Para LSM : Tempat Maksiat Dibiarkan, Gubernur Jabar dan Bupati Subang Liburkan Anak Sekolah dan ASN

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

SUBANG - Gubernur Jawa Barat menerbitkan surat edaran kebijakan pelaksanaan Ujian Nasional dan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pada satuan pendidikan di Jawa Barat tertanggal hari ini, Minggu (15/3/2020). Bupati Subang mengeluarkan surat edaran KS.01/605/kesra, peningkatan kewaspadaan terhadap resiko penularan inveksi corona virus disease (Covid-19) Senin (16/3/2020).


Gubernur jawabarat dan Bupati Subang sama-sama menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan kontak visik dalam waktu tertentu, anak sekolah belajar dirumah dan bahkan mengundurkan jadwal UN sampai waktu tertentu, bahwa pegawai ASN bekerja dirumah masing-masing.
Yang disayangkan kegiatan lainnya tidak diliburkan atau tidak ditutup, seperti misal tempat-tempat hiburan, tempat-tempat lokalisasi dan tempat keramaian tertentu hampir tidak tersentuh oleh aparat karena tidak ada tindakan nyata dari tindak lanjut Surat Edaran tersebut.


Seperti halnya diungkapkan oleh sejumlah aktivis Subang, bahwa anak sekolah dan ASN diliburkan akan tetapi tempat-tempat hiburan dan secara husus aktivitas penghuni Bangli Janem tak tersentuh surat edaran maupun tindakan tertentu oleh aparat, lokasi tersebut hanya menerima edaran  surat himbauan dari Muspika Patokbekbeusi yang isinya penjelasan pelanggaran pendirian Bangunan mereka yang diduga kuat tidak memiliki ijin.


Yang paling berbahaya, dikatakan Ketua LSM Gampil Subang, Enjang Taufik Hidayat bahwa lokalisasi Bangli Janem adalah tempat sangat rawan cepatnya penularan Civid-19 yang mematikan tersebut, “Lokalisasi Janem menjadi tujuan pengunjung dari berbagai daerah, yang tentunya pergerakannya cukup dinamis, karena aktivitas disana tidak terkontrol karena merupakan tempat lokalisasi menambah kerawanan penularan Covid-19”ungkapnya.


Pandangan yang sama dikatakan oleh Ketua LSM Manggala Garuda Putih, Ade Baron bahwa aktivitas penghuni Bangli Janem yang mengarah perlakuan negativ karena disana merupakan aktivitas lokalisasi yang tentunya menjadi tempat kotor dan sangat rawan cepatnya penularan Covid-19.”Kita ingin moment sekarang oleh Bupati bisa menjadi kesempatan untuk menutup tempat tersebut secara permanen,”harap Ade.


Pun diteriakan oleh Ketua LSM WGAB Subang, Odang Hermawan menagih janji Bupati yang sebelumnya berjanji akan menutup aktivitas penghuni Bangli Janem Patokbeuusi secara permanent,”Kami dukung Bupati, apabila akan tutup secara permanen ada lokalisasi tersebut, karena disaerah lain sudah ditutup, semestinya Bupati Subang juga mengikuti jejak itu supaya Subang menjadi berkah,”unjuk Odang.


Ketua Umum Ormas Gival, Dauscobra pun mengungkapkan hal yang sama, bahwa keberadaan dan aktivitas penghuni Bangli Janem Patokbeusi sangat rawan penularan Covid-19 yang ganas itu, selain itu disana telah menjadi tempat penularan HIV AID dan ada yang positiv, maka dari itu Bupati Subang untuk segera menutup secara permanen Bangli Janem karena selain menjadi tempat penularan virus ganas juga telah menjadi tempat tertentu yang lebih banyak madlorotnya daripada nilai maslahatnya.


“Bukan bermaksud untuk mengkebiri hak orang di Janem, akan tetapi keberadaan mereka disana lebih banyak merugikan masyarakat Patokbeusi, selain rawan penyebaran virus, juga rawan kejahatan aktivtasnya merusak moral regenerasi, karena lokasi tersebut ada diseberang sekolah dan kantor UPTD Pendidikan. boleh mereka mengais rejeki tapi yang legal dan jangan kotori serta mencemerari nama baik Patokbeusi,”jelasnya.