Jenazah TKI Karawang Tewas Yang Diduga Di Bunuh Majikannya Tiba Dirumah Duka

      KARAWANG (MGO) – Jenazah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Karawang yang diduga dibunuh majikannya tiba dirumah duka, Senin malam (20-2-2012) sekira pukul 22.00 WIB.

      Nani Suryani Binti Mangsur Neman (20) TKW asal Kampung Rawakepuh Desa Sindangmukti Kecamatan Kutawaluya, Karawang, Jabar meninggal dunia pada Januari 2011.

      Alih-alih kiriman uang untuk bantu kedua orangtua, malah peti mati yang datang sehingga menambah dalam duka bagi keluarga korban yang berasal dari keluarga tidak mampu ini. Kedua orang tua Nani tidak banyak bicara didepan peti mati anaknya seakan tidak percaya anaknya menjadi korban kebiadaban majikan di Damaam Arab Saudi.

      Pihak keluarga baru diberitahu 20 Juni 2011. Itu pun setelah mendapat kabar dari pihak sponsor tiga hari sebelumnya,sehingga ada spre waktu yang cukup lama meneriama duka tersebut" kata Amin 30,kaka korban dirumahnya.Rabu 22/02.

      Amin menambahkan, pihak keluarga baru mendapatkan pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri setelah pihak keluarga didampingi PT Berkah Ayu Saparindo mendatangi Kantor Kemenlu pada hari Senin, 20 Juni 2011.

      Nani Suyani menjadi tenaga kerja Indonesia melalui PJTKI PT Barkah Ayu saparindo tanggal pemberangkatan 5 Maret 2009 sedangkan kabar kematian yang diteima keluarga 20 juni 2011 sedangkan kejadian kematiannya sendiri bulan Januari 2011.

      Kronlogis Penyeban Kematiannya belum Jelas tapi menurut Surat Dari Kedutaan besar RI di Riyad,nomor BB-479/riyadh/VI/11 tertanggal 11 Juni 2011,Nani suryani Meninggal akibat dibunuh majikan perempuan bernama Fatin Hasan Al Balusyi menjadi tedakwa karena pembnhuhan disengaja.

      Sedangkan Dadang, aktivis Peduli Tanaga Migrant meminta pemerintah untuk memenuhi hak-hak normatif korban yang telah bekerja selama dua tahun tiga bulan (27 bulan) dan Nani baru menerima 4 bulan gaji. Dadang pun mendesak agar pemerintah membayarkan hak asuransi korban kepada keluarga."Pemerintah diminta untuk menelusuri kejelasan penyebab kematian dan memberikan pendampingan hukum terhadap kasus almarhumah, sampai pelaku menerima vonis yang setimpal.ujar Dadang aktivis Peduli Migrant yang mendampingi keluarga selama ini.(*).

        • Dibaca: 811 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...