Kacab PT.SMS Finance Sebut Al Jabbar Cirebon Penyebab Membengkaknya Biaya Penarikan Unit Mobil

      CIREBON (MGO) – Penyebab membengkaknya biaya penarikan unit mobil milik konsumennya Kepala Cabang PT.Sinar Mitra Sepadan Finance (SMSF) Cirebon menyebut-nyebut kelompok Al Jabbar Cirebon yang menjadi penyebabnya.

      “Biaya penarikan unit mobil sebesar 23 juta disebabkan mobil milik konsumen digadaikan kepada Al Jabbar, itu juga atas keterangan eksekutor kami,”ujar Ernes didampingi Kepala Eksekutor pada Reporter MGO beberapa waktu lalu.

      Sayangnya ketika Ernes ditanya kelayakan biaya penarikan unit mobil yang bersangkutan tidak mau menyebutkan, hanya saja Ernes menjawab biaya penarikan tidak ada minimum maupun maksimum yang jelas ketika unit mobil ditarik ada biaya penarikan.

      Pun ketika Reporter MGO mengajukan beberapa pertanyaan Ernes dan Kepala Eksekutor terkesan tidak mau menjawab secara rinci, seperti misal berdasarkan apa anda menuduh kelompok Al Jabbar menggadai mobil konsumen, sementara anda sendiri mencabut mobil ada ditangan sopir konsumen ? Ernes menjawab berdasarkan laporan lisan dari Eksekutor.

      “Saya telah membayar uang tebusan kepada pihak Al Jabbar melalui eksekutor, ini kwitansinya,”ucap Ernes sambil memperlihatkan kwitansi serah terima uang senilai Rp.23 juta.

      Ketika ditanya lagi mengenai alasan penarikan unit mobil konsumen, jawab Ernes, karena konsumen belum membayar angsuran selama 4 bulan. Pernahkan anda mengirimkan surat peringatan sebelum mobil ditarik ? Ernes menjawab pernah namun tidak ada bukti tertulis pengiriman suratnya.
      Berdasarkan perjanjian apa anda menarik unit mobil tersebut ? sesuai yang tertuang dalam perjanjian kontrak anatara PT.SMS Finance dan konsumen, jawab Ernes.

      Kenapa ketika dilakukan penarikan unit mobil eksekutor tidak dibekali sertifikat Fidusia atau keputusan Pengadilan Negeri ? Ernes menjawab sertifikat Fidusia masih ada di Jakarta, pun tidak mengantongi surat keputusan pengadilan.

      Dengan demikian, PT.SMS Finance Cirebon melakukan penarikan unit mobil tidak dilengkapi dengan syarat yang lengkap ? Ernes maupun Kepala Eksekutor tidak bisa menjawab dengan gamblang malah keduanya lebih memilih diam dari pada menjawab.

      Sementara pihak konsumen PT.SMS Finance Cirebon, Masrali dan sopirnya Doing ketika ditanya kebenaran unit mobil digadaikan kepada kelompok Al Jabbar, Doing mengaku bahwa selama ini mobil berada ditangannya sedang digunakan untuk penarikan material batu belah di Purwakarta.
      “Sejak awal mobil ada ditangan saya, dan tidak pernah digadaikan kepada siapapun,”jelas Doing.

      Ahir perjalanan penarikan unit mobil milik konsumen bermuara di PT.SMS Finance Pusat, Jakarta. Hingga berita ini ditayangkan, Reporter MGO belum bisa mengkonfirmasi pihak eksekutor maupun kelompok Al Jabbar, selain karena belum bertemu dengan keduanya juga tidak memiliki nomor ponsel yang bisa dihubungi.(*).

        • Dibaca: 5912 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...