Skema Pengamanan Asian Games 2018 Antisipasi Terorisme

CIREBON - Sejumlah hotel, pusat perbelanjaan dan restoran serta tempat ibadah di Kota dan Kabupaten Cirebon diminta untuk memasang metal detector. Ini saat para atlet dan ofisial cabang olahraga (cabor) kano slalom Asian Games 2018, menginap di Cirebon, Agustus 2018 mendatang.

Meski lokasi pertandingan digelar di Bendung Rentang, Kabupaten Majalengka, namun lokasi menginap atlet dan offisial di dua hotel di Kota dan Kabupaten Cirebon.

Permintaan tersebut diungkapkan Kapolresta Cirebon Ajun Komisaris Besar Polisi Roland Ronaldy seusai digelarnya rapat koordinasi lintas sektoral pengamanan Asian Games 2018 di Hotel Aston Cirebon Kamis, 12 Juli 2018.

“Kami telah menyiapkan skema pengamanan dalam mengantisipasi terorisme,“ ujarnya.

Roland menyebutkan pihaknya akan memperketat penjagaan di Mapolresta Cirebon, seluruh polsek yang ada di wilayah hukum Polresta Cirebon, pusat perbelanjaan, dan dua hotel yang dijadikan tempat menginap para atlet.

Menurut Roland, berkaca dari kejadian aksi terorisme yang ada di Indonesia, yang menjadikan tempat ibadah dan keramaian sebagai target pengeboman, pihaknya meminta tempat ibadah, pusat perbelanjaan, restoran dan tempat wisata dilengkapi dengan alat pendeteksi.

"Selain berkordinasi dengan Densus 88 untuk upaya pencegahan aksi teror, kami juga melakukan sejumlah langkah antisipasi segala macam kemungkinan gangguan keamanan kepada atlet dan offisial, “ katanya.

Dikatakan Roland, total 613 personel gabungan bakal diterjunkan untuk pengamanan Asian Games 2018. Pengamanan ditempatkan dari mulai hotel hingga pengawalan ke arena pertandingan, di Bendung Rentang Kabupaten Majalengka.

Petugas juga disiagakan di sekitar lingkungan hotel dan lantai kamar hotel yang ditempati para atlet serta ofisial.

Selain itu, petugas gabungan juga akan ditempatkan di sejumlah tempat keramaian dan tempat wisata.

Roland berharap terpilihnya Cirebon menjadi lokasi menginap atlet dan ofisial Asian Games, bisa dimanfaatkan juga sebagai ajang untuk menjual Cirebon kepada warga dunia, khususnya Asia.

“Namun tentu kewenangan itu menjadi ranah pemda Kota dan Kabupaten Cirebon. Kalau kami Kan kewenangan di pengamanan. Sayang saja kalau momen istimewa yang belum tentu terulang lagi ini tidak dimanfaatkan secara maksimal, “ katanya.(PR/Ani Nunung Aryani)