Bupati Subang Tekankan Bahasa Sunda Sebagai Bahasa Identitas Parahyangan

SUBANG (MGO) - Menurut Bupati Subang bahwa untuk memperingati bahasa ibu sedunia tidaklah perlu ditetapkan pada tanggal 21 Pebruari semata. Sebaiknya diperingati setiap hari dengan mempergunakan Bahasa Sunda dengan sebaik-baiknya sebagai identitas kita semua.

Hal tersebut merupakan sambutan Bupati Subang yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kab. Subang, Drs. H. Rahmat Solihin dalam membuka peringatan Bahasa Ibu Sedunia tingkat Kabupaten Subang yang diselenggarakan di Aula Setda Subang, Selasa (21/2/2012). Pada dasarnya ditetapkannya tanggal 21 Pebruari sebagai Hari bahasa Ibu Sedunia oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui lembaga UNESCO dalam rangka memelihara budaya yang merupakan sumber daya kearifan manusia dalam berkehidupan.

Selanjutnya disampaikan bahwa Pemkab Subang telah 4 tahun terakhir menyelenggarakan peringatan Hari Bahasa Ibu Sedunia melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga yang bekerjasama dengan MGMP Bahasa. ”Sepertinya Kabupaten Subang adalah kabupaten yang pertama kali memperingati Bahasa Ibu. Hal ini sebagai apresiasi pemerintah kepada harapan pihak-pihak yang peduli akan lestarinya bahasa Sunda yang ada di Subang,” ujar Sekda. Upaya yang dilakukan Pemkab Subang baru sebatas memperingati Bahasa Sunda sebagai bahasa ibu.

Disampaikan pula bahwa di Subang selain Bahasa Sunda ada juga Bahasa Jawa yang dipergunakan oleh sebagian warganya. Namun, lanjutnya, bukan berarti Pemerintah Subang menganaktirikan bahasa daerah lain selain Bahasa Sunda. Pemerintah Subang juga tetap peduli dengan kekayaan bahasa yang dipergunakan oleh warganya.

Untuk itu kepada semua warga mengajak supaya bangga mmpergunakan bahasa ibu dalam keseharian. ”Tidak perlu gengsi atau malu mempergunakan bahasa Sunda. Sudah waktunya kebanggaan mempergunakan bahasa ibu sebagai kekayaan bangsa.

Untuk memeriahkan acara ditampilkan kesenian yang merupakan budaya asli Sunda yang hidup di Subang dan untuk mengisi kegiatan diselenggarakan lomba membaca cerita dalam Bahasa Sunda dan degung yang diikuti oleh siswa dari SMA dan SMK se-Kabupaten Subang. Turut Hadir pada kegiatan ini ialah Kepala Dinas Budparpora, Ading Suherman serta para tokoh Sunda di Subang.(*)

 

Keindahan Curug Malela

curug MalelaCurug Malela terletak di Desa Cicadas Kecamatan Rongga Kabupaten Bandung Barat. Dari pusat Kota Bandung berjarak sekitar 75 KM dan dari Kota Cimahi, sekitar 65 KM. Waktu tempuh dari Kota Bandung bisa mencapai tiga setengan jam dan dari Cimahi sekitar tiga jam.

Untuk sampai ke tempat pemberhentian pertama (Pos Penjagaan) diperlukan kendaraan roda empat jenis SUV atau idealnya kendaraan Jeep. Kemudian dari pos menuju lokasi Curug tidak bisa dilalui dengan kendaraan baik roda empat maupun dua. Menuju lokasi curug hanya dilalui dengan jalan kaki berjarak tempuh sekitar sekitar 200 meter.

Kondisinya jalannya sebagian sudah ada yang ditembok dan sebagian masih berupa tanah. Keadaan jalan cukup curam dan licin. Bila keadaan hujan, kemungkinan tidak bisa dilalui dengan baik.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan telah berupaya membangun jalan menuju lokasi curug, antara lain dengan membuat jalan selebar satu meter. Namun belum sampai ke lokasi  curug. Dibangun pula fasilitas MCK dengan sarana airnya dan pos penjagaan. Namun demikian, semua itu belum berfungsi mengingat belum ada  pengelolanya, sehingga terbengkalai dan tidak terawat.

Obyek wisata Curug Malela sebenarnya sangat indah. Bila saja dikelola dengan baik maka akan mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat setempat. Kita tidak saja melihat dan merasakan keindahan curug tapi juga kegiatan lainnya, seperti : hicking, jogging, treck speda dan camping disamping merasakan kesejukan airnya. Itu semua memerlukan pengelola dengan melibatkan unsur masyarakat.

Beberapa hal yang harus dibenahi, misalnya, infrastruktur jalan menuju lokasi dimana saat ini kondisi jalannya sangat parah; unsur pengelola yang belum ada; lokasi jalan menuju Curug dan di Curug itu sendiri belum ada jalan atau tangga untuk sampai ke area air terjunnya.

Sekiranya hal itu semua dikelola dengan baik, maka niscaya lokasi Curug Malela akan sangat ramai dikunjungi wisatawan.(*).

 

Dua Tempat Wisata Pantai Karawang di Buru Pengunjung, Ahirnya Kecewa Juga

pantai wisata karawangKARAWANG (MGO) – Sejumlah wisatawan yang semula ingin mengisi liburan tahun baru 2012 di pantai wisata Karawang yang sengaja ingin menikmati keindahan lokasi dan pemandangannya malah mendapatkan kekecewaan. Kekecewaan terjadi karena dua tempat wisata pantai tersebat terlihat kumuh karena kurangnya pengelolaan.

Sehingga kedua lokasi wisata pantai di Karawang tersebut yang semula menjadi daya tarik bagi masyarakat Karawang dan sekitarnya, para pengunjung mengaku wisata pantai selain tidak lagi indah juga kumuh, meskipun harganya murah, dan banyaknya pertunjukkan budaya menarik yang bisa dinikmati tetap saja kekumuhan lokasi wisata menjadi penilain buruk dari pengunjung.

Misalnya, pantauan Reporter MGO di lokasi Pantai Cibendo di Kecamatan Tempuran, Pantai Tanjung Baru Kecamatan Cilamaya Kulon, Karawang, Jawabarat terletak di ujung  pantai uatara Karawang hingga sekarang masih menjadi primadona wisata masyarakat bahkan terhitung masih banyak dikunjungi wisatawan lokal yang berkantong tipis.

Selain lokasinya mudah di akses, juga harga karcisnya murah meriah dan dapat dijangkau oleh masyarakat yang penghasilannya pas-pasan, apalagi bagi masyarakat berdoku tebal. Kebanyakan pengunjung yang datang dari daerah Karawang, Subang, Purwakarta dan pengunjung dari Kabupaten Bekasi dan sekitarnya pun banyak bermunculan.

Seperti dikatakan Abdullah (40) yang mengaku warga Karawang, selama dua tahun terakhir menghabiskan waktu malam pergantian taahun baru di Pantai Cibendo bersama keluarganya. Selain murah, tempat itu juga mampu memberikan daya tarik hiburan bagi anak cucunya yang  bebas bermain.

“Soal harga, saya kira terjangkau. Yang penting bagi saya, keluarga bisa menikmati alam di sini dengan senang,walaupun air laut berwarna kecoklatan yang penting bisa menghibur cucu-cucunya” ungkapnya.

Demikian pula pantuan Reporter MGO ketika berada di Pantai Tanjung Baru, Karawang juga masih memiliki daya pikat cukup besar pula bagi wisatawan lokal maupun dari luar daerah yang sengaja berlibur ke tempat itu. Pantai Tanjung Baru yang terletak di sekira 22 kilometer arah utara Karawang, tepatnya berada di Desa Sukajaya , Kecamatan Cilamaya Kulon ini,  masih menjadi magnet wisatawan untuk merayakan malam pergantian tahun dan menikmati awal tahun Baru tanpa banyak mengeluarkan doku tinggi.

Dipantai cibendo dan tanjungbaru banyak anak-anak balita dituntun orangtuanya,bermain diair laut yang keruh berwarna kecoklatan, terlihat ceria sedangkan anak lainnya bermain pasir di tepi pantai yang tidak terawasi dengan baik, dan sangat menghawatirkan keselamatan pengunjung.

Alhasil dari kedua lokasi wisata pantai yang berhasil dipantau Reporter MGO membludaknya pengunjung bukan saja harga masuk senilai Rp.5 ribucukup murah, namun mereka juga selain sengaja untuk berlibur juga turut memantau sejauh mana perkembangan tempat kedua wisata tersebut. Disayangkannya dibalik rasa kepenasaran pengunjung terhadap tempat wisata tersebut terbersit kekecewaan pengunjung, tercermin dengan banyaknya pengunjung yang mengeluhkan masih banyaknya kekurangan dalam pengelolaan tempat wisata yang terkesan tidak terurus tanpa ditata dengan rapih layaknya sebagai tempat wisata pantai, pun tidak adanya penjaga pantai sehingga para pengunjung hawatir atas keselamatannya.

Bahkan kesan kumuhnya wisata yang tidak terawat mengundang komentar pedas dari seorang warga Bekasi yang semula sengaja datang kelokasi tersebut membuahkan rasa kecewa yang mana dikedua tempat wisata pantai tersebut tidak lagi seindah dulu dan terkesan dibiarkan lapuk dimakan zaman.
"Pengelolaaan tempat wisata kurang terawat sehingga terlihat kumuh,  bikin wisatawan tidak betah sehingga mereka tidak bisa berlama -lama dilokasi ini,apalagi banyaknya pungutan liar disepanjang masuk kelokasi,”ujar seorang pengunjung asal Bekasi, Nanang.(*).

 
                  

Berita Terbaru

Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...