Isi Hari Pahlawan BEM Unsub Adakan Gelar Bakat Intelektual

SUBANG (MGO) - Mengisi Hari Pahlawan, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Subang cabinet Pembaharu memanifestasikan semangat kepahlawanan berupa Gelar Bakat Intelektual Kompetisi Debat Mahasiswa Antar Jurusan Universitas Subang dan Dialog Kepemudaan dalam tema menumbuhkan semangat pemuda untuk menjadi pahlawan bangsa.

Menurut Presiden BEM Unsub, Dimas Sundarwanto, bahwa mahasiswa sebagai instrument penting dalam agent perubahan dan pembaharu sudah seharusnya mengekspresikan moment Sumpah Pemuda dan hari pahlawan dalam sebuah budaya intelektual.  Budaya intelektual tersebut menjadi identitas mahasiswa sebagai upaya mempertahankan nilai-nilai luhur peradaban bangsa.

“Setiap masa ada pahlawannya dan setiap pahlawan ada masanya. Identitas jiwa kepahlawanan mahasiswa adalah salah satunya dibentuk dari aspek wawasan dan kualitas keilmuan yang mapan dengan mampu menawarkan solusi cerdas untuk meretas persoalan bangsa.” Ungkap presiden BEM Universitas Subang Dimas Sundarwanto.

Maka memperingati moment Hari Pahlawan, dilanjutkan Dimas, yang mana Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Subang cabinet Pembaharu memanifestasikan semangat kepahlawanan berupa Gelar Bakat Intelektual Kompetisi Debat Mahasiswa Antar Jurusan Universitas Subang dan Dialog Kepemudaan dalam tema menumbuhkan semangat pemuda untuk menjadi pahlawan bangsa. Kegiatan tersebut lahir dari program kerja Menteri Internal kampus dan Menteri Penelitian dan Pengembangan juga mendapat respon baik serta dukungan penuh dari pasundan expres sebagai salah satu media cetak di subang yang selalu aktif mengawal perkembangan kaum intelektual.

Acara yang berlangsung dua hari terhitung tanggal 8-9 November 2013 tersebut dengan penuh antusias diikuti oleh sebanyak 12 tim yang didelegasikan oleh setiap jurusan-jurusan yang ada di Universitas Subang. 12 tim yang menjadi peserta diantanranya adalah dari Jurusan Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Arsitektur, Administrasi Publik, Administrasi Keuangan, Administrasi Bisnis, Sistem Informatika, Ilmu Komunikasi, Hukum, Pertanian, Bahasa Inggris, dan Matematika. Masing-masing tim yang terdiri dari tiga orang mahasiswa tersebut berkompetisi beradu wawasan dan argumentasi membahas wacana maupun problematika yang berkembang dalam lingkup Universitas Subang, Kabupaten Subang, dan juga lingkup nasional. Berlangsungnya kompetisi debat dikawal oleh dewan juri yang di undang dari beberapa tokoh-tokoh berkompeten di kabupaten subang diantaranya Drs.H.Makmur Sutisna WD, MM.Pd dari Civitas Akademika Universitas Subang, Lukman Nurhakim, S.I.Kom selaku Pimpinan Redaksi Pasundan Ekspress, dan Yanu Endar Prasetyo, M.Si dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). “Acara ini adalah titik tolak menstimulus semangat mahasiswa agar kembali membangun budaya diskusi wacana-wacana intelektual, mempertajam daya analisis, dan membentuk mental mahasiswa yang kritis dalam menyikapi suatu persoalan.” Tegas Fina Nafilah Menteri Internal Kampus didampingi Eful Khaerudin selaku Menteri Penelitian dan Pengembangan BEM Universitas Subang

Dihari pertama acara babak penyisihan, setiap tim begitu antusias berkompetisi hingga lolos lima tim unggul dari Administrasi Publik, Ilmu keguruan dan pendidikan Matematika, Ilmu keguruan dan pendidikan Bahasa Inggris, Ilmu Komunikasi, dan Hukum. Dihari kedua sebelum babak semifinal dan final berlangsung, diadakan pula

Masuk ke babak semifinal dan grand final dengan persaingan yang lebih ketat membuat dewan juri cukup kesulitan dalam penilaian. Meski demikian dengan akumulasi penilaian tiga dewan juri didapatlah hasil Administrasi Publik berhasil menjadi juara pertama, disusul Ilmu keguruan dan pendidikan Matematika di posisi kedua, dan posisi ketiga diraih oleh mahasiswa ilmu komunikasi. Pasca kegiatan mahasiswa-mahasiswa Universitas Subang berharap budaya-budaya intelektual tersebut dapat dipertahankan dan level analisa kritis mahasiswa dapat meningkat hingga lebih mempertegas identitas mahasiswa.

“Kompetisinya sungguh luarbiasa, kalah menang tidak penting yang jelas semoga setelah acara ini selesai budaya diskusi di Universitas Subang dapat dipertahankan sebagai upaya mendongkrak wawasan kita dan mempertahankan ciri khasnya mahasiswa” pungkas ketua pelaksana kegiatan Katam Nugraha.

Selain kompetisi debat, diadakan pula dialog interaktif membahas mengenai tema kegiatan yang langsung dihantarkan materinya oleh Lukam Nurhakim, S.I.Kom dan Yanu Endar Prasetyo, M.Si. Acara dialog pun dihadiri oleh beberapa BEM dan Mahasiswa sekabupaten subang diantaranya BEM STKIP dan STMIK Subang, BEM STIESA, dan Senat Akademi Kebidanan Bhakti Nugraha Subang. Bahkan Kapolsek Kota Subang Komisaris Solikhin, SH juga sempat menyampaikan apresiasinya mengenai acara tersebut sebagai ungkapan motivasi dan himbauan agar mahasiswa tidak terjebak dalam budaya yang negatif.(*).

 

Pelepasan Atlit POR IX Provinsi Jawabarat

SUBANG (MGO) - Pemerintah Kabupaten Subang melepas 75 orang yang terdiri dari 67 oramg atlit dan 8 manajer untuk mengikuti Pekan Olah Raga Pemerintah Daerah (POR Pemda) ke-9 Tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2013.

Pelepasan dilaksanakan secara simbolis oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kab Subang, Drs. H. Abdurakhman, M.Si yang didampingi Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga, Drs. Aries Witarsyah pada kesempatan Apel Pagi di halaman Kantor Bupati Subang, Senin (21/10/2013).

Sekda mengharapkan dengan mengikuti POR Pemda ini bisa meningkatkan prestasi olahraga PNS Subang untuk tampil di tingkat Jawa Barat. Walaupun fokus utama adalah meningkatkan jalinan silaturahim antar sesama PNS di lingkungan PNS Jawa Barat, tetapi bila sudah di lapangan harus berjuang dengan sepenuhnya untuk meraih prestasi,” kata Sekda. Dengan begitu bisa memberikan nilai tambah dibidang prestasi olahraga. Dengan olahraga tubuh akan menjadi sehat seiring akan meningkatkan kinerja.

Hal senada disampaikan oleh Aries sebenranya atlit-atlit Pegawai Negeri Subang memiliki potensi yang diandalkan yaitu cabang olahraga senam. “(Atlet) Senam kita pernah menang (di POR Pemda). Untuk tahun ini saya berharap kita dapat kembali memperoleh kemenangan,” jelas Aries. Selama ini, lanjut Aries, potensi olahraga didominasi oleh atlit Provinsi, Kota Bandung dan Kabupaten Bandung. Pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin agar Subang bisa meraih lebih banyak prestasi di cabang-cabang olah raga lainnya.

Kegiatan akan berlangsung di Kabupaten Cianjur dari tanggal 21 sampai 25 Oktober 2013. Atlit Kabupaten Subang akan mengikuti 8 cabang olahraga, yaitu bola voly, tenis, tenis meja, senam, gerak jalan, catur bulu tangkis dan futsal. Dari 11 cabang olah raga yang dipertandingkan.(*).

 

Antisipasi Gulung Tikar, Fakultas Unsub di Merger

SUBANG (MGO) - Antisipasi kebangkrutan sejumlah Fakultas Universitas Subang (Unsub) Jawabarat, di Merger. Namun merger tersebut tidak akan mempengaruhi program pendidikan, dan tidak ada yang dirugikan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Rektor Universitas Subang, Muslihat pada saat dikonfirmasi didepan pintu ruang kerjanya, Rabu (18-09-2013). Kata Muslihat di mergernya Unsub karena mengalami kerugian mencapai Rp 600 s/d 700 juta pertahunnya, sebagai antisipasinya sejumlah Fakultas yang ada di Universitas Subang akan di merger dengan pertimbangan untuk menyelamatkan Unsub dari Kebangkrutan.

Muslihat pun menjelaskan, banyak faktor yang menyebabkan fakultas di Unsub di merger diantaranya bertujuan untuk kesehatan Prodik (Program Pendidikan), kesehatan eksistensi dan efesiensi prodik. Adapun merger dilakukan pada sejumlah fakultas yang dianggap sudah mapan, seperti fakultas tekhnik Komputer, Fakultas pertanian, dan Fakultas tekhnik, yang mana Fakultas tekhnik Komputer menjadi leadernya.

”Meskipun di merger Prodik tidak akan hilang, dan tidak ada yang dirugikan dengan, dan Senat UNSUB sudah memutuskan untuk melaksanakan merger beberapa Fakultas pada minggu yang lalu sekira tanggal 3-4 september 2013,”jelas Muslihat.

Dilanjutkan Muslihat, secara prinsif Unsub berada dibawah naungan Yayasan Kuta Waringin yang merupakan milik Pemda Subang, akan tetapi sampai saat ini Pemda Subang belum memberikan anggaran rutin kepada Unsub, adapun memberikan bantuan hanya sekedar bantuan saja, bahkan hal seperti itu dialami sejak semasa Bupati Rohimat sampai pada pemerintahan Bupati Ojang Sohandi.

"Secara otomatis adanya merger akan ada pengurangan karyawan dan tenaga pengajar akan tetapi perosentasinya masih kami hitung,”ujar Muslihat.

Sementara itu Ketua Yayasan Kuta Waringin Subang H.Komir Bastaman,saat dikonfirmasi via sms dirinya belum bisa menjelaskan secara gamblang mengenai merger tersebut,namun pihaknya mengarahkan untuk menemui Ketua Senat atau Sekretaris Senat Unsub.

”Masalah merger kewenangan rapat Senat,saya sebagai anggota sempat menanyakan alasannya,rapat memutuskan esensinya untuk penyelamatan agar Unsub tidak gulung tikar,untuk lebih jelasnya temui Ketua senat atau Sekretaris Senat,”Pungkas Komir.(*).

 
                  

Berita Terbaru

Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...