Peringatan Hari Pramuka ke 54 Tahun

altSUBANG (MGO) – Sebagai kawasan rawan banjir yang melanda hampir tiap musim hujan, Gerakan Pramuka Kwartir Ranting (Kwaran) Pamanukan Subang, Jawa Barat membentuk Pramuka Siaga Bencana. Dengan peralatan dan pengoptimalan kreatifitas anggota Pramuka membangun pos dan membangun sarana untuk melakukan evakuasi korban bencana.

Atraksi pertolongan kepada korban bencana tersebut diperagakan dalam rangka Peringatan Hari Pramuka ke-54 tahun Tingkat Kwartir Cabang (Kwarcab) Subang di Alun-Alun Subang Kota, Selasa (6/10/2015).

Dibentuknya Pramuka Siaga Bencana untuk mengoptimalkan potensi masyarakat salah satunya Pramuka dalam berperan aktif melakukan penanggulangan bencana.

Atraksi lainnya ialah paramotor yang dilakukan oleh 2 orang anggota pramuka dan mendarat di hadapan peserta kegiatan.

Menurut panitia peringatan Hari Pramuka yang dilaksanakan tidak pada waktunya karena harus berkonsentrasi pada peringatan Hari Pramuka tingkat Provinsi Jawa barat dan Tingkat Nasional.

Kegiatan diakhiri dengan Apel Besar yang diikuti lebih dari 11600 peserta dengan inspektur upacara Ketua Kwarcab yang juga Bupati Subang, Ojang Sohandi.

Dalam amanatnya Ojang menyampaikan pesan supaya anggota Gerakan Pramuka menyadari dengan sepenuh hati. Gerakan Pramuka yang diikuti sebagai pilihan sadar. Bisa membangun karakter anggotanya menjadi insan unggul.

Pada kesempatan tersebut diserahkan penghargaan kepada sejumlah anggota Gerakan Pramuka Kwarcab Subang yang memiliki andil besar pada gerakan pramuka.(*).

 

Biarpun Dana BOS Belum Turun KBM Harus Berjalan

altPANTURA (MGO) – Biarpun dana BOS pemprov dan pempus belum dikucurkan, akan tetapi bagaimanapun caranya akan kami lakukan agar proses KBM di SMAN 1 Patokbeusi, Subang bisa berjalan sesuai dengan amanah pendidikan.

Hal tersebut diungkapkan Plh.Kepala SMAN 1 Patokbeusi, Salimah, SPd. Ketika dikonfirmasi di ruang tamu kantornya, Senin (28/9-2015). Untuk itu, kata Salimah diharapkan orang tua siswa bisa membantu sekolah dengan cara melunasi kewajiban anaknya yakni dengan membayar biaya SPP, DSP, LKS dan biaya lainnya yang dibebankan kepada orang tua.

“Saya harapkan orang tua datang kesekolah ketika anaknya belum mendapatkan kartu UTS, dan untuk memberikan shock therapy anak-anaknya mengikuti UTS di mushola,”ujar Salimah.

Halimah pun mengharapkan, agar orang tua dan kontrol sosial memberikan solusi yang terbaik agar orang tua siswa bisa membayar biaya sekolah anaknya, agar anaknya tidak terkena dampak akibat orang tua belum membayar biaya sekolah. Hal tersebut dilakukan demi terciptanya pendidikan yang stabil, atau agar KBM tetap berjalan sesuai amanah pendidikan.

“Segera bayar biaya sekolah, karena harapan biaya pendidikan berupa dana BOS yang dijanjikan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat belum kunjung dikucurkan. Saya berharap agar dana BOS bisa dikucurka

n per tri wulan, bukan per semester,”harap Salimah.(*).
 

 

3 Bulan Belum Bayar Honor Guru, Kepsek Lampiaskan Hukum Pelajar

altPANTURA (MGO) – Diduga kuat gara-gara 3 bulan pihak sekolah belum bisa bayar honor guru, ahirnya Kepala sekolah melampiaskannya menghukum pelajar karena belum bayar SPP dan DSP tak bisa ikut UTS di kelas.

Ketika Reporter MGO berada di mushola SMAN 1 Patokbeusi, ada sebanyak 36 pelajar kelas X, kelas XI dan kelas XII duduk bersila mengerjakan lembar tugas ulangan tengah semester (UTS). Para pelajar ditanya sangat tidak suka dengan hukuman tersebut, karena merasa malu, minder, dan mengerjakan tugas pun tida karuan.

Hal senada diungkapkan oleh sejumlah orang tua yang menyesalkan dengan tindakan sekolah menghukum pelajarnya dengan cara dipermalukan dengan mengikuti UTS di mushola karena yang mengikuti UTS di Mushola tidak diberi kartu UTS. Dampak dari tindakan sekolah menghukum pelajar seperti itu sehingga pelajar menjadi minder, pada saat mengisi lembar UTS tidak fokus karena harus menanggung rasa malu. Bahkan ada pula sejumlah pelajar mengisi UTS sambil menangis, karena sedih belum mampu membayar SPP dan DSP kemudian terkesan dihukum tidak diberi kartu UTS dan diasingkan didalam mushola.

 

“Kalau memang sekolah menginginkan orang tua datang ke sekolah, mestinya pihak sekolah mengirimkan surat pemberitahuan/undang untuk datang ke sekolah. Kalau pemberitahuan kepada orang tua hanya dengan lisan kemudian untuk apa anggaran administrasi yang telah dicanangkan di RKAS,”ujar ortu pelajar SMAN 1 Patokbeusi yang meminta namanya tidak ditulis, Senin (28/09-2015) didepan gedung SMAN 1 Patokbeusi.

Sedangkan Kepala SMAN 1 Patokbeusi ketika dikonfirmasi diruang tamu kantornya, Senin (28/09-2015) menjelaskan, tidak bermaksud untuk menghukum pelajar akan tetapi pihaknya untuk membuat jera para pelajar dan orang tua agar mau memenuhi kewajibannya untuk membayar SPP dan membayar DSP senilai 50 % dari nominal Rp.1juta. Hal itu terpaksa dilakukan karena dana BOS provinsi dan pusat belum cair. Maka dari itu untuk memenuhi proses KBM sejumlah 650 pelajar pihaknya hanya mengandalkan iuran dari SPP dan DSP.

“Bukan bermaksud menghukum anak, akan tetapi agar kegiatan disekolah bisa terus berlangsung maka kami mengandalkan iuran dari pelajar. Adapun dana BOS belum cair kami pun gunakan uang pribadi, pinjam kepada komitte dan gunakan uang koperasi,”ujar Plh.Kepala SMAN 1 Patokbeusi, Salimah, SPd.(*). 

 
                  

Berita Terbaru

Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...