Pengunjung Pondokbali Balik Lagi

PANTURA (MGO) - Pengunjung tempat wisata Pondokbali balik lagi, hal itu terjadi kepercayaan masyarakat terhadap keberadaannya mulai tampak lagi. Faktanya pada H+1 idul fitri 1433 H. ribuan pengunjung memadati tempat wisata yang beberapa tahun terahir ditinggalkan pengunjung maupun pedagang, Senin (21-8-2012).

Hasil Pantauan MGO, tempat wisata Pondokbali, Mayangan, Legonkulon, Subang, Jawabarat jangkauan sekira 12 kilometer dari kota Pamanukan pada lebaran tahun ini lokasi tersebut tidak lagi sepi, namun ribuan pengunjung telah memadadati lokasi tersebut. Bahkan ratusan pedagang yang menjajakan berbagai jenis cinderamata dan makanan ringan berada dilokasi tersebut, yang tandanya pengunjung dan pedagang telah kembali lagi ke Pondokbali.

Menurut seorang pengunjung yang mengaku dari Karawang, Susanto Herbian membawa serta keluarganya mengungkapkan, sejak lama dia faforit sekali ketempat wisata tersebut, namun hampir 5 tahun kebelakang hilang selera karena keberadaan lokasi wisata Pondokbali selalu digenangi air rob, dan jalannya pun becek dan menjijikan.
"Saya datang lagi ketempat ini setelah mendapat informasi dari sejumlah teman di Pamanukan bahwa Pondokbali tidak lagi menjijikan dan digenangi air rob, saya buktikan ternyata betul,"ujar Susanto.

Dilanjutkan oleh Maryamah, pengunjung asal Bandung, meskipun sekarang wisata Pondokbali tidak sejijik tahun-tahun sebelumnya akan tetapi Maryamah merasa kehilangan beberapa tempat terindah yang selalu disinggahi untuk istirahat setelah berada di Pondokbali.

Apa saja yang hilang ? yanya MGO,"waduh engga usah disebutkan dech anda sendiri tahun kan, dilihat dari daratan pantainya saja sudah berkurang, artinya sejumlah bangunan dan tempat nongkrong kita banyak yang hilang,"ucap Maryamah.

Mudah-mudahan saja, ditambahkan Asep Sanusi B Hilman, pengunjung asal Indramayu yang sempat menguping konfirmasi MGO, Asep berharap dan semoga saja pengelola maupun pemerintah Subang bisa memperbaiki tatanan wisata Pondokbali tersebut.

"Setelah saya tahun Pondokbali layak dikunjungi saya kesini lagi, sayang ya, fasilitasnya banyak yang hilang, saya harapkan tahun depan ada tambahan,"ucap Asep yang mengaku suka sekali berkunjung ke Pondokbali.(*).

 

Ojang Sohandi, 3 Manfaat Jalin Silaturahmi

SUBANG (MGO) - Menurut Plt. Bupati Subang, Ojang Sohandi  dengan menjalin tali silaturahim akan mendapatkan 3 manfaat yaitu panjang umur sebelum meninggal, bahagia sebelum sengsara dan banyak saudara sebelum banyak musuh.

Panjang umur yang dimaksud ialah bukan semata usianya hingga puluhan atau seratus tahun, melainkan kebaikan yang ditebar melalui silaturahim akan diingat terus oleh masyarakat. “Sudah ada contoh para pendahulu kita yang menanamkan kebaikan, namanya hingga kini disebut-sebut bahkan diabadikan menjadi nama monument,” kata Ojang Sohandi dalam sambutan Safari Ramadhan di Masjid As Salam Sukamandijaya Ciasem, (26/7/2012).

Kemudian bahagia sebelum sengsara ialah maksudnya ialah dengan silaturahim akan mendapatkan kebahagiaan karena dalam kegiatan silaturahim menebar kasih sayang hasilnya akan membawa kebahagiaan kepada semuanya. Hasilnya akan terjalin persaudaraan yang sesungguhnya yang terbina tidak terbatas oleh ruang dan waktu.

Kegiatan ini merupakan bagian dari  Safari Ramadhan 1433 H. Seperti pada Safari Ramadhan sebelumnya Plt. Bupati didampingi oleh Jajaran Muspida Kabupaten Subang sekaligus memperkenalkan jajaran pejabat Kabupaten Subang. Maksudnya ialah supaya masyarakat mengetahui. Bila sudah tahu akan dekat dan bisa menjalin silaturahim dalam memberikan pelayanan.

Selanjutnya Ojang mengingatkan bahwa pemimpin harus paling depan dalam menghadapi tantangan yang terjadi di masyarakat . "Kita harus peduli atas permasalahan yang dihadapi rakyatnya. Sudah seharusnya bila ada tantangan pemimpin paling depan menghadapinya. Sebaliknya bila mencapai keberhasilan, biarlah masyarakat lebih dahulu menikmatinya," ujarnya lagi. Ditekankan pentingnya keseimbangan antara umaro, ulama, agniya dan masyarakat untuk menciptakan masyarakat yang baldatun thoyibatun wa robbun ghofur.

Pada sambutan pimpinan Muspida yang disampaikan oleh Komandan Kodim 0605 Subang, Letkol Kav Teguh Prayitno, mengatakan bahwa bulan Ramadhan adalah moment meningkatkan disiplin waktu. Dari waktu makan, kegiatan keseharian sampai kegiatan ibadah.Ada nilai tambah, misalnya kegiatan sholat tarawih berjamaah, suatu kegiatan yang jarang sekali dilakukan diluar Bulan Ramadhan. Setelah Ramadhan menjadi lebih berdisiplin.

Namun diingatkan karena adanya perubahan waktu kegiatan, seperti waktu shalat  untuk meningkatkan kewaspadaan dari ancaman tindakan yang tidak terpuji. “Waspadai tempat tinggal ketika ditinggal untuk sholat tarawih ke masjid. Biasanya waktu-waktu itu sudah menjadi incaran bagi pihak yang tidak terpuji,” ujar Teguh mengingatkan. Kewaspadaan lainnya ialah bertepatan dengan musim kemarau, perlu mewaspadai ancaman kebakaran. Apalagi menjelang Idul Fitri biasanya kegiatan memasak kaum ibu akan lebih meningkat. “Waspadai jangan sampai meninggalkan kompor menyala,” tambahnya.

Teguh pun menyampaikan supaya masyarakat waspada pada ancaman aksi terorisme. Terutama dari laporan, wilayah Jawa Barat sering menjadi perlintasan bagi pelaku. Untuk itu diingatkan supaya meningkatkan kewaspadaan dengan saling mengenal antar warga.

Sambutan tuan rumah yang  disampaikan Dikdik Solihin, mengutarakan rasa bangganya karena diberikan kehormatan dikunjunginya oleh para Muspida. Diharapkan menjadi media silaturahim. Kemudian Dikdik memberikan kesempatan kepada para agniya (pemilik harta) yang ingin menitipkan hartanya untuk pemugaran Masjid As Salam yang direncanakan usai Idul Fitri. Anggaran yang dibutuhkan ialah sebesar Rp 285 juta rupiah. Namun pihak panitia telah memiliki bekal sebesar 80  juta rupiah.”Kami membuka jalan kepada para pejabat ataupun agniya apabila memiliki maksud baik. Kami siap menerima dan menyalurkannya untuk pemugaran masjid As Salam,” kata Dikdik dalam sambutannya.

Dalam tausiyahnya KH. Nurhadi, Ketua MUI Ciasem menyampaikan untuk meningkatkan ibadah dibulan Ramadhan dari waktu ke waktu. Ibadah Ramadhan ialah ibadah rahasia dan istimewa. Hanya Allah yang akan membalasnya. Inilah rahasianya. Maka kita harus memanfaatkannya.

Pada kesempatan itu disampaikan BKUDK kepada desa-desa di Ciasem, bantuan pembangunan sarana olahraga dan untuk kaum dhu'afa sebesar 3 juta rupiah bagi 15 orang dan satu set pengeras suara untuk masjid.

Dilanjutkan dengan sholat tarawih. berjama'ah dengan imam H. Anang Jauhari yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Subang.(*).

 

 

(2) Tim peneliti melakukan pengeboran di Situs Gunung Padang

CIANJUR (MGO) - Pemberitaan mengenai Gunung Padang beberapa bulan belakangan ini memang berhasil menyedot rasa penasaran banyak orang, termasuk media dan pejabat pemerintah. Padahal sejatinya Situs Gunung Padang ini bukan penemuan baru.

Pada 1979, petani setempat yang bernama Endi, Soma, dan Abidin “menemukan” serakan batu dengan wilayah sebaran yang luas dan terpola yang tertutup semak belukar Bukit Gunung Padang, Desa Karyamukti, Cianjur, Jawa Barat. Karena rasa penasaran, mereka kemudian melaporkannya ke Kepala Seksi Kebudayaan Kabupaten Cianjur.

Itu pun ternyata bukan kali pertama penemuan, karena ternyata pada 1914, N.J. Krom, arkeolog Belanda yang juga meneliti Candi Borobudur masa itu, sudah mencatat keberadaan situs megalitikum di Gunung Padang ini. Sejak itu belum ada penelitian intensif.

Pada 1980, mulailah dilakukan penelitian ulang yang dipimpin oleh Prof Dr. Raden Panji Soedjono, pakar prasejarah pertama Indonesia. Mulai saat itu, proses ekskavasi dan restorasi terus berjalan, melibatkan banyak pakar dari disiplin ilmu dan berbagai dinas pemerintah terkait.

Sampai akhirnya pada Desember 2011, Kantor Staf Khusus Kepresidenan membentuk Tim Katrastopik Purba yang beranggotakan pakar dari berbagai disiplin ilmu, seperti geologi, geofisika, paleotsunami (ilmu tsunami purba), paleosedimentasi, geodinamika, arkeologi, filologi (ilmu yang mempelajari naskah kuno), dan antropologi. Penelitian oleh tim ini masih berlangsung sampai sekarang.

Ditemukannya struktur yang selama ini tersembunyi, baik di dalam tanah maupun di lereng bukitnya menjadikan Gunung Padang kembali menarik minat. Menurut juru pelihara situs tersebut, hari Sabtu dan Minggu saja jumlah kunjungan bisa mencapai 9.000 pengunjung!

Untuk mencapai kesimpulan akhir mengenai Situs Gunung Padang, peradaban dan kebudayaan purba yang terjadi di sana, tentu bukan jalan yang singkat dan mudah. Namun kearifan agung macam ini layak untuk dinanti, sampai cerita utuhnya menunjukkan betapa hebatnya peradaban Indonesia dahulu kala.(*).

 
                  

Berita Terbaru

Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...