Korban Banjir Lebih Banyak, Bantuan Sembako Sedikit

      Banjir melanda SUkatani, pengguna jalan sulit berlalulintasKARAWANG (MGO) – Ratusan hektar sawah dan rumah warga, bangunan SD, SMK dan Pondok Pesantren masih terendam air banjir. Sementara bantuan sembako dari Dinsos Karawang belum mencukupi, karena saking banyaknya korban banjir sehingga sulit untuk membagikan bantuan tersebut.

      Hal tersebut diungkapkan Kepala Desa Sukatani, Cilamaya, Karawang Jawabarat, H.Wawang ketika ditemui Reporter MGO, Kamis (29-12-2011). Kades menuturkan, kesulitannya Dia untuk membagikan bantuan sembako dari Dinas Sosial Karawang disebabkan saking banyaknya korban banjir yang mana dalam dua hari terakhir ini seluas 300 hektar sawah, puluhan rumah warga, dampak lain bangunan SDN Sukatani III dan SMK Cilamaya dan pondok pesantren Assidiqiyah 3 masih terendam banjir sehingga aktifitas proses belajar mengajar di liburkan.

      Bantuan dari Dinsos memang ada, dilanjutkan Kades, yakni sebanyak 40 dus mie instan dan 1,5 kwintal beras, dan apabila pihaknya tetap membagikan seadanya dan akan banyak yang tidak kebagian dan apabila dibagikan seadanya tentunya akan terjadi kecemburuan social bagi yang tidak diberi bantuan.

      ”Karena bantuan itu belum cukup karena warga korban banjir membutuhkan bantuan lebih banyak,s ehingga sulit untuk membagikannya,”ucap Kades.

      Banjir juga merendam akses jalan, ditambahkan Kades, sehingga aktivitas perekonomian warga terganggu, kendaraan yang melewati jalan desanya terendam air dan ahirnya mogok ditengah jalan dan harus didorong. Maka dari itu, kiranya pemerintah daerah untuk labih baik dapat memperbaiki saluran air yang kurang layak, sehingga saat musim hujan air tidak tertampung oleh sungai dan saluran yang ada yang pada ahirnya merendam rumah warga, bangunan sekolah, sawah dan jalan.

      Sementara itu, menurut sejumlah warga yang berada dititik rawan banjir saat ikonfirmasi menjelaskan banjir yang melanda wilayahnya diakibatkan oleh meluapnya sungai Cermin dan Sungai Mayakan Rawagempol Kulon, Cilamaya yang menjadi penyebab banjir dan merendam ratusan rumah warga dan sejumlah fasilitas lain.

      Karena luapan air terlalu banyak sehingga sulit surut masih,”Kami berharap pemerintah dapat menormalisasi kedua sungai tersebut agar kami tidak selalu menjadi korban luapan sungai Cermin dan sungai Mayakan, sudah bosan lah,”jelas warga.

      Sebelumnya banjir pun melanda wilayah Kecamatan Banyusari, mengalami hal yang sama dengan wilayah Kecamatan Cilamaya Kulon dan Kecamatan Cilamaya Wetan meluapnya sungai yang kurang baik saat mengalir ke laut pantai utara Cilamaya. Kedua warga di 3 Kecamatan tersebut mempunyai harapan yang sama agar pemkab Karawang dan BBWSC Jawabarat dapat menormalisasi sungai-sungai yang menjadi penyebab banjir.(*).

        • Dibaca: 963 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...