KPI Kumpulkan 1000 Peserta Gelar Sarasehan Cinta Tanah Air

      KARAWANG (MGO) - Konsorsium Pesantren Indonesia (KPI) menggelar sarasehan Nasional Cinta Tanah Air yang dilaksanakan di Ponpes Nihayatul Amal – Rawamerta Karawang, Kamis (19/1). Kegiatan tersebut diikuti oleh 1000 peserta.

      Sarasehan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan peran Pondok Pesantren dalam bidang pendidikan dan kemasyarakatan dalam kerangka jati diri ke Indonesiaan yang secara khusus mengembangkan pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui Jaringan Pesantren dan demi terciptanya harmoni sosial di Indonesia yang bersendikan kepada Cinta Tanah Air,

      Dalam sambutannya Wakil Bupati Karawang dr. Cellica Nurachadiana mengatakan bahwa Pemerintah Karawang sangat menyambut baik atas terlenggaranya Sarasehan nasional Cinta Tanah Air ini, mengingat diantara kita, anak didik serta generasi Penerus bangsa sudah semakin terkikis rasa cinta tanah Air, bahkan yang sangat ironis masih ada bangsa Indonesia yang masih belum mengetahui sejarah kemerdekaannya, dan Karawang adalah salah satu Daerah yang menjadi Saksi Sejarah atas kemerdekaan Indonesia, andai saja tidak ada Karawang niscaya tidak akan ada Indonesia, oleh karena itu kita harus merasa bangga menjadi warga Karawang dan harus melestarikan nilai-nilai sejarah dan terus dipupuk kepada anak-anak kita generasi penerus bangsa. Ucapnya.

      Lebih lanjut Cellica mengatakan bahwa kehadiran para nara sumber diantarnya adalah Prof. Dr. Achmad Mubarok,MA, Hashim Djojohadikusumo, Drs. Amirullah Z Wiryaatmaja dll, semoga kehadiran beliau di Karawang ini menambah kapasitas keilmuan serta menambah cinta tanah air bagi para santri khususnya dan masyarakat Karawang umumnya, dan beliau berharap dengan digelarnya sarasehan nasional cinta tanah air ini, kita semakin cinta terhadap Indonesia, menghargai jasa-jasa para pahlawan kusuma bangsa yang telah gugur memperjuangan jiwa dan raga, demi kemerdekaan, dan kita harus mengisi kemerdekaan ini dengan karya yang nyata demi kemajuan indonesia dan dapat mengharumkan nama bangsa. Ungkapnya.

      Keynote Speaker seorang pengusaha Hashim Djojohadikusumo yang juga adik Jend. TNI Prabowo dalam paparanya menyampaikan bahwa berawal dari diskusi ringan dengan Prof Dr. Achmad Mubarok pendiri Mubarok Institut bahwa dirinya di minta bergabung di Konsorsium Pesantren Indonesia padahal menurutnya dirinya adalah orang Kristen apa bisa?  Prof Dr. Achmad Mubarok lalu menjawab kenapa tidak karena dalam konsep islam tidak ada perbedaan agama dalam membangun dan mencintai tanah air, dan berawal dari kondisi bangsa indonesia yang dewasa ini muncul berbagai persoalan baik musibah atau persoalan bangsa yang bekepanjangan yang mengakibatkan penderitaan hidup masyarakat, hal ini terjadi karena sebagian besar rakyat Indonesia sudah sangat menipis kesadaran Cinta terhadap Tanah Airnya, hal ini tercermin dari semakin jauhnya keimanan dan ketaqwaan jiwa bangsa indonesia yang ditandai semakin maraknya Korupsi, Kerusakan lingkungan, maraknya penyalahgunaan amanah, tidak peduli kepada yang lemah, tidak berprikemanusiaan, mengekploitasi Sumber Daya Alam dengan sewenang-wenang tanpa memperdulikan generasi mendatang, oleh karenanya kalau kita mengaku bangsa Indonesia maka kita harus mampu mencegah “ Amar Ma’ruf nahyi Mungkar” ucapnya.

      Prof Dr. Achmad Mubarok MA, salah satu Pendiri Konsorsium Pesantren Indonesia dengan Motto Perekat Bangsa Merepih CintaTanah Air beliau menyampaikan bahwa dirinya telah membangun Jaringan Pesantren hampir 9200 Pesantren yang tersebar di Indonesia, Visi dan Misi yang dibangun adalah ingin mengkampanyekan dan mensosialiasikan semangat cinta tanah air, dan menghidupkan kesadaran bernegara dan berbangsa, serta meningkatkan sumber daya manusia yang berada dalam lingkungan pesantren guna meningkatkan peran serta pesantren mengantar bangsa menembus globalisasi menuju bangsa yang bermartabat. Ungkapnya.

      KH. Tatang Sihabudin Pengasih Ponpes Nihayatul Amal Rawamerta menyampaikan ucapan selamat Datang kepada semua tamu undangan, dan permohonan maaf atas segala kekurangan, bahwa di Ponpes Nihayatul Amal diterapkan sistem Mondok dan santri dengan Gratis, beliau membina dan mengasih anak yatim sebanyak 130 anak, serta khitan Gratis bahkan dipesanten ini digelar Pengajian untuk Para Preman yang Bertaubat, semoga kehadiran Ponpes Nihayatul Amal  ini mamberikan warna yang baik demi pendidikan Agama Islam di Karawang.(*).

      Dalam Kegiatan tersebut hadir Ketua DPRD Karawang, Kapolres, dandim, unsur Kemenag, Para Guru,Ulama,Pejuang, dan dihadiri oleh sekitar 1000 Peserta (*).

        • Dibaca: 1046 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...