Bandar Udara dan Pelabuhan Internasional Dipastikan Bakal Dibangun di Karawang

      KARAWANG (MGO) - Kabupaten Karawang saat ini sedang menjadi sorotan dunia Internasional, karena Kabupaten Karawang bakal dijadikan kawasan industri dan wacana pembangunan Fasilitas Umum yang akan segera dibangun,  seperti Bandar Udara dan Pelabuhan Internasional.
      Dijelaskan Sekretaris Daerah Karawang Iman Sumantri, dia mendapat Informasi yang santer tersebut datang dari sejumlah pihak yang telah mendengar rencana Pemerintah Pusat untuk membangun Pelabuhan Internasional di pantai utara Karawang tepatnya di Desa Ciparage Jaya Kecamatan Tempuran Karawang, rencana itu disambut baik oleh Masyarakat Karawang dengan harapan bisa merasakan efek positif dari pembangunan ini.

      Iman membeberkan, bahwa Desa Ciparage Jaya merupakan salah satu Desa di Kecamatan Tempuran yang berada di pantai utara Kabupaten Karawang memiliki luas wilayah sebesar 325 Hektar dan sebagian besarnya berupa lahan Tambak seluas 260 Hektar. Mayoritas mata pencaharian masyarakat Desa Ciparage Jaya adalah Nelayan. Pelabuhan laut sudah disurvei kelayakannya sementara hingga pekan lalu rencana pembangunan bandara masih dirapatkan. Keberadaan kedua fasilitas itu akan makin menarik investor.

      "Otomatis pelabuhan itu memberi daya tarik. Investor melihat Karawang karena ada rencana pembangunan pelabuhan sehingga memudahkan mereka untuk membuat akses pasar ekspor. Keuntungan lainnya, kawasan industri di Karawang umumnya mempunyai akses langsung ke jalan tol. Infrastruktur beberapa kawasan di sana juga tak kalah dengan lokasi lainnya," beber Iman

      Pekan lalu di Karawang, Sekretaris Daerah Karawang Iman Sumantri mengatakan, pemerintah Kabupaten Karawang menyetujui pembangunan pelabuhan ekspor di Kecamatan Cilamaya. Pelabuhan ini akan membutuhkan lahan sekitar 300 hektar. Lahan sebanyak itu terdiri dari 150 hektar di darat dan sebanyak 150 hektar dari reklamasi pantai.

      "Rencana pelabuhan ini yang menarik investor. Akan tetapi kami juga ingin agar lahan pertanian tidak berkurang. Kami telah meminta agar jalan tol yang menghubungkan pelabuhan dengan jalan tol Jakarta-Cikampek berupaya jalan layang," kata Iman.

      Pemerintah Kabupaten Karawang juga telah menolak permintaan alokasi lahan seluas 8.000 hektar untuk kawasan industri di sekitar pelabuhan jika jadi dibangun karena akan memakan sawah irigasi teknis. Iman mengatakan, pemerintah Kabupaten Karawang telah menyarankan agar kawasan industri hendaknya dibangun di selatan Karawang yang berupa lahan marginal. Ia juga menginformasikan, sebuah bandara akan dibangun di Karawang namun kelayakannya masih dikaji.(*).

        • Dibaca: 1808 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...