Tim Temukan 100 titik Rawan Longsor di Cisalak

altSUBANG (MGO) - Pada penanganan rehabilitasi pasca bencana di Desa Sukakerti Kecamatan Cisalak kabupaten Subang, ditemukan lebih dari 100 titik rawan longsor.

Menurut Koordinator Lapangan, Letkol Inf Budi Mawardi Syam saat menelusuri wilayah rawan bencana menemukan lebih dari 100 titik rawan longsor.

“Banyak. Banyak banget. yang terlihat dari jalan saja ada 3 (lokasi). Sebenarnya 100 (titik) lebih. Saya saja waktu jalan satu jalan ada 50 titik (rawan longsor). Belum lagi di 3 lereng lainnya,” ungkapnya kepada Reporter Jabar disela-sela kegiatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) di Tambakdahan, Kamis (2/6/2016). Dia bersama anggota tim telah memberikan tanda bahaya.

Sementara itu, kata Budi beberapa rumah warga telah berhasil diperbaiki dengan bantuan warga lainnya dalam bentuk semen dan cat. Adapun personil yang diturunkan untuk rehabilitasi dari TNI dan Polisi masing-masing 100 personil ditambah instansi Pemda.(*).

 

Inilah Antisipasi Bencana ala Aher

altSUBANG (MGO) – Untuk mengantisipasi bencana alam, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan melakukan deteksi melalui informasi geologi, vulkanologi dan informasi masyarakat dengan kearifan lokal. Menurut Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan dengan berdasarkan informasi dari tersebut melakukan koordinasi untuk antisipasi dan evakuasi.

"Kita tahu kalau masyaralat kita punya kearifan lokal dalam menghadapi bencana. Nah bila kita mendapatkan informasi tentang ancaman bencana (dari vulkanologi dan kearifan lokal) maka kita melakukan koordinasi sampai ke desa untuk evakuasi dan antisipasi kawasan-kawasan rawan bencana," jelasnya disela-dsela kegiatan meninjau Posko Bencana Cisalak Subang Jawa Barat, Kamis (26/5/2016).

Namun, lanjutnya, yang sulit apabila ada perubahan kondisi minggu ini belum tetapi minggu kemudian berubah lagi.

Kata Heryawan, setidaknya ada 10 kabupaten/kota yang dinilai rawan bencana. Diantaranya Garut, Sukabumi, Bogor, Cianjur, Purwakarta, Tasikmalaya, Subang, Karawang.

Sebagai upaya antusipasi bencana, kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, Haryadi Wargadibrata, bisa  mengenai perubahan kondisi lingkungan bisa dilakukan oleh warga dengan kegiatan siskamling dalam antisipasi bencana.

Kata Haryadi, seperti di Sukakerti Cisalak secara luar bagus, hijau dan subur. Tetapi menyimpan potensi bencana dengan lokasi kemiringan tanah yanng cukup curam. Sehingga sangat rentan bila diguyur hujan seperti musim sekarang.

"Daya ikat akar terhadap air kurang kuat berkibat pohon menjadi miring," jelasnya.Perkembangan ini bisa dikontrol oleh warga melalui kegiatan siskamling dalam rangka antisipasi bencana. Bisa saja pohon tumbang lalu masuk ke dalam aliran air yang menghambat aliran sungai. "Harusnya segera disingkirkan oleh warga supaya tidak menghambat (aliran air)," imbuhnya.(*).

 

Banjir Bandang Cisalak Memakan Korban Tewas 5 Orang

altSUBANG (MGO) - Bencana bencana banjir bandang yang melanda Desa Sukakerti Kecamatan Cisalak, Kab. Subang Jawa Barat menimbulkan korban sebanyak 10 orang, 5 diantaraya meninggal dunia, 5 luka berat, 2 luka ringan dan 1 belum diketemukan serta 388 orang menjadi pengungsi.

Adapun data korban meninggal ialah Parmi (50 tahun), Mae (17 tahun), Nabila (7 bulan), Eni (45 tahun) dan Musa (55 tahun) kesemuanya warga Sukamukti RT. 02/01 Sukakerti Cisalak.

SEdangkan korban luka berat ialah Anen (55 tahun), Raza (14 tahun), Ma'mur SR (47 tahun), Umnasih (53 tahun) dan H. Komar (75 tahun). Korban luka ringan ANgga (4 tahun) dan Tati Hartati (36 tahun) warga Sukamukti RT. 02/01

Sedangkan yang belum diketemukan ialah Rizal (10 tahun) warga Sukamukti RT. 02/01

Bencana tersebut merusak 32 rumah milik warga 4 diantaranya rata dengan tanah dan sisanya dalam kondisi rusak berat serta merusak puluhan hektar sawah yang telah ditanami.

Untuk meringanlkan beban, Plt Bupati Subang memberikan bantuan kepada korban berupa berupa uang tunai kepada warga yang diserahkan langsung oleh Plt Bupati kepada korban ditengah kegiatan meninjau langsung lokasi dengan didampingi sejumlah pejabat Pemkab Subang.

Sedangkan untuk korban luka, RSUD Subang membebaskan biaya perawatan, pengoibatan dan obat-obatan hingga sembuh.

altMenurut Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Penunjang Medik, Hadis Sukendar pembebasan biaya dengan alasan bencana.

"Pada dasarnya kami bebaskan biaya pengobatan. Atas dasar bencana," ujarnya kepada Reporter Jabar, Senin (23/5/2016).

Musibah banjir bandang terjadi pda Minggu malam (22/5/2016) sekira pukul 9 malam. Salah saeorang kelurga korban, Dede menyebutkan luapan air terjadi 2 kali.(*).

 
                  

Berita Terbaru

Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...