PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik

      altPANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya sejumlah LSM dan Wartawan berniat konfirmasi tak ada satupun orang yang bertanggungjawab dilokasi kegiatan.

      Hal tersebut diungkapkan oleh belasan kuli tinta yang sengaja ingin tahu kegiatan proyek Nasional tersebut. Sayangnya dilokasi kegiatan proyek Drainase di Sukamandi,Ciasem Subang baik Pimpinan proyek, pelaksana lapangan, pelaksana teknis maupun konsultan pengawas tidak ditemukan dilapangan.

      "Saya beberapa kali ke lokasi proyek sulit untuk meminta keterangan orang yang berkopenten dalam proyek tersebut, dan para pekerja hanya bisa jawab Kami tidak tahu karena hanya seorang pekerja,"ujar Eka Widaningsih dan rekan.

      Senada dengan Ketua Umum Ormas Gival, Dauscobra, bahwa apa yang dikeluhkan para kuli Tinta ada benarnya, karena pada hari kemarin, Selasa (24/10-2017) terjadi konfirmasi bersama disebabkan adanya keluhan wartawan dan LSM yang sulit menggali informasi kegiatan tersebut.

      "Kemarin Kami bersepakat untuk konfirmasi bersama, hal itu dilakukan karena sudah muak dengan perilaku para pihak kontraktor yang enggal muncul pada saat ada sosial kontrol, dan terkesan seperti mengejakan proyek uang sendiri,"ujar Dauscobra.

      Karena para pihak, dilanjutkan Dauscobra, seperti Pimpinan proyek, pelaksana lapangan, pelaksana teknis maupun konsultan pengawas sulit dijumpai bahkan ada informasi dari sejumlah pekerja mengatakan barusan ada akan tetapi ketika dicari sudah menghilang tak tampak batang hidungnya.

      "Diharapkan kepada SM.K3, PPK dan Satker agar segera memberikan sangsi kepada Kontraktor, apabila SM.K3, PPK dan Satker tidak berani menindak Kontraktor berarti sama saja melindungi kontraktor nakal dan tertutup,"harap Dauscobra.

      Kondisi pekerjaan dilapangan, yakni adanya pengangkutan tanah galian oleh pihak ketiga yang dijual ke masyarakat senilai mulai dari Rp.250 s/d Rp.300ribu per mobil. Pekerjaan pengerukan galian Drainase merusak TPT yang telah lama dibangun, pemasangan Drainase ada yang menggunakan material beton diragukan uji lab-nya, ada juga yang menggunakan U-Ditch, dan pemasangan slub penutup manual yang diragukan uji lab-nya. Pemasangan U-Ditch tidak di Lot (bentangan benang) sehingga elepasinya tak jelas yang mengakibatkan air menggenang tak mengalir menuju pembuang, pemasangan U-Ditch ada yang tak gunakan LC (lantai kerja) dan diduga korup material.

      Nah hal tersebut diatas siapa yang wajib memberikan keterangan, dan kalau para pihak yang kompeten dibidangnya tidak ada yang memberikan keterangan siapa yang disalahkan, wartawan yang memberitakan asal tulis, atau yang konpeten tak ada yang mau dikonfirmasi, sedangkan fakta pekerjaan yang bicara.(*). 

        • Dibaca: 162 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...