Hampir Bentrok Oknum Polisi Militer dengan Ormas

      PANTURA (MGO) - Hampir saja antara oknum Polisi Militer (PM) Bandung bentrok fisik dengan sejumlah organisasi masyarakat. hal itu terjadi gara-garanya oknum PM bekingi proyek jalan, sementara sejumlah organisasi menghentikan pekerjaan lantaran proyek tersebut dianggap menyimpang.

      Insiden terjadi Kamis (21-6-2012) sekira pukul 17.20 WIB, terjadinya penghentian pekerjaan dipelopori oleh Ketua Umum Ormas Gival, disertai Wakil Ketua, Kepala Divisi Teknis & Rekayasa, belasan pengurus dan anggota, diikuti oleh puluhan Ketua dan anggota dari berbagai organisasi, kelompok masyarakat, dan dikawal oleh puluhan wartawan dari berbagai media.

      Menurut Kepala Divisi Teknis & Rekayasa Ormas Gival, Adang Sutrisno yang akrab dipanggil Entis menyebutkan, dihentikannya proses pemasangan Rijit karena pekerjaannya dinilai menyimpang dari bestek, dibekingi oknum PM yang katanya dari Bandung. Pun kontraktor PT.Trisakti Manunggal Perkasa International, konsultan suvervisi PT.Puri Dimensi tidak mencantumkan nilai kontrak, tidak memberikan speck dan gambar pekerjaan, tidak ada pelaksana teknis dan pengawas dari Bina Marga.

      "Ini proyek rakyat, semestinya kontraktor memperjelas nilai kontrak, kualitas pekerjaan diprioritaskan, dan tidak perlu mendatangkan oknum PM,"jelas Entis.
      Wakil Ketua Ormas Gival, Ade Saepulloh mengharapkan kepada para pihak yang berwenang agar menindak tegas oknum petugas Polisi Militer yang gentayangan dilokasi proyek dan bahkan sengaja membekingi kontraktor yang mencoba akan membodohi rakyat dengan pekerjaan proyek yang kurang baik.
      "Sangat jelas ! keberadaan oknum PM membekingi kontraktor, kesan sengaja peltek dan pengawas dari PU tidak ditempat sehingga prestasi pekerjaan tidak ada yang mengawasi,"ucapnya.

      Insiden penghentian pekerjaan proses pemasangan Rijit saat itu oknum PM inisial CCP berkendaraan mobil dinasnya berhenti dikerumunan yang menghentikan pekerjaan dengan kata-katanya yang cukup jelas bermaksud membekingi kontraktor, namun oknum PM berhasil dipatahkan dengan argumennya yang tidak jelas, bahkan ketika ditanya identitas oknum PM tersebut tidak berani mengeluarkan identitasnya dan langsung menuju mess konsultan.

      Hingga tengah malam oknum PM dan pelaksana proyek mencoba melobi Ormas Gival dan para pendukungna, namun lobi pelaksana proyek ditolak mentah-mentah, para pihak meminta agar kontraktor memberikan speck dan gambar, mencantumkan nilai kontrak dan keterlibatan oknum PM untuk angkat kaki dari lokasi proyek.(*).

        • Dibaca: 1634 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...