Faros sebagai Benteng Moral Pelajar

altSUBANG (MGO) - Anggota Rohani Islam (Rohis) merupakan potensi untuk membina pemikiran generasi, khususnya kalangan pelajar supaya selaras dengan aturan agama Islam yang diajarkan.

“Sehingga anggota Rohis yang terdiri dari pelajar tidak terpengaruh aliran radikal, sekuler dan budaya barat yang masuk ke Indonesia,” ujar Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Subang, Dr. H. A. Sukandar, M.Ag dalam sambutan Pelantikan Pengurus Forum Aksi Rohis (Faros) SMA/K/MAN Se-Kabupaten Subang, Selasa (10/5/2016) di Aula Kemenag Kab Subang.

Sementara itu dikatakan oleh Pembina Faros Subang yang juga alumni Rohis SMAN 1 Subang dan IPDN, Wawan Gunawan, S.STP, Rohis atau IRMA merupakan salah satu bentuk kegiatan ekstrakulikuler keislaman di sekolah dibawah Organisasi Siswa Intra sekolah (OSIS) yang sejajar dengan organisasi pelajar lainnya seperti Pramuka, Paskibra dan Palang Merah Remaja (PMR).

“Ditengah kondisi perilaku remaja dan pelajar yang penuh penyimpangan terhadap nilai-nilai Agama Islam, keberadaan Rohis memberikan warna baru di sekolah khususnya bagi pelajar,” jelas Wawan disela-sela usai pelantikan.

Kegiatan Rohis, kata Wawan tidak sebatas di mesjid saja, semangatnya diharapkan bisa menjadi pelopor kabaikan dan prestasi di tempat dia tinggal.

Bahkan aksi yang dilakukan oleh aktifis Rohis merupakan sinergi antara kegiatan akademis, pembinaan talenta (bakat), kerohanian dan semangat kebangsaan. Keberadananya merupakan upaya menjaga kehidupan pelajar fokus dalam belajar dalam bingkai nilai Islam luhur.

Maka dari itu banyak alumni Rohis, lanjutnya seringkali memiliki kelebihan akademis.

“Bahkan alumni Rohis banyak yang melanjutkan studi di luar negeri seperti Jepang dan Belanda,” imbuhnya.

Acara pelantikan dihadiri puluhan pelajar SMA, SMK dan MAN. Pelantikan berdasarkan Surat Kebutusan (SK) Bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kab Subang Nomor 421/120-disdik/2016 dan Nomor 388 tahun 2016 tanggal 2 mei 2016 tentang Susunan Pengurus Forum Rohis SMA/SMK/MA Tingkat Kab subang Periode 2016 - 2017.

Adapun Susunan Pengurus ialah: Ketua Ghiyas M. Ghifar (SMAN 1 subang), Wakil Ketua I Rizal (SMKN 1 subang), Wakil I Ismu Alfi (SMAIT Asyifa Sbg) dibantu 4 orang Pengurus Bidang.(*).

 

Kadisdik, Guna Menumbuhkan Minat Baca Terkendala Anggaran

altSUBANG (MGO) - Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Subang, HE. Kusdinar untuk menumbuhkan kembangkan minat baca buku dikalangan warga Subang terkendala oleh anggaran. anggaran untuk menyediakan buku kurang memadai  .

“Kesulitannya untuk menyediakan buku anggarannya tidak memadai,”ujar Kadisdik kepada wartawan.

Sedangkan, dilanjutkan Kadisdik, bahwa sesuai dengan Peraturan Bupati Subang No. 23 tahun 2015 tentang Gerakan Jam Wajib Belajar Malam Hari Efektif akan menumbuhkan siswa untuk gemar membaca. Namun dengan terkendala anggaran tersebut Peraturan Bupati tersebut belum bisa dilaksanakan.

Padahal gerakan untuk meningkatkan kegemaran minat membaca agar siswa lebih akan berkembang lagi pengetahuannya dengan sering membaca. Sesuai dengan hasil penelitian menunjukkan sekira 3,5% siswa yang telah benar-benar gemar membaca. 

”Sebanding dengan seribu siswa yang telah gemar minat baca hanya 35 anak saja. Terlebih Menteri Pendidikan mengumumkan bahwa anak gemar membaca nilainya hanya berkisar 1%,saja,”ucapnya.

Dengan demikian, ditambahkan Kadisdik, bahwa untuk mengupayakan percepatan meningkatnya minat baca tentunya harus tersedianya buku bacaan telah dianggarkan sekira Rp.1 milyar untuk tingkat dasar, dan untuk tingkat menengah dianggarkan sekira Rp.1 milyar juga.(*).

 

Kepsek Minta Muridnya Dapat BSM Semua

altCIANJUR (MGO) - Diharapkan pemerintah bisa memberikan dan BSM kepada seluruh murid di SDN.Cibinong 2, pasalnya dari rata-rata penghasilan orang tuanya cukup minim namun semangat sekolah anak-anaknya cukup tinggi.

Hal tersebut diungkapkan Kepala SDN.Cibinong 2, Hj.Nur'aidah, SPd. ketika dikonfirmasi diruang kerjanya oleh Reporter MGO, Kamis (18/11-2015). Alasan seluruh murid untuk mendapatkan dana bantuan siswa miskin (BSM) bertujuan untuk menghilangkan halangan siswa miskin berpartisipasi untuk bersekolah, yang mana sebanyak 150 jumlah murid yang ada disekolahnya orang tuanya tidak memiliki pekerjaan tetap sehingga keteter untuk menunjang biaya sekolah anak-anaknya.

"Memang benar untuk proses KBM telah terbantu dengan anggaran dana BOS, namun diluar KBM orang tua keteter untuk memenuhi kebutuhan sekolah, seperti untuk jajan anak, pengadaan buku, dan membeli pakaian,"ujar Nur'aidah.

Rata-rata, dilanjutkan Nur'aidah, penghasilan sehari-hari orang tua murid cukup minim, mereka hanya bekerja serabutan, sehingga semangat untuk menyekolahkan anaknya terganggu, walaupun pada ahirnya semua anak usia sekolah bisa menikmati bangku sekolah.

"Alangkah baiknya, demi optimalisasi belajar anak, kiranya pemerintah memberikan dana BSM kepada seluruh siswa yang kategorinya pastas menerima,"jelasnya.(*).

 
                  

Berita Terbaru

Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...