Hari Pertama Terbang Layang, DKI Pimpin Perolehan Nilai

altSUBANG (MGO) - Dihari pertama perlombaan Terbang Layang Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX DKI Jakarta sementara memimpin perolehan nilai pada lomba ronde pertama. 

Menurut manager Media Centre, Saprin DKI sementara memimpin di kelas lomba Duration Flight Single Seater Putri, Duration Flight Dual Seater Putra dan Precision Landing Single Seater Putri.

”Untuk hari pertama ini DKI sementara memimpin perolehan nilai di tiga kelas lomba sedangkan satu lagiPrecision Landing Single Putra diperoleh Jabar (Jawa Barat),” ujarnya, Minggu (18/9).

Hari ini hanya melombakan 4 kelas lomba di venue Pangkalan Udara (Lanud) Suryadarma Kalijati Subang. Lomba dilaksanakan setelah dibuka oleh Ketua Sub PB PON yang juga Plt Bupati Subang, Imas Aryumningsih.

Dari data panitia dilaporkan sebanyak Terbang Layang akan diikuti oleh 70 orang atlit dari 11 daerah yaitu Sumatera Selatan, Riau, Banten, Papua, Kalimantan Timur, Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Bali, Jawa Barat dan  Sulawesi Tengah,

Berikut perolehan sementara nilai pada Lomba yang dipertandingkan hari pertama:

Duration Flight Single Seater Putri Ronde I: DKI Jakarta 1250,00 atas nama Aditya, Banten dengan nilai 1097,83 atas nama Atin dan Jawa Tengah dengan nilai 1094,57 atas nama Ester

Duration Flight Dual Seater Putra Ronde I: DKI Jakarta dengan nilai 1250,00 atas nama Tikno, Jawa Barat dengan nilai 916,67 atas nama Ade Sucherman dan Papua dengan nilai 1229,17 atas nama Charly.

Precision Landing Single Seater Putra Ronde I: Jawa Barat dengan nilai 1215,82 atas nama Sugianto, Jawa Tengah dengan nilai 1202,48 atas nama Ahdinta dan lainnya yaitu Bali, Sumatera Selatan, Banten dan DI Yogyakarta masing masing mendapatkan nilai 250,00. POIN.(*).

 

Indonesia akan Produksi Glider Sendiri

altSUBANG (MGO) – Dalam waktu dekat Indonesia akan punya produk Pesawat Glider yang didisain oleh putra-putrinya sendiri. Ditargetkan bisa digunakan dalam olahraga Terbang Layang pada Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2020 di Papua mendatang.

Menurut Ketua Program Studi Aeronotika dan Astronotika Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut  Teknologi Bandung (ITB), Dr.Ir. Toto Indriyanto M.Sc, hal ini berawal dari salah seorang mahasiswa yang membuat simulasi pesawat terbang layang yang memanfaatkan kondisi termal yang sesuai dengan iklim di Indonesia. Kemudian bersama Dosennya dijadikan objek riset magister S2.

”Saya tidak menyangka bermula dari simulasi mahasiswa kemudian berkembang bersama Pak Taufiq Mulyanto (dosen pengajar) dijadikan objek riset magister S2-nya. Selanjutnya mendapat sambutan dari Ristek Dikti (Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi) untuk dikembangkan,” jelasnya kepada Wartawan ditengah Workshop Pengembangan Pesawat Glider Nasional di Subang Jawa Barat, Kamis (15/9).

Ketika ditanya mengenai pengembagan fungsinya, Toto menyebutkan bisa dikembangkan menjadi pesawat untuk surveillance - pengamatan atau pengintaian.

“Namun itu masih jauh, untuk jangka pendeknya supaya bisa digunakan untuk olahraga Terbang Layang PON nanti,” imbuhnya.

Sementara itu kata pengajar Teknik Mesin dan Dirgantara ITB, Taufiq Mulyanto Workshop ini merupakan bagian pengembangan Pesawat Glider yang dilakukan oleh antara Ristek Dikti bersama Federasi Aerosport Indonesia (FASI) dan ITB yang bekerjasama dilakukan untuk menghimpun masukan-masukan penting demi kesempurnaan hasilnya.

Diantara masukan yang berhasil dihimpun ialah saran dijadikan 2 penumpang supaya bisa digunakan berdua. Kemudian pentingnya sertifikasi produk apabila telah berhasil uji coba.

Masukan lainnya ialah upaya menekan harga supaya lebih terjangkau dibandingkan produk yang selama ini dipergunakan. Upaya menekan harga dilakukan dengan meningkatkan local content (kandungan bahan lokal) pada produk yang dibuat. Untuk produk yang dibuat sekarang 75% adalah bahan dalam negeri.

Workshop Pengembangan Pesawat Glider Nasional bersemboyan “Made in Indonesia, Made for Indonesia” dan produk yang dibuat diberi label model GL-1.

Tujuan produksi Pesawat Glider Nasional untuk memajukan olahraga Terbang Layang Indonesia melalui produksi yang dibuat di dalam negeri.

Adapun jumlah pesawat Glider yang digunakan untuk Terbang Layang di Indonesia sekitar 40 unit dengan 5 unit pesawat penarik yang berada di 19 daerah. Itu oun hanya 12 daerah yang aktif. Selama ini atlit Terbang Layang Indonesia banyak menggunakan produk dari Eropa diantaranya produk Negara Jerman dan Swiss.(*).

 

Taiwan Tawarkan 40 Ribu Lowongan Bgi TKI

altJAKARTA (MGO) - Negara Taiwan memiliki lowongan kerja bagi sedikitnya 40.000 orang tenaga kerja Indonesia (TKI) untuk bekerja di bidang Pabrik. Perawat panti jompo, PRT, konstruksi, sektor kelautan sebagai anak buah kapal ikan dan sektor kesehatan sebagai perawat bagi para lanjut usia.

Dirjen Pembinaan Penempatan tenaga Kerja (Binapenta) Kemenakertrans Reyna Usman, usai memberikan laporan kunjungan kerja dalam rangka Pelantikan Kepala Bidang Tenaga Kerja Taiwan di Taiwan, akhir Juli lalu kepada Menakertrans Muhaimin Iskandar di kantor Kemenakertrans, Jakarta, Senin.

"Perluasan pasar kerja di negara itu masih terbuka, karena kondisi perekonomian di Taiwan cukup bagus yang membutuhkan tenaga-tenaga kerja terampil sektor formal dan informal," ujar Reyna Usman.

Sampai akhir Juli, sebanyak 166.261 orang TKI bekerja di Taiwan seperti data di Kamar Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI).

Dari jumlah itu, sebanyak 87 persen TKI bekerja di sektor domestik dan 13 persen sisanya bekerja di sektor semiformal dan formal di bidang manufaktur, kesehatan, pelaut/anak buah kapal dan sektor konstruksi.

"Pemerintah akan memanfaatkan peluang kerja sektor formal dan informal itu dengan cara mempersiapkan calon TKI yang hendak bekerja dengan keterampilan yang memadai, sesuai dengan lowongan pekerjaan yang dibutuhkan," ujar Reyna.

Diharapkan agar peluang kerja di Taiwan itu dapat menjadi salah satu alternatif negara penempatan selain kawasan Timur Tengah, terutama Arab Saudi yang saat ini tengah dalam status moratorium.

Reyna mengatakan Kemenakertrans akan menindaklanjuti peluang kerja di Taiwan itu dengan melakukan koordinasi dengan PPTKIS dan lembaga terkait, seperti KDEI untuk mempersiapkan TKI yang akan bekerja ke negara itu.

Pemerintah akan memerhatikan kualitas calon TKI sebelum diberangkatkan ke Taiwan dan juga TKI purna penempatan melalui program motivator untuk calon TKI, sekaligus mengajarkan Bahasa Mandarin dan karakteristik keluarga Taiwan.

Bahkan untuk para TKI yang akan mengakhiri masa kontrak akan diberikan pelatihan kewirausahaan dengan mengundang narasumber yang berkompeten, dengan tujuan agar upah yang selama ini diperoleh menjadi modal usaha untuk berwirausaha di Tanah Air atau membentuk kelompok wirausaha.

Biaya Proses Kerja Ke Taiwan :
20 sd 24 juta
Biaya proses di bayar Cash/Tunai, tidak bisa dengan cara potong gaji.

Proses di Jakarta - Jawa Tengah - Jawa Timur
Informasi Lebih Lanjut Silahkan langsung Telpon Ke HP "Pak Agus"
Maaf Kami Tidak Melayani SMS
Karena Banyaknya Peminat Kami tidak Bisa membalas SMS.
HP : 081 235 491 898 (Simpati).
HP : 087 858 111 096 (XL). 

0856 0802 8600 (IM3)  

 
                  

Berita Terbaru

Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...