Puluhan Pembeli BBM Berjerigen Serbu SPBU Cilamaya

      Pengecer borong bbm

      KARAWANG (MGO) - Rencana kenaikan bahan bakar minyak (BBM)  April mendatang  stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) 34-41321 di Jalan Cilamaya Kecamtan Cilamaya Karawang diserbu puluhan pembeli BBM gunakan jerigen.

      Pantauan dilokasi, para pemburu BBM berjerigen merupakan para pedagang eceran ini tampaknya cukup berani menghadapi resiko yang akan melibatkan mereka dengan hukum. Tanpa gugup sedikitpun, satu persatu jerigennya digotong masuk dalam antrian jerigen lainnya. Begitu juga halnya dengan petugas di SPBU tersebut. Jerigen yang sudah ada dalam antrian diisi lebih dahulu dari pada kendaraan yang juga sudah mengantri. Mungkin saja fungsi kendaraan yang mengantri itu untuk menutupi antrian jeregen para pedagang eceran tersebut.

      Salah seorang pedagan eceran, Yanto (20) warga Krajan Timur Cilamaya Kulon,sambil memperlihatkan Surat Rekomendasi yang di bawanya,setiap pagi membeli BBM jenis Premium untuk di ecerkan kembali sebanyak 100 liter di tempat tiggalnya.

      menurutnya, sampai saat ini belum ada pembatasan pemebelian dengan menggunakan jerigen,kalaupun tiak membawa surat rekomendasi atupun surat rekomendasinya mati masih di layani pihak petugas SPBU.

      Ironisnya walaupun antrian jerigen diats motor yang dibawa rata-rata 3 sampai lebih tidak ada pengawasan dari pihak SPBU untuk memeriksa surat Rekomendasi yang dikeluarkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan,apalgi petugas kepolisian setempat untuk mengawasi terjadinya penimbunan BBM jenis Premium karena hal ini bisa tjadi akibat lemahnya pengawasan. 

      sedangkan pengawas SPBU,KIng Laser 35,mnjelaskan,SPBU nya seringa mengalami pasokan pengiriman baik Premium maupun bio solar dari pihak pertamina,sehingga sering terjadi kekosongan, seperti hari ini dari pagi sampi sore ini pengiriman bio solar belum datang,sehingga bayak warga dari nelayan menunggu datanganya kiriman bio solar.

      "faktor keterlambaan pengiriman disebabkan mungkin jalannya yang acet atupun kurangnya armada dari pihak pertamina,sedangakan stok yang dibutuhkan sekitar 50 KL per hari"ujarnya

      sedangkan bagi para pembeli yang menggunakan jerigen tanpa di lengkapi dokumen ,pihaknya tidak akan melayani,untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan demi lancarnya pendistribusian bagi masyarakat, kilah King. (*).

        • Dibaca: 805 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...