Bumerang Semarang Muncul di Subang

      BumerangSUBANG (MGO) - Bumerang unik ditemukan pada sebuah paket kiriman Pos Kilat Khusus dari Semarang tujuan Subang namun Bumerang tersebut berbeda dengan yang lain, Bumerang ini berbentuk Kujang, senjata khas Etnik Sunda. Diterima Senin (5/12/2011). Dijelaskan penerimanya Tedi Widara (39) yang juga koresponden Media Gival Onlin.com, ternyata Kujang yang terbuat dari pertinax setebal 3 mm tersebut merupakan bumerang oleh penerimanya langsung dicoba di lapang alun-alun. Dilempar dan bisa kembali pada pelemparnya walau pun tidak baca mantra-mantra. Setelah diperhatikan Bumerang berbentuk Kujang ini perpaduan unik antara bentuk kujang dengan fungsi bumerang. Tetapi sport boomerang (bumerang olahraga), “Saya suka bentuknya,” ujarnya. Keunikan ini kata Teddy salah satu inovasi yang perlu diapresiasi dengan baik sebagai bahasa universal yang ditampilkan oleh seorang insinyur yang berrjiwa seni. Perpaduan antara Bentuk Kujang dengan Fungsi Bumerang sesuai catatan yang tertulis pada Wikipedia, Kujang adalah sebuah senjata unik dari daerah Jawa Barat yang dibuat pertama kali sekitar abad ke-8 atau ke-9, terbuat dari besi, baja dan bahan pamor, panjangnya sekitar 20 sampai 25 cm dan beratnya sekitar 300 gram. Kujang juga merupakan perkakas yang merefleksikan ketajaman dan daya kritis dalam kehidupan juga melambangkan kekuatan dan keberanian untuk melindungi hak dan kebenaran. Menjadi ciri khas, baik sebagai senjata, alat pertanian, perlambang, hiasan, ataupun cindera mata. Masih kata Tedi, menurut Sanghyang Siksakanda ng karesian pupuh XVII, kujang adalah senjata kaum petani dan memiliki akar pada budaya pertanian masyarakat Sunda. Sedangkan bumerang, masih menurut Wikipedia, ialah senjata khas suku Aborigin di Australia yang kalau dilempar bisa kembali lagi. Gerakan bumerang adalah kombinasi translasi dan rotasi mirip dengan bilah helikopter. “Awalnya kegunaan bumerang adalah sebagai alat untuk berburu. Kemudian pada perkembangannya fungsi berburu berubah menjadi kesenangan dan olahraga,”ucapnya. Budaya dan seni, kata Teddy, adalah bahasa lokal yang mempertemukan umat manusia melalui kebutuhan dengan rasanya. Ini pun yang terjadi pada bumerang. Berkat sentuhan Ir. Haryo Pangarso, Sang Master sekaligus pengrajin Bumerang asal Semarang. Sentuhan seni dan kemampuan membuat bumerang melahirkan Bumerang dengan bentuk kujang yang unik.(*).

        • Dibaca: 867 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...