Pemprov Jabar Segera Keluarkan Program KTP Berasuransi

      BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera mengeluarkan program kartu tanda penduduk (KTP) berasuransi pada 2012. Dalam program itu, Pemprov Jabar siap menyediakan dana sebesar Rp68 miliar.

      KTP berasuransi ini diterapkan untuk menjamin biaya kesehatan bagi masyarakat tidak mampu. "Untuk sementara jaminan kesehatan ini ditujukan dulu untuk masyarakat tidak mampu. Nah, ke depan, tepatnya tahun 2014 dan selanjutnya, KTP berasuransi bisa meng-cover biaya kesehatan bagi semua kalangan masyarakat," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Alma Lucyati.

      Menurut dia, masyarakat miskin yang harus menjadi tanggungan pemerintah di Jawa Barat, kini mencapai 5,4 juta jiwa. Jaminan biaya kesehatan ini 40% ditanggung Pemprov Jabar, dan 60% oleh masing-masing pemerintah daerah di 26 pemerintah kabupaten/ kota. Terkait anggaran, Alma menjelaskan, dari Rp215 miliar anggaran yang diajukan, DPRD menyetujui Rp68 miliar untuk program KTP berasuransi pada tahun anggaran 2012.

      Kendati demikian, program ini tetap berjalan lantaran sejak perencanaan awal program tersebut sudah dilaksanakan secara bertahap. "Program ini sudah diproses sejak tiga tahun lalu. Pelaksanaannya kan sudah dimulai dengan menerapkan Jamkesmas dan Jamkesda. Langkah ini merupakan persiapan sarana hingga pemerintah benar-benar bisa menjamin 43 juta penduduk dalam hal jaminan biaya kesehatan," katanya.

      Dia mengatakan, Provinsi Jawa Barat sudah sejak tiga lalu menyiapkan sarana prasarana kesehatan yang dibutuhkan untuk menuju KTP berasuransi ini, seperti ditambahkannya jumlah puskesmas, termasuk penambahan puskesmas poned. Proses lainnya yakni menyiapkan SDM di bidang kesehatan, mulai dari perawat, bidan, dan dokter. "Termasuk memperbaiki sistem kesehatannya," ucap Alma.

      Alma menambahkan, untuk sementara dana masyarakat bisa disalurkan melalui keikutsertaannya pada lembaga asuransi kesehatan, baik di lembaga keuangan pemerintah maupun swasta. "Namun, suatu saat pemerintah akan membangun satu lembaga keuangan yang secara khusus menghimpun keuangan untuk asuransi kesehatan tersebut," katanya.(*)

        • Dibaca: 588 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...