(1) Peradaban Purba Gunung Padang Telah Mengenal Logam Mulia

CIANJUR (MGO) - Peradaban Purba Gunung Padang Telah Mengenal Logam MuliaHampir semua peradaban besar masyarakat pada masa lalu, didukung oleh ketersediaan sumber daya alam yang melimpah.

Sumber daya alam tersebutlah yang menjadi modal mereka untuk membangun peradaban. Indikasi serupa juga ditemukan di situs megalitikum Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat. Kemungkinan besar, masyarakat wilayah itu di masa lalu telah mengenal logam emas yang menjadi salah satu fondasi terbentuknya peradaban Gunung Padang.

Dugaan ini diperkuat oleh temuan tambang emas rakyat oleh Tim Terpadu Penelitian Mandiri, yang jaraknya tidak jauh dari situs Gunung Padang yang terletak di Desa Karyamukti, Kecamatan Cempaka, Cianjur Jawa Barat tersebut. Tambang emas rakyat tersebut jaraknya sekitar 4 kilometer dari lokasi situs. Saat ini masyarakat di sekitar Gunung Padang masih menambang emas di lokasi tersebut.

Beberapa penambang tradisional yang ditemui, menuturkan, penambangan yang mereka lakukan ini sudah berlangsung turun temurun puluhan tahun lalu. Penambangan ini ternyata telah ada sejak zaman penjajahan Belanda dulu. Tambang rakyat yang ada saat ini, umumnya hanya melanjutkan bekas lubang tambang peninggalan zaman Belanda. Salah satu lubang bahkan panjangnya sudah mencapai 600 meter.

Berdasarkan studi literatur yang dilakukan, penjajah Belanda pada awalnya justru tidak mahir dalam pertambangan logam. Belanda justru belajar dari perilaku masyarakat nusantara yang menambang secara tradisional. Mereka mengamati teknik yang diterapkan masyarakat, lalu melanjutkan atau diambil alih oleh Belanda untuk dijadikan bisnis pertambangan.

Dengan demikian, pengetahuan dan kemampuan menambang emas sebenarnya telah dimiliki oleh nenek moyang Indonesia jauh sebelum penjajah Belanda datang ke negeri ini. Ditarik benang merahnya, sepertinya masyarakat Gunung Padang pada masa lalu telah menyadari potensi emas yang ada di wilayah mereka. Tambang emas tersebut menjadi fondasi mereka dalam membangun peradaban tinggi yang jejak-jejak kini tengah ditelusuri para ahli.

Salah satu bukti ketinggian peradaban masyarakat Gunung Padang tersebut adalah bangunan monumental yang tertimbun di bawah situs megalitikum terbesar di Asia tenggara tersebut. Misteri bangunan tersebut, sedikit demi sedikit telah terkuak oleh Tim Terpadu Penelitian Mandiri yang diinisiasi oleh Kantor Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana.

Kelanjutan penelitian atas bangunan yang terpendam di situs Gunung Padang itu adakan dilakukan oleh Tim Nasional yang dibentuk oleh Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas). Dengan keberadaan tim skala nasional ini, penelitian yang dilakukan di situs tersebut akan memiliki skala yang lebih besar dan hasil yang lebih signifikan.

 

SMA 3 Subang Juara II Pasanggiri Pupuh Raehan

SUBANG (MGO) - Pemerintah Kabupaten Subang, sangat mengapresiasi Kemenangan siswa SMA 3 Subang yang berhasil meraih Juara II Pasanggiri Pupuh Raehan tingkat SMA/SMK/MA Tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2012.

“Ini membuktikan bahwa seni Sunda masih banyak diminati oleh masyarakat. Ini merupakan pertanda baik yang patut dikembagkan lebih baik lagi,” ujar Asisten Tata Praja, H. Saad B. Abdulgani, SH, M.Si,  dalam sambutan Apel Pagi, Senin (25/6/2012) di halaman Kantor Bupati Subang usai penyerahan Piala Juara II kepada 3 orang siswi yang didampingi oleh Asisten Administrasi pembangunan.

Pasinggiri berlangsung di Cianjur Jawa Barat. Dalam Pasanggiri tahun ini Kabupaten Subang kali pertama berhasil meraih peringkat Juara. Hal ini menurut Saad, adalah suatu prestasi yang luar biasa dan perlu ditingkatkan dan dipelihara semangat para seniman daerah dengan dukungan semua pihak. Khususnya pihak yang terkait dalam kegiatan tersebut. Karena didalamnya memiliki nilai-nilai kearifan lokal yang mampu modal pembangunan karakter yang baik.

Sebagai apresiasi nyata, pada kesempatan tersebut diperdengarkan kemerduan suara para peraih juara yang membawakan “Pupuh Magatru” di hadapan para peserta Apel. Kemerduan suara disambut tepuk tangan meriah para peserta apel pagi yang sangat menikmatinya. Tidak lupa sebagai bentuk penghargaan ditengah haleuang pupuh oleh 3 siswi, Asda menyelipkan sawer kepada ketiganya.(*).

 

Kenali Sedjarah TK Islam Terpadu Kunjungi Lanud Suryadarma

TK Islam Terpadu kunjungi LanudSUBANG (MGO) - Rombongan TKIT (Taman Kanak-kanak Islam Terpadu) Riyadlatul Fikri, Kaliangsana Kalijati mengunjungi Lanud Suryadarma, Kamis (8/3).

Menurut ibu Asih Sri Yamtini, selaku kepala rombongan kunjungan tersebut dimaksudkan untuk menambah pengetahuan di bidang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) serta untuk lebih mengenal objek wisata sejarah di Kabupaten Subang, khususnya objek wisata sejarah yang berada di Lanud Suryadarma.

Objek objek yang dikunjungi antara lain Rumah Sejarah, Museum Amerta Dirgantara Mandala dan Skadron Udara 7. Dalam kunjungan ini para pengunjung merasa gembira dan kagum setelah mendapat penjelasan dari para pemandu terutama di Skadron Udara 7 karena bisa melihat langsung pesawat yang selama ini hanya di lihat dari jauh ketika pesawat sedang terbang dan bisa bertemu langsung dengan para Penerbangnya.

Sementara itu sehari sebelumnya, Rabu (7/3), sebanyak 50 orang Guru dari Gugus IV Sukasari Kecamatan Dawuan dengan kepala rombongan bapak Nooryaman,S.Pd.,MM.Pd, rombongan juga mengunjungi Rumah Sejarah dan Museum Amerta Dirgantara Mandala untuk mengadakan kegiatan pembelajaran dan studi banding untuk melaksanakan pembelajaran KKG( Kelompok Kerja Guru).(*).

 
                  

Berita Terbaru

Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...