Bupati Lepas Kontingen dan Serahkan Bantuan dan Reward

SUBANG (MGO) – Paska upacara Peringatan Hari Korpri ke-43 Bupati Subang melakukan penandatanganan Prasasti Leuit dan Prasasti Sisingaan menjadi monumen Kota Subang yang berada di Pasirkareumbi dan Pusat Kota.

Selanjutnya secara simbolis melepas Kontingen Pekan Olah Raga (POR) Pemda dengan 3 cabang olahraga yaitu Olahraga Gerak Jalan, Olahraga Bola Voly dan Olahraga Bola Basket.

Disusul dengan menyerahkan 20 unit kendaraan ambulance kepada 20 puskesmas yang secara simbolis diserahkan 3 unit kepada Puskesmas Serangpanjang, Puskesmas Mandalawangi dan Puskesmas Jatireja. Kemudian menyerahkan Penghargaan BPJS Kesehatan kepada: Rumah Sakit Mekar Arum sebagai Fasilitas Kesehatan Tertib Administrasi, Penghargaan Tim Jaminan Kesehatan Nasional kepada Tim Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kab Subang, Puskesmas Terbaik Juara I kepada Puskesmas Sukarahayu dan Klinik Terbaik kepada Klinik Korpri. Bupati pun menyerahkan hadiah sebuah pesawat televisi kepada Wajib Pajak Perusahaan dan Pribadi Teladan PBB dan BPHTB tahun 2014 yang diberikan kepada: PT. Taekwang, PT. Multibreeder Indonesia, PT. Pungok, Sohibudin, SH, Fera Churaera, SH.

Pemberian Hadiah Lunas Pembayaran PBB kepada 10 desa, yaitu: Desa Darmaga, Desa Mayang, Desa Cigadog, Desa Cimanggu Kec Cisalak, Desa balebandungjaya Kec Pabuaran, Desa Psanggarahan, Desa Sukamelang Kec Kasomalang, Desa Wanajaya, Desa Mariuk Kec Tambakdaha, Desa Kawungluwuk Kec. Tanjungsiang. Masing-masing mendapatkan sepeda motor.

Kemudian Bupati bersama Jajaran Muspida mengunjungi pameran yang diisi oleh stand instansi pemerintah dan mitra swasta, yaitu: Rumah Sakit Mekar Arum, Pemeriksaan Gula Darah oleh di stand Dinas Kesehatan, Kalbe Farma, Asuransi Kesehatan (Askes), Dharma Wanita Persatuan Kab Subang, Busana Muslim, Stand XL dan Donor darah oleh PMI Kab Subang.

Bupati pun berkesempatan menyaksikan teknologi informasi SIKDA TERADU (Sistm Kesehatan Daerah Terpadu) yang memuat Sistem Informasi Manajemen (SIM) Puskesmas, SIM Kepegawaian, SIM Obat dan Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas.

Menurut penjelasan tim Teknis IT Dinas Kesehatan, Maman manfaat dari sistem informasi dari pendaftaran pasien langsung terdata ke server di pusat (Subang). Kemudian diolah bisa mendeteksi sebaran penyakit di wilayah Kabupaten Subang. “Sistem ini telah kamni integrasikan dengan Google Map. Sehingga kita bisa mengetahui sebaran penyakit yang tengah berjangkit,” jelas Maman di hadapan Bupati beserta Jajaran pejabat Muspida.

Selanjutnya kata Maman, SIM dilengkapi data kepegawaian guna mempermudah informasi tentang kepegawaian di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Subang.(*).

 

 

Kata Fifi Penggunaan Teknologi Berlebihan Bisa Merugikan

BANDUNG (MGO) - Menurut Fitria Dewi Rahmasari, akrab dipanggil Fifi seorang mahasiswi ahir IPB menyinggung soal majunya teknologi hand phone ala lama sampai dengan ala modern dan jenis teknologi lainnya yang selama ini menjadi alat komunikasi berinteraksi bisa berpengaruh baik dan buruk.

Hadirnya teknologi dalam kehidupan kita tentunya memberi banyak sekali manfaat dan kemudahan. Namun alih-alih menguntungkan, penggunaan teknologi yang berlebihan justru bisa merugikan kita dalam banyak hal. Seperti yang selama ini banyak digunakan oleh ummat manusia mulai dari teknologi hand phone ala lama sampai dengan ala modern dan alat teknologi lainnya bisa menjerat pemakainya menjadi malas beraktifitas diluar rumah.

"Apa yang pertama kali terlintas dalam benak kita ketika mendengar kata teknologi? Hebat? Mudah? Modern? Berbicara mengenai teknologi, tidak dapat dipungkiri lagi bahwa saatini teknologi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kitasehari-hari',ujar Fifi asal Bandung yang kelar kuliah di Universitas Padjadjaran dan kini manjadi mahasiswi ahir IPB.

Jika beberapa puluh tahun yang lalukomputermerupakansebuahteknologi yang “wah” dan memiliki fungsi yang terbatas, kini dari urusan dapur hingga pesawat tempur, semua dapat dikendalikan menggunakan teknologi komputer.

Teknologi terus berkembang seiring dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan. Perkembangan ini tentu bertujuan demi memudahkan manusia dalam menjalankan kehidupannya. Disadari atau tidak, lambat laun kehadiran teknologi member banyak perubahan terhadap pola hidup kitasehari-hari.
Salah satu produk dari kemajuan teknologi yang begitu dekat dengan kehidupan kita adalah handphone. Siapa yang tida kakrab dengan teknologi yang satuini? Handphone sudah sangat membantu kita dalamhal berkomunikasi.

Mengunjungi kerabat jauh kini tidak perlu khawati rlagi karena kita dapa tmemastikan apakah ia ada di rumah dengan meneleponnya terlebih dahulu. Bahkan saat ini, teknologi yang kini sudah berkembang menjadi smartphone ini mampu membantu kita untuk berkomunikasi tatap muka dengan seseorang tanpa harus bertemu langsung dengan orang tersebut. Lebih mudah, bukan?

Tidak hanya dalam halkomunikasi, olah raga pun menjadi jauh lebih mudah dengan hadirnya teknologi. Salah satu contohnya adalah adanyatreadmill. Seringkali jadwal kerja dan aktivitas sehari-hari yang begitu pada tmenyulitkan kita dalam meluangkan waktu untuk berolah raga. Adanya treadmillini kin itentu menjadi salah satu solusi untuk melakukan olah raga lari di dalam ruangan sekalipun. Kita hanya perlu menganakan sepatu olah raga kesayangan kita dan berlari di tempat dengan bantuan treadmill. Tida kperlu memakan waktu lama, semua dapat dilakukan di sela-sela aktivitas kita sehari-hari.

Namun di antara banyaknya manfaat dan kemudahan yang dihadirkan, teknologi pun membawa dampak negatef bagi kehidupan kita. Segala kemudahan yang dihadirkan oleh teknologi, disadari atau tidak, sering kali menjadikan kita kurang bergerak. Tak hanya pada orang dewasa, kinianak-anak pun terlihat lebih sedikit bergerak dengan adanya teknologi di segala bidang dalam kehidupan mereka. Hal sederhana dapat dilihat dari banyaknya anak-anak yang lebih banyak menghabiskan waktunya di depan layar LCD, termasuk dengan gadget, dari pada berinteraksi dengan teman-teman sebayanya. Alih-alih bermain di lua rrumah seperti yang dilakukan anak-anak generasi sebelumnya, anak-anak zaman sekarang lebih banyak menghabiskan waktu dengan duduk menontontv, bermaingame, gadget, ataukomputer.

Selain itu, teknologi juga cukup banyak memengaruhi turunnya tingkat interaksi social kita terhadap orang-orang di lingkungansekitar. Adanya beragam aktivitas yang sudah dapat terkoneksi dengan smartphone yang kita miliki menjadikan semu aaktivitas-aktivitas tersebut dapat dilakukan hanya dalam satu genggaman, tanpa perlu keluar rumah.

Hadirnya teknologi dalam kehidupan kita tentunya member banyak sekali kemudahan. Namun alih-alih menguntungkan, penggunaan teknologi yang berlebihan justru akan merugikan kita dalam banyak hal. Perkembangan teknologi yang begitu pesat akan jauh lebih bijaksana jika diiringi dengan kesiapan mental kita dalam memilah mana yang akan membawa pengaruh yang baik, mana yang tidak.(*).

 

Penertiban Pedagang Sekolah Yang Berkeadilan

SUBANG (MGO) - Seorang tokoh Subang yang pernah mengabdikan diri di Kabupaten Purwakarta sebagai Koordinator BP3/Komite Sekolah th 1986-1991 mengaku pernah melakukan penertiban para pedagang di sekolah yang berkeadilan.

"Ketika saya menjadi Koordinator BP3/Komite Sekolah th 1986-1991 Pernah membersihkan pedagang asongan skitar Sekolah berdasarkan (UU Pendidikan lama), maaf saya hanya berbagi,"ujar Imam Budiman.

Dilanjutkannya, bahwa pada Undang-Undang No. 20, Tahun 2003. Tujuan Pendidikan Nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indoensia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta .

Tujuan Pendidikan menurut UNESCO : Dalam upaya meningkatkan kualitas suatu bangsa, tidak ada cara lain kecuali melalui peningkatan mutu pendidikan. Berangkat dari pemikiran itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui lembaga UNESCO (United Nations, Educational, Scientific and Cultural Organization) mencanangkan empat pilar pendidikan baik untuk masa sekarang maupun masa depan, yakni: learning to Know, learning to do,  learning to be, dan learning to live together.

Dimana keempat pilar pendidikan tersebut menggabungkan tujuan-tujuan IQ, EQ dan SQ. Penjelasan pelarangan pedagang lingkungan sekolah (waktu saya di BP3)/Komite :

Maksud dan tujuan pelarangan adalah pembinaan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani para siswa;
Kebijakan yang diterapkan melaksanakan UU Sisdiknas dalam rangka pembinaan keshatan menjaga kesehatan anak didik/siswa dari makanan yang tidak hygiene food (makanan sehat);

Dasar hukum UU Pendidikan dan UU Sisdiknas 20 th 2003 dan penggantinya;

Yang pertama adalah Strategi kebijakan fisik siswa sehat dan memahami kesehatan serta usaha kecil lancar melalui pembangun kantin dalam lingkungan sekolah untuk menampung/titipan produck para pedagang asongan yang biasa berjualan di sekitar lingkungan sekolah. Yang kedua Kebijakan memilih dan menunjuk beberapa orang dari pedagang yang biasa berjualan di lingkungan sekolah untuk berdagang di kantin sekolah. Yang Ketiga Perlindungan hukum kedalam/kesehatan siswa melalui memeriksa setiap barang dagangan yang kirim dan ditampung oleh para pedagang. Perlindungan hukum keluar menerbitkan surat keputusan penunjukan pedagang pada kantin sekolah sehingga para pedagang tidak ada yang berhenti usaha. Yang Keempat Kendala usaha yang sangat berat rendahnya daya saing produck dagangan yang di jajagan di sekitar lingkungan sekolah (kebersihan, kesehatan, kontnuetas produk dll) kadang dicampur pengawet beracun yang memtikan manusia serta kesulitan mengorganisir para pedangan dan penempatan pedagang yang biasa dijual langsung beralih dititipkan ke kantin sekolah.

Itulah sumbangsih pemikiran seorang tokoh besar yang pernah berkiprah memperjuangkan nilia-nilai luhur program pembangunan dalam bidang pendidikan, kesehatan dan bahkan penegakkan K3 yang berkeadilan.(*).

 
                  

Berita Terbaru

Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...