Pekerja Tambal Sulam Jalan Provinsi Layaknya Preman

      https://scontent-sin1-1.xx.fbcdn.net/hphotos-xfp1/v/t1.0-9/1510457_666381130161547_837034839881077929_n.jpg?oh=7c4421bac4374b5b0e147480d52c4877&oe=5633993DSUBANG (MGO) - Para pekerja jalan provinsi layaknya seorang preman, pasalnya ketika ditanya orang yang bertanggungjawab dalam pekerjaan tambal sulam para pekerja terkesan menutup diri, sekali menjawab terkesan begitu garang yang terkesan pula pekerjaannya enggan dikontrol.

      Kejadian tersebut terjadi ketika Reporter MGO mendatangi aktivitas pekerjaan tambal sulam jalan Provinsi ruas jalan Subang-Ciater bertempat di dusun Palasari RT.14/05 Desa Tanjungwangi Kecamatan Cijambe Subang. Pada saat itu rombongan sejumlah pekerja diantaranya seorang operator alat berat untuk memadatkan hotmik ketika ditanya kelayakan alat berat gilas, berapa kali lintasan menggilas material hotmik, operator tersebut menjawab tidak tahu karena baru bekerja menjadi operator alat gilas, apalagi ketika ditanya kelayakan tonase alat berat gilas yang kapasitas beratnya hanya 1 ton tanpa fibro, operator pun menjawab tidak tahu.”Saya tidak tahu, karena Saya hanya menjalankan alat ini yang baru pertama kali,”ujar operator alat gilas.

      Belum selesai mengkonfirmasi operator, datanglah seorang pekerja dengan nada yang cukup tinggi dan terkesan tidak suka adanya kontrol sosial mengawasi pekerjaannya. "Kamu jangan sekali-kali menyalahkan pekerjaan disini, dan kamu tahu engga Hotmik yang dipasang lebih dari 7 centimeter dan sudah dikerjakan dengan baik, untuk layak dan tidaknya jangan tanya Saya yang hanya seorang kuli tanya saja kepada orang PU-nya,"ujar seorang kuli sambil melotot.

      Padahal saat itu pekerjaan tambal sulam menggunakan material Hotmik yang dihampar pada badan jalan yang kerusakannya mulai dari kedalaman 5 sampai dengan 15 centi meter tanpa ada material lain yang biasanya dikerjakan dulu lapeling.

      Sedangkan menurut warga setempat, bahwa kondisi jalan dilokasi tersebut sering diperbaiki dan sering cepat rusak yang kemungkinannya karena pekerjaannya kurang baik. Disela obrolan dengan warga datang seorang sopir yang belum diketahui namanya yang mengangkut material Hotmik, langsung memaki-maki karena tidak terima wartawan mensikapi pekerjaannya. “Kamu jangan tanya-tanya pekerja, dia tidak tahu apa-apa,”ujar sopir.

      Dilokasi kegiatan dan diperhatikan operator mesin gilas bekerja dengan tidak beraturan, untuk itu kepada pelaksana teknis, konsultan pengawas dan pengamat jalan BPJ III Jawabarat untuk segera turun kelokasi pekerjaan agar standarisasi proyek tersebut bisa benar-benar diterapkan agar hasil kontruksi pekerjaan bisa berkualitas agar memenuhi standaar kwalitas sesuai dengan rencana semula serta kontruksi yang dipasang bisa tahan lama sesuai bestek.(*).

        • Dibaca: 705 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...