Bentrok Massa Cijambe Murni Kriminal, Bukan Dipicu Karena Muatan Politik

      SUBANG (MGO) - Kejadian bentrok massa pada malam takbir lebaran 1434 H. Rabu (07-08-2013) yang menelan korban luka, korban ringan dan pembakaran 7 motor milik warga sampai dengan saat ini masih menyimpan misteri, pasalnya kejadian tersebut terkesan tertutup, namun ditemukan ada penilaian beberapa versi, diantaranya bentrok visik murni kriminal, bentrok visik karena musuh bebuyutan, dan bentrok visik karena ada muatan Politik.

      Dari hasil komunikasi Reporter MGO yang diperoleh dari berbagai pihak terutama pihak masyarakat setempat dan masyarakat sekitar kejadian mengungkapkan beberapa versi dan versi mana yang benar inipun belum terangkum dengan jelas. Namun versi pertama menjelaskan bahwa bentrok visik terjadi karena kriminal murni, versi kedua bentrok visik terjadi karena ada muatan balas dendam  karena kedua daerah tersebut seringkali terjadi bentrok visik atau ada yang bicara massa di dua daerah tersebut merupakan musuh bebuyutan yang selalu diahiri dengan bentrok visik. versi yang ketiga bahwa bentrok visik terjadi karena ada muatan politik.

      Kronologis kejadian versi MGO hasil komunikasi dengan sejumlah tokoh masyarakat/pemuda dan aktifis setempat, bahwa kejadian bentrok visik pada malam ltakbiran lebaran 1434 H. yang lalu yakni antara masyarakat Gadok vs Cikadu Cijambe Subang, ada juga yang bicara bahwa bentrok visik yang mengakibatkan luka bacok, luka parah dimuka karena benda tumpul, dan luka ringan karena saling jotos mengorbankan sebanyak 7 motor dibakar massa yakni bentrok visik antara massa Cisalak Kaler bergabung dengan Cibuluh vs Ciseureuh bergabung dengan Cimenteng dan Cijoged yang kasusnya sekarang ini ditangani Polsek Cijambe.

      "Sebelumnya sempat terjadi perselisihan, namun ada pula karena sengketa lama terjangkit kembali, ada pula hal itu terjadi karena ada muatan politik, namun hanya persoalan kecil,"ujar HHR, yang meminta namanya disamarkan.

      Adapun kejadian bentrok visik pada malam takbiran, Rabu malam Kamis, sekira pukul 23.30 Wib. (07-08-2013) yakni ketika massa dari Cikadu merangsek ke wilayah Cisalak Kaler yang kemudian ditengah jalan tepatnya di Kebon Jati blok Kepuh terjadilah bentrok visik antara keduanya, salah satu massa lari tunggang langgang ke kebun Jati yang kemudian ada sebanyak 7 motor dibakar massa, sejumlah orang luka ringan, dan seorang pemuda bernama Zaelani warga Cipetir Desa Cikadu, Cijambe dikabarkan luka dibagian muka, hidung remuk dan bagian lengan patah dibawa ke RS.PPN Subang dan dikabarkan telah pulang ke rumahnya.   

      Soal kejadian bermula dari mana dan soal apa yang menjadi rebutan, sampai saat ini Reporter MGO belum mendapatkan keterangan yang bisa dipertanggungjawabkan, namun dari hasil komunikasi tersebut yang pertama, bahwa bentrok visik tersebut murni kriminal karena dipicu adanya pembacokan warga Cisalak Kaler oleh masyarakat Cikadu, namun asal muasal terjadi pembacokan pun tidak ada yang tahu, ada dua kemungkinan yakni murni kriminal karena musuh bebuyutan, atau karena persoalan politik. Ada pula yang mengabarkan bahwa bentrok visik terjadi karena dendam lama terjangkit kembali karena dua daerah tersebut telah lama saling bermusuhan. Sementara itu ada yang mengabarkan pula bahwa bentrok visik terjadi karena ada muatan politik yakni, bahwa kejadian bentrok massa tersebut dilatar belakangi oleh adanya pengrusakan gambar pasangan salah satu calon Bupati, baik dirusak karena dirobek oleh orang yang tidak bertanggungjawab maupun dirusak karena dibakar.

      Reporter MGO belum bisa mengabarkan langsung hasil Investigasi, keterangan aparat setempat, Kepala Desa, pembina TNI-Polri, Kapolsek maupun pihak tertentu yang ada kaitannya dengan persoalan tersebut. Namun kabar ini bisa menjadi permulaan infornmasi dari kabar yang sebenarnya, karena kabar ini di informasikan hasil keterngan orang-orang yang mendengar, melihat, maupun hasil informasi dari sejumlah pihak yang sampai kepada Reporter MGO.(*).

        • Dibaca: 1183 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...