Jenazah Datang Keluarga Histeris

      keluarga tkiKARAWANG (MGO) - Jenasah tenaga kerja indonesia (TKI) asal Karawang, Jawabarat yang tewas gantung diri di sel tahanan Ahmadi di wilayah Pahalel Kuwait, kemarin malam tiba dikampung halamannya di Karawang, Jawa barat. Tampak suasana duka dan sedih menyelimuti keluarga korban.

      Kedatangan jenasah sopiah binti sudirman Salaken warga sukatani,Kecamatan CilAmaya Wetan,Karawang,Jawa barat Disambut haru keluarga korban dirumah orang tuannya,kemarin sekitar pukul 23.00 wib di kampung Tanggul Kelularahan Karang Pawitan,Karawang kota,Jawabarat.Dan akan di makamkan di dekat rumah orang tuanya.

      Sesuai informasi yang diterima mediagivalonline, penyebab tewasnya sopiah binti sudirman salaken,akibat gantung diri dengan menggunakan kerudung atau kain jilbab di rumah tahanan Ahmadi di wilayah Pahalel Kuwait,setelah ditangkap pihak kepolisian sehari sebelumnya tanggal 20 oktober 2011 karena tidak membawa dokumen saat ada dijalanan,setelah satu minggu berada dijalanan akiabt kabur dri majikan kedua.

      Korban menjadi tenaga kerja wanita (TKW) tujuan Kuwait, berangkat  sejak juni 2009 melalui perusahaan jasa tenaga kerja indonesia (pjtki) pt alpindo mas buana beralamat cipinang di Jakarta.

      Jenasah langsung diserahkan pihak perwakilan pjtki yang didampingi Aktivis Serikat Buruh Migrant Indonesia Cabang Karwang kepada pihak keluarga beserta seluruh dokumen,namun hak-hak korban serta uang duka sebagai belasungkawa.

      Kakak laki-laki korban sempat histeris menangis saat peti mati adikya dibuka,sedangkan kerabat lainya mersa terharu atas nasib naas Sopiah yang berkahir dengan kematian.sedangkan suami korban Komarudin tak mampu untuk mengeluarkan kata kata saat dimintai keterengan.

      Aktivis SBMI Karawang, yang mendampingi keluarga korban, Boby Samsul Maarif, informasi berita tewasnya Sopiah datang melaui surat dari KBRI Kuwait melalui PJTKI, bahwa tertanggal 14 november 2011 korban meninggal 21 oktober 2011 di penjara polisi Ahmadi Wilayah Pahahel Kuwait dengan cara gntungdiri dengan seutas kain jilbab setelah ditangkap dijalanan karena tidak membawa pasfort.

      Sedangkan menurut kakak korban, Bomo (30) pihak keluarga iklas atas apa yang menimpa nasib  adiknya dan tidak akan melakukan upaya hukum apapun,namun dia berharap hak dan milik korban untuk dikembalikan kepada keluarga serta asuransi.(Nan)

        • Dibaca: 684 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...