Diduga Kuat LP Kepala SMPN 2 Ciasem Hanya Menggertak Ketum Ormas Gival

PANTURA (MGO) - Diduga kuat pengakuan Laporan Polisi (LP) Kepala SMPN 2 Ciasem di Polres Subang, Jawabarat pada hari Sabtu, 28-12-2013 hanya menggertak Ketua Umum Ormas Gival, pasalnya setelah di cek LP dimaksud tidak ada.

Hal itu diketahui setelah MGO konfirmasi dengan mengirimkan pesan singkat kepada Kanit 1 Polres Subang, Kasat Reskrim Polres Subang, dan kepada Kapolres Subang. Jawaban dari Kapolres Subang melalui Kanit 1 Polres Subang bahwa Kepala SMPN 2 Ciasem tidak ada laporan ke Polres Subang,"Maaf sampai saat ini Saya belum tahu ada LP tentang laporan itu (LP Kepsek-red) karena Saya belum baca laporan itu,"jelasnya.

Ketua Umum Ormas Gival, Pirdaus B.Ns. memuji keberanian Kepala SMPN 2 Ciasem, telah melaporkankan dirinya gara-gara SMS kepada Kadisdik Subang soal persoalan suap menyuap. namun keberanian  Kepala SMPN 2 Ciasem hanyalah keberanian kosong, karena Kepala SMPN 2 Ciasem tidak berani seperti omongannya. bahkan ketika Kepala SMPN 2 Ciasem di SMS agar mempertanggungjawabkan perbuatannya yang dianggap telah menakut-nakuti seseorang menjual nama baik Polres Subang.

Saya harapkan pihak Polres untuk mengusut atas tindakan Kepala SMPN 2 Ciasem yang telah mencatut nama Polres Subang untuk menakut-nakuti Saya."ujar Pirdaus B.Ns. yang akrab dipanggil Dauscobra.

Dauscobra mengingatkan kepada Kepala SMPN 2 Ciasem, kalau mau menakut-nakuti jangan kepadanya, namun harus lebih sering menakut-nakuti nakan didiknya dan orang tua wali murid agar bisa membayar pungli penyediaan soal prediksi Ujian Nasional yang senilai Rp.200 ribu per murid kelas IX. Disayangkan pula, bahwa Kepala Sekolah pada saat rapat orang tua siswa dalam kesempatan pembagian buku laporan pekan lalu, bahwa uang senilai Rp.200 ribu bukan saja untuk penyediaan prediksi soal UN akan tetapi uang senilai itu akan dicanangkan untuk memberi kepada Wartawan dan LSM yang datang ke sekolahnya.

"Kalau memang uang pungutan liar senilai dua ratus ribu rupiah untuk kepentingan siswa enggak jadi, namun harus disesuaikan dengan penyediaan uang BOS dan mesti dilengkapi dengan rencana kerja atau RAB yang bisa dipertanggungjawabkan,"ujar Dauscobra.

Sedangkan Kepala SMPN 2 Ciasem, H.Ahmad Rizal Harahap, M.Si. ketika dikonfirmasi terkait pelaporannya kepada Kepolisian Resort Subang, sampai berita ini diturunkan Ahmad Rizal masih bungkam yang terkesan tidak bertanggungjawab atas perilakunya yang tidak mencerminkan seorang Kepala Sekolah yang mestinya menjadi figur seorang pengajar, pendidik, dan pembina siswanya yang bisa mencerminkan tut wuri handayani.(*).

 

Kepsek SMPN 2 Ciasem Melaporkan Ketum Ormas Gival ke Polres Subang

PANTURA (MGO) - Tidak terima dilaporkan kepada atasannya, Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Ciasem, Subang, Jabar melaporkan Ketua Umum Ormas Gival kepihak Kepolisian Resort (Polres) Subang, Sabtu, 29-12-2013.

Akan tetapi ketika Kepala SMPN 2 Ciasem, H.Ahmad Rizal Harahap pada saat dikonfirmasi mengenai kebenaran laporannya, sampai saat ini Kepsek tersebut masih bungkam tidak mau menyebutkan Nomor Surat Tanda Pelaporan (STPL) dari Polres Subang, demikian pula ketika ditanya persoalan apa yang dilaporkan, dan Ketua Umum Ormas Gival dikenakan pasal berapa.

Menurut informasi yang diperoleh dari berbagai sumber, baik dari masyarakat maupun dari anggota Ormas Gival wilayah Kecamatan Ciasem, bahwa Kepsek SMPN 2 Ciasem melaporkan Ketua Ormas Gival ke Polres Subang karena Ketua Ormas Gival dinilai telah mencemarkan nama baiknya karena telah melaporkan persoalan dugaan suap menyuap yang dilakukan oleh Kepsek SMPN 2 Ciasem kepada seorang rekrutmen PNS yang mengaku pegawai pemerintah pusat.

Dijelaskan anggota divisi ekonomi dan kemitraan Ormas Gival, Jiin R, bahwa Kepala SMPN 2 Ciasem yang semula meminta dikomunikasikan dengan Ketua Ormas Gival tentang maksud dan tujuannya melaporkan dirinya kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Subang. Namun ketika komunikasi sedang dilakukan tiba-tiba Kepala SMPN 2 Ciasem tidak mau diganggu dulu karena sedang di BAP di Polres Subang."Tutup dulu teleponnya karena Saya sedang di BAP di Polres Subang, nanti kalau sudah selesai Saya telepon balik,"ujar Kepala SMPN 2 Ciasem di ulang Jiin.

Menurut Ketua Umum Ormas Gival, Pirdaus B.Ns. dengan terang-terangan mengakui tindakannya yang telah melaporkan Kepala SMPN 2 Ciasem kepada Kadisdik Kab.Subang. namun tidak ada maksud sedikit pun untuk mencemarkan nama baik seseorang (Kepala SMPN 2 Ciasem ). Pirdaus melaporkan Kepala SMPN 2 Ciasem kepada Kadisdik dengan maksud agar Kepala SMPN 2 Ciasem agar di tegur dan di kroscek kebenarannya oleh Kadisidik. Adapun SMS Pirdaus sampai ke nomor telepon Kepala SMPN 2 Ciasem Pirdaus tidak mengakuinya telah mengirimkan SMS kepada Kepala SMPN 2 Ciasem.

"Saya tidak pernah mengirimkan SMS kepada Kepala SMPN 2 Ciasem, adapun Kepala SMPN 2 Ciasem melaporkan Saya karena tidak terima dilaporkan kepada atasannya silahkan saja, karena itu hak Kepala SMPN 2 Ciasem,"jelas Pirdaus B.Ns. yang akrab dipanggil Dauscobra.

Sayangnya, dijelaskan Dauscobra, setelah di cek ke Mapolres Subang melalui pesan singkan yang dikirimkan kepada Kanit 1, Kasat Reskrim dan Kapolres Subang, ternyata yang namanya H.Ahmad Rizal Harahap sebagai Kepala SMPN 2 Ciasem tidak ada melaporkan perkaranya ke Polres Subang.

"Insya Allah setelah jajaran Polres Subang sukses dalam pengamanan penjagaan dan pengaturan (Gatur) lalulintas menyongsong tahun baru saya akan datang langsung ke Polres Subang untuk mencek kebenaran atas laporan tersebut. Jika hal itu tidak benar, Saya akan melaporkan Kepala SMPN 2 Ciasem yang dianggap telah menakut-nakuti saya melalui institusi kepolisian Resort Subang,"jelas Dauscobra.

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Subang, Drs.H.Kusdinar, M.Pd ketika dikonfirmasi melalui ponselnya tidak tahu apabila Kepala SMPN 2 Ciasem melaporkan Ketua Umum Ormas Gival ke Mapolres Subang,"Tidak tahu Us, Saya belum mendapat informasi dari yang bersangkutan,"jawab Kadisdik.(*).

 

Aksi Puluhan Mahasiswa Mendapat Tindakan Represif Oknum Polisi

SUBANG (MGO) - Aksi unjuk rasa puluhan aktivis dari Aliansi Gerakan Mahasiswa Kabupaten Subang warnai prosesi pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Subang mendapat perlakuan represif dari oknum Polisi, Kamis (19-12-2013).


Dalam orasinya puluhan aksi meneriakan sejumlah tuntutan, dan tuntutan tersebut merupakan bentuk peringatan bahwa Bupati Subang dan wakilnya dalam satu periode kedepan harus amanah dalam menjalankan tanggung jawabnya. Diharapkan dalam membangun Kabupaten Subang, Bupati dan wakilnya sebagai tampuk pimpinan pemerintah Subang harus bersinergis dan bekerjasama dengan semua elemen masyarakat termasuk mahasiswa. Teriakan Mahasiswa semakin lantang dan berkomitmen akan mengawal penuh berjalannya pemerintahan yang baru agar kebijakannya mengarah pada kesejahteraan rakyat.


Pelaku aksi yang tujuannya akan menyampaikan aspirasinya langsung ke hadapan Bupati namun mereka terhenti di perempatan jalan depan gedung Wisma Karya karena mereka tertahan oleh Barigade pengamanan yang cukup ketat, bahkan di lokasi kejadian sempat terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dengan aparat kepolisian. Meskipun puluhan mahasiswa berusaha menerobos barikade menuju arah Pemkab Subang tak terlaksana karena dihadang ratusan petugas pengaman pelantikan.

Dalam aksi tersebut mahasiswa yang sempat berusaha membakar ban bekas dicegah dengan tindakan represif oleh petugas kepolisian. Salah satunya salah seorang mahasiswa STKIP Subang mendapat perlakuan kekerasan saat berorasi. “Saat salah satu mahasiswa  akan berusaha membakar ban ditengah jegalan aparat, entah apa alasannya rekan saya yang sedang berorasi dirangkul bagian lehernya dari belakang dan ditarik paksa oleh salah satu aparat kepolisian,” ungkap Teguh Ibnu Nuryana selaku Koordinator Lapangan. Beruntung aksi tersebut segera dilerai.


Dalam aksinya, mahasiswa menyuarakan lima tuntutan. Kelima tuntutan itu adalah mendesak pemerintahan baru merealisasikan janji –janji politik yang pro rakyat, komitmen pendidikan untuk membangun fasilitas layak serta meningkatkan kualitas universitas dan perguruan tinggi di subang, berantas praktek KKN, reformasi birokrasi dan transparansi anggaran.


"Kami akan menagih tuntutan tersebut dalam 100 hari masa kepemimpinan. Kemudian jika tidak ada perbaikan signifikan dalam kurun waktu 1 tahun, kami akan mengerahkan mahasiswa dan mengajak rakyat Subang untuk memaksa Bupati turun dari jabatannya," tegas Presiden BEM Unsub Dimas Sundarwanto.(*)

 
                  

Berita Terbaru

Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...