Kabag Humas Polres Subang : Nekad Lawan Petugas, Residivis di Tembak Mati

altSUBANG (MGO) - Seorang residivis narkoba berinisal AU ditembak mati oleh aparat Polres Subang karena melakukan perlawanan saat akan diringkus Satuan Narkoba di daerah Sukamelang Subang Kota.

Menurut Kasubag Humas Polres Subang, AKP Darmono, pelaku merupakan residivis kambuhan 4 kali dalam kasus narkoba. Kronologis kejadiannya saat pelaku diperiksa di Mapolres Subang pada Minggu malam, (15/5/2016) berusaha menyembunyikan barang bukti dan berusaha kabur dengan berpura-pura hendak buang air kecil. Saat sedang buang air kecil pelaku kabur dengan merusak teralis besi.

Kata Darmono, dalam pengejaran pelaku ditangkap di dekat masjid di Sukamelang. Saat hendak ditangkap, pelaku melakukan perlawanan. Setelah diberikan tembakan peringatan kemudian dilumpuhkan. Saat dilumpuhkan pun pelaku masih melakukan perlawanan dengan melempar polisi dengan genteng press.

”Karena membahayakan anggota (polisi) dan jiwa sekitarnya, terpaksa kami menembak di bagian dada. Kemudian pelaku dilarikan ke Rumah Sakit Ciereng (RSUD). Namun  meninggal di tengah perjalanan,” jelas Darmono kepada wartawan, Senin (16/5/2016)

Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Subang selanjutnya diserahkan kepada keluarganya. Pihak keluarga menerima apa yang terjadi atas pelaku. Kemudian jenazah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cibogo Subang.

Sedangkan 3 pelaku lainnya yang waktu penangkapan bersama pelaku saat ini tengah dilakukan pemeriksaan sebagai saksi.(*).

 

Pemkab dan Pemprov Bangun Jalan, Telkomsel Merusak Jalan

altSUBANG (MGO) - Pemkab. Subang dan pemprov Jabar bangun jalan di Subang, disisi lain dan banyak pihak menuduh bahwa Telkomsel merusak jalan di Subang, baik jalan lingkungan, jalan pemda Subang maupun jalan provinsi. Hal tersebut terjadi di jalan Sompi, Jalan Panji, dan Jalan Kapten Piere Tendean (Subang-Kalijati).

Dikatakan Telkomsel merusak jalan yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Subang maupun Pemerintah Provinsi Jawabarat, karena jalan yang selama ini diperbaiki dan dibangun oleh pemkab.Subang dan Pemprov.Jabar, namun pada kenyataannya jalan dan bahu jalan yang ada di Kabupaten Subang dirusak oleh PT.Telkomsel dengan cara digali tanpa dilakukan pemadatan ketika ada arugan.

Sesuai keterangan sejumlah pekerja yang sedang menggali lubang kabel utilitas Telkomsel menjelaskan bahwa galian kabel tersebut milik Telkomsel, adapun pekerja berani menggali karena mereka hanya sekadar kuli sesuai perintah pemilik kegiatan. Bahkan pekerja tidak tahu soal legal galian yang sedang dikerjakan."Maaf pak kami ini hanya kuli, kalau soal surat ijin saya tidak tahu, nanti tanyakan kepada yang merintah Kami,"ujar sejumlah kuli yang enggan menyebutkan namanya.

Kenapa Telkomsel oleh sejumlah kalangan masyarakat dan LSM dikatakan merusak jalan dan bahu jalan. Seperti diketahui terjadi di jalan Sompi Subang bekas galian masih tercecer berantakan tidak dipadatkan, trotoar jalan dirusak pula tanpa diperbaiki, termasuk di Jalan Panji dan jalan H.Muhyidin pekerjaan galian pun seenaknya dilakukan galian kabel bukan lagi dibahu jalan akan tetapi tepat dipinggir jalan beraspal.

Terjadi pula di Jalan Kapten Piere Tendean (Subang-Kalijati), yakni jalan yang seringkali diperbaiki dan dibangun oleh pemprov.Jabar bahu jalan digali dengan kedalaman setinggi orang dewasa, panjang sekira 1 meter, dan lebar sekira 50 centi meter. Pun pihak pengelola galian kabel Telkomsel tidak memiliki ijin gali, juga dalam melakukan pengarugan tanahnya tidak dipadatkan sehingga seringkali mengganggu lalulintas.

"Seingat Saya, puluhan tahun pemkab.Subang dan Pemprov Jabar membangun dan memperbaiki jalan dan bahu jalan, tapi begitu enaknya Telkomsel merusaknya, ironisnya tanpa ada yang menindak,"ujar sejumlah LSM yang berhasil di ajak ngobrol oleh MGO.

Diharapkan, Kadis Bimair, Kadis Tarkimsih, Kadishub, Kapolres Subang untuk sesegera mungkin menindak pengusaha mitra Telkomsel yang seringkali merusak jalan dan bahu jalan di Kabupaten Subang, seperti yang saat ini sedang berjalan kegiatan.(*).    

 

Diera Presiden Jokowi RTS-PM Raskin Subang Dibebani BOP Capai 1.7 Miliyar/Bulan

altSUBANG (MGO) – Di era presiden Jokowi masyarakat penerima Raskin dibebani biaya operasional penyaluran Raskin senilai Rp.900/kg. dari kelebihan HET Rp.1.600/kg dijual seharga Rp.2.500/kg. dan salah satu contohnya di Kabupaten Subang sebanyak 125.434 RTS-PM Raskin dengan pagu Raskin sekira 1.881.510kg/bulan RTS-PM dibebai BOP senilai Rp.1.7 miliyar/bulan.

Hal tersebut diketahui dari pengakuan masyarakat dengan fakta tertulis ketika jajaran pengurus Ormas Gival melakukan Investigasi kesejumlah Desa yang ada di Kabupaten Subang. Rata-rata Raskin dijual denga Netto liter (5liter/RTS-PM) atau sebanding dengan 4 kg/RTS-PM yang semestinya atau sesuai HET dijual seharga Rp.1.600/kg. kenyataan dilapangan RTS-PM membeli Raskin dengan harga Rp.2.500/kg. dan kalau dihitung dari sebanyak 125.434 RTS-PM Raskin dalam per bulannya dibebani BOP Raskin sekira 1.7 miliyar/bulan. 

Data penerima manffat yang disebar Ormas Gival masyarakat atau rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTS-PM) Raskin  menulis sendiri pada formulir data investigasi Ormas Gival bahwa RTS-PM Raskin hanya menerima Raskin seberat 5 liter/bulan (4 kg) dengan harga Rp.2500/kg. selain pagu dan harga Raskin berubah, RTS-PM juga komplain dengan perubahan pagu Raskin yang semula jatahnya 15kg./karung/RTS-PM/bulan hanya menerima rata-rata 4 kg/RTS-PM/bulan. Pun RTS-PM Raskin mengeluhkan fisik Raskin yang seringkali bau apek, warna beras kuning gelap, bubuk dan kadang berkutu yang tidak layak dimakan, mereka meminta agar pemerintah bisa memperbaiki kualitas beras agar layak dimakan oleh manusia.

“Iya pak ketika Raskin jelek ya terpaksa saya beli, kalau gak dibeli beras murah, ketika gak enak dimakan terpaksa dech untuk pakan ayam,”ujar sejumlah RTS-PM.

Disisi lain meskipun RTS-PM Raskin tidak keberatan dengan markup harga Raskin, akan tetapi para penegak hukum mengincar markup tersebut, pun para Kepala Desa/lurah sebagai Pokja terahir dalam penyaluran Raskin seringkali menjadi buulan-bulanan sosial kontrol baik Ormas/LSM maupun wartawan gara-garanya dan dengan tuduhan indikasi markup Raskin.

Sejumlah Kades dan aparaturnya sampai denga tingkat RT yang merupakan sebagai garda depan penopang keberhasilan pendistribusian Raskin meminta bantuan Ormas Gival untuk mencari keadilan demi keamanan dan kenyamanan pendistribuasian Raskin. Bukti para Kades-RT meminta bantuan Ormas Gival, sejak Selasa-Rabu (28-29/03) Ormas Gival diundang oleh sejumlah Kades guna memberikan pencerahan agar petugas Raskin bisa aman dan nyaman dalam melaksanakan tugas pendistribusian Raskin.

Dengan hal tersebut diatas rata-rata para Kepala Desa menjual Raskin diatas HET karena tidak adanya biaya angkut dari gudang Bulog ke titik distribusi (TD) atau ke kantor desa/kelurahan, biaya muat bongkar, biaya angkut dari TD ke titik bagi (TB) atau ke RT. masing-masing, untuk biaya operasional penyaluran Raskin, untuk menutupi susut Raskin yang mencapai mulai dari 0.5kg sampai dengan 2kg per karung/15kg, dan untuk subsidi silang bagi RTS-PM atau kaum duafa yang tidak sanggup menebus Raskin.

“Saya meminta kepada Bupati, Gubernur dan Presiden untuk segera mengucurkan dana BOP, atau melegalkan kenaikan harga Raskin, jika kedua hal tersebut tidak bisa di realisasikan, Isya Allah desa akan membuat surat ketidak sanggupan untuk menyalurkan Raskin, ya takut ancaman hukum karena di tuduh markup,”katanya.(*).

 
                  

Berita Terbaru

Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...