5 Tahun Kerja di Yordania TKI Asal Karawang Tidak Menerima Gaji

      KARAWANG (MGO) – Satu lagi pengalaman buruk yang harus dilakoni tenaga kerja Indonesia di negeri Minyak Yordania, Rokayah (22), penata laksana rumah tangga (PLRT) asal Kampung Tanjung Desa Tanjung Kecamatan Banyusari,Karawang selama lima tahun tidak dibayar gajinya oleh majikannya.

      "Karena sudah tidak tahan tidak terima gaji, maka saya minta tolong untuk dipulangkan ke tanah air,dengan berbekal uang Rp.1,5 juta atau dua bulan gaji akhirnya bisa ppulang awal tahun 2012," ungkap Rokayah wanita asal Desa Tanjung Kecamatan Banyusari,yang didampingi Ibunya Atem 54 Tahun,Kamis (05/1)

      Menurut dia, kedatangannya ke negara Amman Yordania melalui perusahaan jasa pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) PT BUANA SAPIRA ABADI di wilayah Cililitan,Jakrta. dan selanjutnya dikirim ke Amman Yordania  untuk dipekerjakan sebagai PRT dengan majikan bernama Ali Khalap Zabed dan istrinya Rima Abdul Aziz.

      Saat berangkat Pebruari 2007, awal bekerja di Majikannya, tidak terlihat akan ada masalah karena penerimaan majikan cukup baik dan sepertinya senang mempekerjakan dia ditempat tinggalnya. Pihak majikan, awalnya memberikan gaji lancar namun menginjak beberapa bulan masalh muncul.

      "Tapi apa gunanya gaji naik kalau tidak pernah menerimanya dan bila ditanya majikan bilang nanti dikasih kalau sudah mau pulang ke Indonesia," paparnya. Menurut dia,

      "Orangnya sih baik ,tapi setiap ditagih pembayaran, selalu tidak dikasihnya dengan alasan tunggu sekalian ketika mau pulang kampung," ungkapnya.

      "Saya saat pulang di beri dua bulan gaji atau sekitar Rp.1,5 jutaan,karena ingin cepat pulang bertemu orang tuanya,serta merasa kapok pergi menjadi TKI ke timur tengah. dan cepat bisa terima sisa gaji saya yang belum dibayarkan," ungkapnya. Menurut dia, jumlah gaji yang belum diterimanya.

      Sementara itu, Atem,berharap PJTKI yang memberangkatkan untuk mengurus sisa gaji anaknya yang belum dibayarkan dan cepat bisa terima sisa gaji saya yang belum dibayarkan," ungkapnya.(*).

        • Dibaca: 913 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...