Abrasi di Pesisir Karawang 100 rumah Amblas, Gerus Puluhan Rumah dan Jalan

      abrasiKARAWANG (MGO) - Abrasi di pesisr Karawang mengancam keselamatan 5 wilayah Kecamatan, pasalnya kondisinya semakin lama semakin mengganas. Sementara jani Pemkab Karawang yang akan membangun pemecah gelombang hingga kini belum juga terealiasasi.

      "Abrasi memang semakin parah dalam lima tahun terkahir. Sudah puluhan rumah tergerus. Belum lagi jalan desa yang digunakan akses warga, kini tinggal setengah dari badan jalan yang ada," ucap Marta (63), warga Desa Cemara Jaya, Kecamatan Cibuaya, Selasa (18/12).

      Dari data yang dihimpun Reporter MGO, abrasi terjadi di lima kecamatan, yaitu Kec. Cibuaya, Pedes, dan Cilebar. Tempuran dan Cilamaya Kulon, Abrasi terparah terjadi di Kec. Cibuaya yang telah menggerus sekitar lebih 50 rumah dan satu kilometer jalan selama dua  tahun terakhir. Sedangkan di Kec. Cilebar, jembatan penghubung ke Kecamatan Pedes saat ini sudah tergerus dan sekitar 100 rumah sudah amblas.

      "Kami sudah lama meminta kepada pemkab untuk membangun pemecah gelombang. Tapi bantuan yang diberikan hanya sebatas kantong pasir yang hanya membantu menahan abrasi beberapa bulan," katanya.

      Tidak hanya rumah-rumah penduduk yang terkena abrasi, ratusan hektare tambak yang berada di pesisir pantai pun terancam hilang karena abrasi. "Hampir delapan puluh persen penduduk disini sebagai nelayan dan petambak. Kalau tambak habis karena abrasi kami akan kesulitan mata pencaharian," tuturnya.

      Ketua RT Pantai Cemarajaya, Umar mengatakan jika abrasi yang terjadi di sepanjang bibir pantai sekitar Desa Cemara Jaya tidak segera diatasi secara serius, maka sejumlah kampung di sekitar Desa Cemara Jaya berpenduduk 1.500 KK itu akan tenggelam. "Saat ini saja sekitar 400 orang dari sedikitnya lima puluh rumah yang sudah teregrus, mengaku kebingungan harus tinggal dimana," katanya.

      Tidak hanya itu, Umar menuturkan abrasi di Cemara Jaya sudah menggerus sejumlah areal perkebunan dan tambak ikan. Laju abrasi di sepanjang bibir pantai Cemara Jaya mencapai sekitar 5 sampai 10 meter per tahun. Akibatnya, daratan yang tergerus air laut diperkirakan sudah mencapai 10 kilometer.

      "Tidak sedikit dari warga yang sebelumnya mempunyai tambak harus kehilangan mata pencaharian karena lahan tambaknya tergerus abrasi. Kini, kebanyakan dari korban abrasi hanya menjadi tukang ojek pengangkut hasil tangkapan nelayan," tuturnya.

      Sementara itu, Bupati Karawang, Ade Swara saat dikonfirmasi mengatakan rencana pembuatan pemecah gelombang dilakukan dengan mengajukan bantuan ke pemerintah pusat. Pengajuan sudah dilakukan sejak awal tahun, namun hingga kini belum ada kejelasan.

      "Beberapa waktu lalu perwakilan dari pemerintah pusat bahkan sudah meninjau langsung ke lokasi abrasi di Samudera Jaya. Kalau dari APBD Karawang kami terus terang saja tidak kuat. Karena membuat pemecah gelombang untuk panjang pantai yang hampir 75 km tentu membutuhkan dana yang besar," tuturnya.(*).

        • Dibaca: 769 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...