Banggar DPRD Karawang Pertanyakan Minimnya APBD

      dprdKARAWANG (MGO) - Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Karawang, Jawa Barat yang sedang membahas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2011 mempertanyakan minimnya penyerapan APBD murni 2011 yang menjelang akhir tahun ini baru mencapai sekitar 30 persen.

      "Hampir semua perwakilan fraksi yang menjadi anggota Banggar DPRD Karawang mempertanyakan minimnya penyerapan APBD murni 2011 kepada pemerintah daerah dalam beberapa kali rapat pembahasan APBD Perubahan 2011," kata Ketua Banggar DPRD Karawang, Bambang Maryono, kepada Reporter MGO, Rabu (14-12-2011).

      Dilanjutkan Bambang, masing-masing perwakilan fraksi dari Banggar DPRD Karawang mempertanyakan penyerapan APBD murni 2011, karena penyerapan anggarannya hingga kini cukup minim, sekitar 30 persen. Kondisi itu mempengaruhi lambannya proses pembangunan di Karawang. Jika dilihat secara ideal, kata dia, pemerintah daerah setempat seharusnya sudah bisa menyerap anggaran minimal sekitar 60-70 persen ketika menjelang akhir tahun seperti saat ini. Atas hal tersebut, Banggar DPRD Karawang akan mengkaji secara mendalam sampai terjadi minimnya penyerapan anggaran.

      "Kami sudah meminta Pemkab Karawang menjelaskan terkait minimnya penyerapan anggaran, termasuk meminta Pemkab Karawang merumuskan kendala-kendala yang dihadapi dalam penyerapan anggaran. Hal itu berkaitan dengan pengajuan penambahan anggaran yang disampaikan pemerintah daerah,"kata Bambang.

      Tetapi sesuai dengan keterangan yang disampaikan secara lisan, ditambahkan Bambang, salah satu kendala minimnya penyerapan anggaran itu ialah karena permasalahan administrasi dan akibat lambatnya proses lelang.

      Ia mengakui pengesahan APBD murni 2011 tersebut disahkan terlambat atau baru disahkan pada Februari 2011. Tetapi Banggar DPRD Karawang menilai keterlambatan pengesahan APBD murni lalu tidak menjadi kendala berarti bagi Pemkab Karawang dalam melakukan penyerapan anggaran. "Walaupun pengesahan APBD murni 2011 itu sedikit terlambat, seharusnya tidak menjadi alasan minimnya penyerapan anggaran," kata Bambang.(*).

        • Dibaca: 692 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...