan untuk meningkatkan nilai cinta kita kepada tanah air yang sudah diwujudkan para leluhur kita dalam keterbatasan tetap berjuang tanpa henti.

”Dengan segala keterbatasan kita pada waktu baik siang maupun malam untuk melakukan perjuangan,” ujarnya.

Budi berharap melalui Napak Tilas bisa menanamkan nilai baik hingga mengakar ke generasi penerus.

”Mudah-mudahan nilai baik mengakar sampai ke generasi berikutnya. Saya kira ini perlu dipertahankan dengan melibatkan semua elemen,” pungkasnya.

Malam itu bertindak sebagai inspektur upacara ialah Komandan Kodim 0605 Subang dengan diikuti oleh para pelajar, Aparatus Sipil Negara dan pasukan dari Satuan TNI dan Polri. (*)

 

Apresiasi Peran Dokter, Pemkab Subang akan Naikan Tunjangan Dokter

altSUBANG (MGO) - Plt Bupati Subang, Imas Aryumningsih sangat mengapresiasi peranan dokter di Subang. Karena menurutnya peran dokter erat kaitannya dengan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Disamping itu juga peranan dokter sangat mendukung Program Gerakan Pembangunan untuk Rakyat (Gapura) Subang, khususnya Gapura Serasi yang diantaranya adalahpelayan kesehatan.

Untuk itu pihak Pemerintah Kabupaten Subang telah menyiapkan anggaran untuk meningkatkan nilai tunjangan profesi dokter.

”Inshaa Allah kami sebagai penghargaan (kepada profesi dokter) kami akan menambah TPP-nya,” ujar Imas dalam sambutannya pada Acara Halal bi Halal Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Subang, di Hotel Fave, Rabu (20/7/2016).

Sehingga diakui bila nilainya jauh bila dibandingkan dengan daerah lainnya, oleh karena itu dengan adanya tambahan ini supaya niali tunjangan tidak terlalu jauh dengan daerah lain.

Kemudian Pemerintah Kabupaten Subang juga, kata Imas akan berusaha meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Dengan sasaran semua warag Subang bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dengan baik. Terutama dalam menyiapkan anggaran untuk mengatasi kekurangan bangunan/ruangan pelayanan serta sarana lainnya.

”Inshaa Allah kedepannya kita akan meningkatkan pelayanan pentingnya harus dilayaninya seluruh masyarakat Kabupaten Subang. Diantaranya kekurangan bangunan.” imbuhnya.

Maka dengan ditingkatkannya kualitas pelayanan maka masyarakat Subang tidak akan beralih ke daerah lain untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Hal senada dikatakan Ketua DPRD Kabupaten Subang, Beni Rudiono dalam sambutannya yang menyebutkan perlunya meningkatkan pelayanan Kesehatan di Kabupaten Subang. Karena menurutnya merupakan kerugian apabila masyarakat Subang sampai harus berobat ke luar daerah.

Maka dari itu perlu kiranya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Rumah Sakit dan Puskesmas di Subang.

Halal bi halal IDI Cabang Subang 1437 H dan Seminar Pentingnya 1000 hari pertama kehidupan di era JKN, di Fave Hotel Subang, Rabu

Dalam laporannya Ketua IDI Subang, Dr. Eka Mulyanamenyampakan bahwa IDI Subang selama ini telah melaksanakan pembinaan kepada 6 pesantren di Subang. Adapun tujuannya ialah untuk infrastruktur, bantuan usaha dan bantuan makanan sehat.
Eka menyampaikan bahwa profesi dokter secara umum pada waktu-waktu terakhir tengah mendapat sorotan dari masyarakat terkait profesi yang dijalaninya.

”Yang terakhir adalah sorotan terkait penggunaan dugaan vaksin palsu,” ujarnya.

Kemudian dilakukan penyerahan bantuan kepada 6 pesantren binaan IDI Kab Subang, yaitu: Pesantren Miftahul Ridwan, Miftahul Bariyah, Bani Ma’Sun, Minhajut, An Nahla dan Al Karimiyah.

 

Acara kemudian dilanjutkan dengan bersalaman dalam rangka Halal bi hala dan dilangsungkan Seminar bertema: ”Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan di Era JKN” yang dibawakan oleh Ketua Dewan Jaminan Sosial nasional (DJSN), Dr. Rachmat Sentika.(*).

 

Rekatkan Silaturahim Dengan Hewan Peliharaan

altSUBANG (MGO) – Untuk mempererat antar sesama pecinta binatang, mereka melakukan Gathering dengan menampilkan binatang peliharaannya yang terdiri dari jenis mamalia, reptil dan unggas. 

Menurut Ketua Panitia Penyelenggara, Muhammad Wildan Nuriska supaya antar pecinta binatang kalau ketemu di kot alain bisa saling komunikasi.

’Di (kegiatan) sini yang ikutan juga ’kan ada pecinta anjing, kelinci, ular dan komunitas (pecinta binatang) lainnya. Jadi kalau ketemu di daerah manapun bisa saling silaturahim,” ujarnya disela-sela kegiatan di halaman Cadika Subang, Minggu (29/5/2016).

Pada kegiatan diberikan vaksin gratis untuk hewan peliharaan khususnya vaksin rabies untuk anjing atau binatang berdarah panas.

”Sedangkan buat owner-nya donor darah di sana,” ujarnya.

Turut serta anggota Gerakan Pramuka Subang dalam kegiatan ini mendengarkan pemaparan tentang pengenalan upaya antisipasi terhadap bahaya reptil, khususnya ular dengan mengenali perilaku ular, manfaat eksistensi ular dalam kehidupan, pengenalan bisa (racun) ular dan upaya menghadapi ular dengan aman.

Binatang yang ditampilkan ialah musang, burung elang, burung hantu, kelinci, ular, iguana, buaya dan berang-berang.

Bisa juga mendapatkan informasi tentang tata cara pemeliharaan hewan kesayangan dengan baik dan benar. Seperti dikatakan salah seorang pecinta kelinci yang menyebutkan seringkali keliru dalam memberikan makanan. Terutama dalam pemberian jumlah dan waktu makan. Sering menganggap kelinci itu suka makan. Padahal ada batasnya. Kalau berlebihan bisa berakibat fatal.

”Diberi makan terus belum selesai dicerna sudah makan lagi. Akibatnya bisa mati,” ujarnya.

Komunitas pecinta binatang yan hadir datang dari daerah Bandung Raya, Karawang, Tasikmalaya, Cirebon, Garut dan sekitar DKI Jakarta.(*).

 
                  

Berita Terbaru

Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...