Galian C Ilegal Menjamur di Sukaluyu, Warga Keluhkan Kerusakan Jalan Makin Parah

      CIANJUR (MGO) - Menjamurnya galian C yang diduga ilegal di Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur dikeluhkan warga. Pasalnya kondisi jalan yang sudah rusak makin rusak parah dengan adanya lalu lalang truk galian C.

      "Sejak beberapa bulan terkahir makin banyak truk-truk galian C yang lalu lalang. Kami menduga itu ilegal karena tidak ada papan nama dan sebelumnya juga tidak pernah ada galian di wilayah ini," kata salah seorang warga Desa Babakansari, Kecamatan Sukaluyu, Ujang (45) saat ditemui "PRLM" di lokasi, Senin (10/9/12).

      Jalan penghubung desa-desa di Sukaluyu menuju akses jalan utama menuju Cianjur, kata Ujang, sebelumnya sudah rusak. Namun, sejak adanya sejumlah galian C di beberapa desa di Kecamatan Sukaluyu kondisi jalan bertambah parah.

      "Belum ada perbaikan namun yang ada justru kerusakan yang makin parah. Kami ragu jika Pemkab Cianjur tidak tahu hal ini, atau memang sengaja dibiarkan atau tidak peduli. Jika memang galian C itu diijinkan justru kami menanyakan mengapa diijinkan padahal kan semakin menambah kerusakan jalan," tuturnya.

      Data dari Dinas Pajak Daerah, penerimaan pajak dari Pajak Mineral bukan Logam dan Batuan sekitar Rp 1,3 miliar.Padahal untuk melakukan perbaikan jalan setiap 1 km jalan dibutuhkan sedikitnya 1 miliar untuk kualitas jalan sedang.

      Hal ini diakui oleh Kepala Dinas Bina Marga Kab. Cianjur, Athe Adha Kusdian. Ia mengatakan sekitar 70 persen dari total kerusakan jalan di Cianjur rusak akibat kelebihan muatan. Titik kerusakan jalan ini sebagian besar jutru terdapat pada ruas jalan pusat aktivitas galian C.

      "Jika dalam kondisi normal, status jalan kabupaten tersebut bisa mempunyai masa pakai dari 3 hingga 5 tahun. Namun, akibat banyakknya lalu lalang truk galian dengan muatan yang bisa lebih dari 25 ton, dalam krurun waktu sekitar satu tahun saja jalan dipastikan rusak," katanya.

      Kewenangan Dinas BM, kata Athe, dalam setiap rapat korrdinasi hanya menyarankan untuk mengevaluasi ulang pemberian ijin dan pengawasan terhadap menjamurnya galian C.

      "Beberapa kali kami berhasil melakukan koordinasi dengan beberapa pengusaha galian C untuk iuran diantara mereka yang menyumbang kerusakan jalan, namun banyak kendala yang terjadi. Akhirnya kerusakan jalan emnjadi beban APBD Cianjur," tuturnya.

      Athe justru mendukung apabila ada persayaratan yang diperketat terakit pemberian ijin galian C. Khususnya kesedaian para pengusaha galian untuk iktu membantu jika mereka terbukti berkontribusi terhadap kerusakan jalan di wilayah dimana mereka lintasi dengan truk-truk mereka.

      Sementara itu, data hingga April 2012 dari Dinas Pengelolaan Sumberdaya Air dan Pertambangan (PSDAP) di kecamatan sukaluyu hanya ada satu Galian C yang diijinkan. Namun, kegiatan itu pun sudah tidak aktif.

      Kepala PSDAP Cianjur, Oting Zaenal Mutaqien. Ia mengatakan dari data terkahir yang ada di PSDAP, ada sebanyak 85 titik galian yang berijin, lebih dari separuhnya sudah habis masa ijinnnya dan sudah tidak diperpanjang.

      "Namun kami akui masih ada beberapa titik galian yang ilegal. Hal tersebut pun sudah kami laporkan ke Satpol PP Kab. Cianjur untuk melakukan penindakan termasuk pengusaha galian C yang habis ijninnya dan masih memaksa untuk melakukan penambangan,"ucapnya.

        • Dibaca: 740 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...