Pemkab Subang Apresiasi Diniyah Takmiliyah

      altSUBANG (MGO) - Menurut Plt Bupati Subang, Imas Aryumningsih Pendidikan agama merupakan unsur penting dalam membina generasi muda. Bagaimanapun pintarnya dalam pendidikan dan ilmu pengetahuan apabila landasan agamanya tidak kuat dan baik maka akan tidak baik selanjutnya.

      ”Bahkan menjadi hancur, Oleh karena itu kepada Kemenag dan Kanwil kami berteima kasih telah melaksanakan Wisuda Diniyah Takmiliyah supaya menjadi motivasi untuk yang lain. Terutama anak-anak yang lain sehingga membentuk akhlak menjadi generasi penerus yang baik,” ujarnya dalam sambutan Wisuda Akbar Diniyah Takmiliyah di Alun-Alun Kota Subang, Senin (30/5/2016)

      Selanjutnya dengan upaya dari Kemenag melalui Diniyah Takmiliyah bisa mencetak generasi muda Kabupaten Subang yang handal.

      Kata Imas, dengan kemajuan IT yang sulit dibendung seperti saat ini menuntut orang tua lebih memperhatikan anak-anaknya dalam menggunakan gadget.

      ”Jangan sampai IT malah menghasilkan akhlak anak-anak yang tidak mendukung (kebaikan anak-anak kita),” imbuhnya.

      Salah satu ikhtiar Pemerintah Kabupaten Subang ialah mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) No. 23 tahun 2015 tentang Gerakan Membaca Malam Hari. Dalam perturan tersebut anak-anak diwajibkan membaca selama 2 jam dari pukul 6 hingga pukul 8 malam.

      ”Upaya ini sebagai ikhtiar untuk meningkatkan kualitas pengetahuan anak-anak kita melalui membaca,” ujarnya lagi.

      ”Bahan yang dibaca bisa apa saja sepanjang meningkatkan kualitas pengetahuan. Bisa buku pengetahuan umum, buku pelajaran, baca Al-Qur’an,” imbuhnya.

      Penerapan Perbup juga bukan semata kepada anak-anak siswa, termasuk kepada orang tua. Pada Wisuda Akbar ini mewisuda sebanyak 4300 wisudawan/wisudawati.

      altMenurut Kepala kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Subang, Sukandar Wisuda Akbar merupakan unjuk potensi bahwa kegiatan Diniyah itu ada dan harapannya semua pihak, baik Pemerintah, masyarakat dan stakeholder lainnya mendukung keberadaan kegiatan Diniyah Takmiliyah.

      ”Sebenarnya secara regulasi sudah ada tinggal penerapannya bisa lebih kondusif lagi. Karena ini adalah upaya dukungan pada Revolusi Mental,” ucap Sukandar. Harapan ke depannya dukungan kepada Diniyah Takmiliyah akan lebih nyata. ”Dahulu regulasi tidak ada. Tapi sekarang regulasi dalam bentuk Perda sudah ada tinggal eksekusi dalam bentuk anggaran,” imbuhnya.

      Dukungan Diniyah kepada pendidikan formal sangat strategis. Karena pendidikan agama pada pendidikan hanya 2 jam per minggu.

      ”Itu tidak mungkin bisa memberikan pemahaman yang baik tentang praktek ibadah. Maka melalui Diniyah takmiliyah bisa dibantu (dalam pemahamannya),” ujarnya.

      Maka dari itu, lanjut Sukandar keberadaan Diniyah dalam pembinaan mental sangat strategis. Disebutkan telah berdiri sebanyak 945 diniyah di seluruh kabupaten Subang yang didukung oleh guru sebanyak 2.707 orang guru.

      Mengenai dukungan regulasi, kata Ketua DPRD Subang Beni Rudiono, berharap besar kepada Plt Bupati Subang yang sekarang dalam mengimplementasikan baik anggaran ataupun pengakuan ijazah.

      ”Maka dari itu pelaksanaannya kita berharap kepada Ibu (Plt Bupati Subang) Imas bisa merealisasikannya mengenai legalitas dan honor bisa dilaksanakan,” ujarnya.

      Selanjutnya kata Beni, pada dasarnya kita ini meminjam masa depan mereka (para generasi muda). Maka dari itu kita harus mengembalikan haknya dalam keadaan baik. Artinya generasi muda adalah penentu masa depan bangsa.

      Masalah utama genarasi muda, kata Beni adalah mental. Diantaranya tantangan maraknya narkoba yang telah menyebabkan kematian generasi muda (menurut catatan) rata-rata tiap hari merenggut 50 nyawa dengan sia-sia. Sedangkan tahun 2035, akan menjadi bangsa yang didominasi usia produktif.

      ”Tetapi apakah usia produkstif itu akan bermanfaat? Maka dari itu kita harus membekali kualitas mental generasi muda yang kuat mental dan pengetahuannya,” katanya.

      Puncak kegiatan dengan pengalungan embelim dan penyerahan ijazah kepada para lulusan yang dilakukan oleh Plt Bupati Subang, Kepala Kemenag, Ketua DPRD dan Ketua DPC FKDT Kab Subang, Atep Abdul Gofar.

      Pada kegiatan itu turut dihadiri oleh Kepala Bidang Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Jawa Barat, Saefulloh, Wakpolres, Kompol Johanson, Komandan Kodim 0605 Subang, Letkol Budi Mawardi dan para guru Pondok Pesantren.(*).

        • Dibaca: 288 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...