BNP2TKI Tak Halangi Jenazah Tarlem untuk Diotopsi

      TANGGERANG (MGO) - Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) tidak ada niat mencegah atau bahkan melarang jenazah Tarlem binti Unus Tajeun (37 tahun) untuk dilakukan otopsi. Pasalnya, untuk otopsi jenazah adalah hak dari ahli waris atau keluarga almarhumah.

      Demikian disampaikan Kasubdit Pemulangan BNP2TKI, Budiman Pasaribu, menjawab pertanyaan wartawan di Bandara Soekarno - Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (08/01) siang dan kemudian diulangi lagi di RSCM Jakarta seusai mengantar jenazah Tarlem.

      "Kami (BNP2TKI) tidak ada niatan sedikit pun untuk menhalang-halangi keluarga almarhumah Tarlem binti Unus Tajeun untuk melakukan otopsi. Itu hak keluarga. Kami hanya ingin meluruskan, bahwa info yang diterima BNP2TKI dari KBRI Yordania di Amman ihwal kematian Tarlem binti Unus Tajeun ini masih dalam proses penyelidikan pihak KBRI," kata Budiman. "Untuk sementara ini Tarlem dikabarkan meninggal karena sakit," tambahnya.

      Lebih dari itu, kata Budiman, pihak keluarga Tarlem -- dalam hal ini suami dan anak Tarlem (Awes dan Wahyar Ilan bin Awes) -- pada tanggal 16 Desember 2011 lalu telah membuat pernyataan tertulis mengenai pemulangan dan pemakaman jenazah Tarlem ke Indonesia dengan diketahui Wahyudin, Kepala Desa Sukahaji, dan Asmita, Camat Ciasem. Kabupaten Subang. "Kalau sekarang, setibanya di Indonesia, pihak keluarga mau melakukan otopsi terhadap jenazah Tarlem, disilahkan saja. Hanya saja untuk hasilnya ini nanti akan membutuhkan waktu yang cukup lama," papar Budiman.

      Dijelaskan Budiman, bahwa peran dari BNP2TKI terkait dengan kedatangan jenazah TKI di tanah air adalah, menyambut dan mengurus kepulangan sampai ke daerah asal, berikut menyerahkan kepada keluarganya. Selain itu, BNP2TKI juga melakukan mediasi antara keluarga atau ahli waris almarhum untuk dipertemukan dengan pengusaha jasa Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS) dan pihak asuransi terkait hak-hak almarhum selama bekerja yang perlu untuk ditunaikan.

      Kini jenazah Tarlem, TKI asal Dusun Krajan Rt 03/01 Desa Sukahaji, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat, ini masih tertahan di RSCM Jakarta untuk keperluan otopsi.

      Di tempat terpisah, Abdul Bari, Direktur PT Delta Rona Adiguna, PPTKIS yang memberangkatkan Tarlem binti Unus Tajeun bekerja di Yordania mengatakan, bahwa Tarlem berangkat sebagai TKI resmi dan sebelum dilakukan moratorium penempatan TKI ke Yordania.

      Berbekal Paspor Nomor AN 036442 pada tanggal 13 April 2010, Tarlem diberangkatkan menjadi TKI bekerja sebagai Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) pada keluarga Ahmad Muhammad Abdul Azis Nawaisah di Yordan.

      Abdul Bari mengatakan, bahwa pihaknya setiap tiga bulan sekali selalu mengontrol perkembangan TKI yang ditempatkannya. Tarlem ini, katanya, sempat diajak Umrah oleh majikannya sebelum meninggal. "Soal meninggal itu bukan urusan PPTKIS. Orang dimana saja kalau sudah saatnya meninggal, siapapun tidak ada yang bisa menolaknya," kata Abdul Bari.

      Ditambahkannya, untuk hak-hak Tarlem, seperti klaim asuransi dan gaji yang belum dibayatr oleh majikannya sedang diurus. "Kami tidak akan lari dari tanggung jawab. Biaya pemulangan jenazah ke tanah air ini kami yang mengurus," kata Abdul Bari. "Karena yang minta jenazah Tarlem dipulangkan dan dimakamkan ke Indonesia adalahj keluarganya," tambahnya.

        • Dibaca: 660 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...