PANTURA (MGO) - Yang lalu 7 Pernyataan Omdo (omong doang) GM PT.SHS KR.1 Sukamandi, kali ini tambah satu, yakni H.Rosidi sesumbar mampu memproduksi padi 10 ton pada kenyataannya hanya 5,9 ton bahkan ada yang gagal panen.
Sesumbarnya GM PT.Sanghyang Seri KR.1 Sukamandi, H.Rosidi tidak ada yang bisa memberikan jawaban, bahkan GM nya sendiri sulit untuk ditemui dan bahkan terkesan menghindar dari kontrol sosial, baik kontrol dari LSM/Ormas maupun wartawan. Sesumbar dimaksud bahwa H.Rosidi mampu menggiring petaninya tuk produksi 10 ton/ha, namun pada kenyataannya hanya 5,9 ton/ha, itupun dipertanyakan kebenarannya.
Hasil tani padi 5,9 ton/hektar berada di lahan swakelola, saat itu yang dipanen menteri BUMN, dari produksi 5,9 ton banyak yang mempertanyakan,"Masa sih dapat 5,9 ton/ha, padinya saja kena hama kresek, kalau pun benar berarti target 10 to/ha omong kosong atau GM H.Rosidi Omong doang alias Omdo,"ujar sejumlah petani yang berhasil diyakinkan MGO.
Demikian pula dikatakan Sekretaris Jenderal Ormas Gival, Harmansyah, SH. bahwa yang dipanen oleh menteri BUMN di sawah swakelola PT.SHS atas demo Badan Atom dan Nuklir (Batan) hasil produksinya sangat buruk, bahkan bisa dikatakan padi obot-obot (padi jelek) masih bagusan hasil padi di kampung, artinya sesumbar GM tak terbukti, 5,9 ton/ha perlu pembuktian dengan analisa yang benar jangan hanya omong doang.
Bahkan puluhan hektar yang dikelola PBS gagal panen, sesuai yang terkuak dilokasi sawah PBS ditemukan padi tak berisi ada dilokasi PBS dengan kondisi padi dan daun menjorok keatas tanpa berisi alias gabuk karena terjangkit penyakit kresek.
"Yang lalu GM Sanghyang Seri ada 7 pernyataan omong doang, kini tambah satu menjadi 8 Omdo, artinya 8 pernyataan H.Rosidi tak terbukti dan perlu memperbaiki ucapannya dan jangan asal jeplak ketika memberikan pernyataan,"jelas Harmansyah, sambil menguraikan 7 Omdo lainnya.
OMDO 1. Pada awal tugasnya bulan Desember 2012 General Manager Sanghyang Seri (Persero) Kantor Regional 1 Sukamandi, H.Rosidi dihadapan petani menjanjikan akan segera membayar padi hasil panen petani asalkan petani membuat Rekening dulu, apabila petani telah memiliki Rekening uangnya pasti ada dan silahkan ambil di Bank. Namun setelah sejumlah petani mengurusi dan mendapatkan Rekening Bank, pada saat mengambil uang ternyata Rekeningnya kosong alias uangnya belum ada, bahkan hingga sampai saat ini (April) masih ada petani yang belum dibayar, berarti OMDO 1;
OMDO 2. Masih pada bulan Desember 2012 GM SHS KR.1 Sukamandi, H.Rosidi pun berjanji panen MT 2012-2013 (mulai panen Januari) akan dibayar dalam waktu satu bulan, namun hingga kini (April) belum ada pembayaran, berarti OMDO 2;
OMDO 3. Sekira Tanggal 4 Januari 2013 GM SHS KR.1 Sukamandi, H.Rosidi bertemu muka dengan Ketua Umum Ormas Gival disaksikan oleh dua orang karyawannya di RM.Hilda Gempolsari, H.Rosidi berjanji akan membalas surat Ormas Gival namun hingga sampai saat ini tidak pernah ada jawaban, berarti OMDO 3;
OMDO 4. Masih pada Tanggal 4 Januari 2013 GM SHS KR.1 Sukamandi, H.Rosidi berjanji akan menyelesaikan pembayaran padi hasil panen petani dalam waktu 1 minggu ternyata tidak terbukti, berarti OMDO 4;
OMDO 5. Pada hari Senin tanggal 28 Januari 2013 GM SHS KR.1 Sukamandi, H.Rosidi ketika dipanggil komisi B di ruang Panggar DPRD Subang, H.Rosidi berjanji dalam waktu 1 minggu akan melunasi pembayaran padi hasil panen petani juga tidak terbukti, berarti OMDO 5;
OMDO 6. Masih pada hari Senin tanggal 28 Januari 2013 GM SHS KR.1 Sukamandi, H.Rosidi dihadapan komisi B DPRD Subang berjanji pada hari Selasa 29 Januari 2013 akan menanda tangani MOU dengan Investor penyandang dana namun itu pun tidak pernah terjadi, berarti OMDO 6;
OMDO 7. Pada awal bulan Maret 2013 GM SHS KR.1 Sukamandi, H.Rosidi akan melelang padi sekira 1.070 ton namun belum ada ketentuan/rekomendasi dari Direksi telah menerima DP sebanyak Rp.400.000 dari Bandar/tengkulak padi, pada kenyataannya padi tidak bias diangkut karena belum ada ijin dari pihak DIreksi/PT.SHS Pusat Jakarta. Yang kemudian menjadi persoalan dan bahkan hampir terjadi keributan yang disebabkan padi belum ada legal formal pelelangan namun telah ditawarkan dan menerima DP, berarti OMDO 7.
OMDO 8. Sesumbar produksi padi 10 ton pada kenyataannya hanya 5,9 ton per hektar meskipun pendapatan ini juga dipertanyakan karena padi berpenyakit kresek bisa produksi sebarat itu. disisi lain produksi padi ada yang dapat setengahnya dan dilokasi PBS yang kelolanya para teknologi padi malah gagal Panen alias padinya tak panen karena terkena hama kresek. Namun ada petani kerjasama gagal panen malah diklaim habis-habisan bahkan diancam dan ada upaya pencabutan lokasi sawahnya.
"Yang PBS gimana ? dicabut atau akan di modal-in terus, terus mungkinkah akan terjadi Omdo-omdo yang lainnya, semoga saja tidak mesti terjadi Omdo lagi...!!!,"ucap Harmansyah.(*).
PURWAKARTA (MGO) - Dewan Pimpinan Distrik (DPD) LSM GMBI Purwakarta desak DPRD Purwakarta merekomendasi kepada pemerintah pusat agar diturunkan bendera GAM di Aceh dan gantikan dengan bendera Merah Putih.
SUBANG (MGO) - Harapan Nenden Heryani (35) harus berahir dengan suka duka keluarganya, pasalnya selama sekira 1,5 tahun di Singapura Nenden tewas dari lantai enam rumah majikannya.

