Pahlawan Devisa Karawang Luka Bakar, Keluarga Menanti Uluran Biaya Pengobatan

      TKI TerbakarKARAWANG (MGO) – Pengalaman pahit TKI Karawang kembali terjadi, kali ini dialami oleh seorang TKW Asmi Binti Sanusi berasal dari Dusun Sukasari Desa Gombongsari Kecamatan Rawamerta Kabupaten Karawang, Jawabarat. Keluarga Asmi mengharap uluran tangan PJTKI dan Pemerintah.

      Asmi Binti Sanusi saat ini hanya bias terbaring merasakan sakit akibat mengalami luka
      bakar 70 persen disekujur tubuhnya, luka bakar yang paling parah bagian muka dan tangan mengalami cacad permanen.

      Diceritakan Asmi selama 7 tahun bekerja dan tidak pernah pindah majikan, hingga mengalami luka bakar yang menimpanya disebabkan ledakan kompor gas, bermula saat dirinya menyalakan kompor gas di rumh majikan, entah apa penyebabnya tiba-tiba gas meledak dan tidak sempat menyelamatkan diri, Asmi terbakar. Asmi dirawat di Rumah Sakit Riyad Arab Saudi selama 7 bulan, akibat luka bakar cukup parah, malah sempat koma selama 2 bulan, masih untung dewa kebaikan berpihak kepada Asmi sehingga seluruh biaya pengobatan ditanggung majikan. hal ini dimungkinkan karena.

      “Sejak kejadian dan selama menjalani perawatan saya tidak pernah memberitahu orang tua, karena takut kedua orangtua saya shok dan menjadi beban pikiran kelurga dikampung halaman,”jelas Asmi.

      Ibu Korban, Iwit (45) Ketika menerima kabar dari anaknya melalui telepon pertengahan bulan lalu Iwi sempat shock setelah mengetahui anaknya ada di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta, dan anaknya meminta dijemput untuk dibawa pulang. Padahal sebelumnya tidak pernah ada kabar terlebih dahulu anaknya akan pulang.”Ketemu Asmi 7 tahun lalu, kini kondisinya mengkhawatirkan, sekujur trubuhnya penuh luka bakar,”jelas Iwit.

      Asmi berangkat menjadi TKW, dilanjutkan Iwit saat berumur 13 Tahun, yakni setelah keluar dari SD, melalui PJTKI PT. Sari Wardi Agung Jakarta. Kini 7 tahun sudah berlalu, begitu pulang mendapatkan luka bakar, Iwit sangat bingung karena sejak anaknya pulang belum pernah dirawat di Rumah Sakit atau operasi lanjutan untuk penyembuhan anaknya semampunya, karena keterbatasan biaya hanya berobat di kampung melalui jasa Mantri Puskesmas.
      Asmi dan Iwit hanya berharap ada yang peduli membiayai pengobatan, juga berharap kepada pihak PJTKI yang memberangkatkannya bisa membantu biaya pengobatan, dan atau baik Pemerintah maupun Donatur peduli terhadap nasib Asmi yang malang berbaring karena luka bakar.(*).

        • Dibaca: 725 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...