Penertiban Pedagang Sekolah Yang Berkeadilan

      SUBANG (MGO) - Seorang tokoh Subang yang pernah mengabdikan diri di Kabupaten Purwakarta sebagai Koordinator BP3/Komite Sekolah th 1986-1991 mengaku pernah melakukan penertiban para pedagang di sekolah yang berkeadilan.

      "Ketika saya menjadi Koordinator BP3/Komite Sekolah th 1986-1991 Pernah membersihkan pedagang asongan skitar Sekolah berdasarkan (UU Pendidikan lama), maaf saya hanya berbagi,"ujar Imam Budiman.

      Dilanjutkannya, bahwa pada Undang-Undang No. 20, Tahun 2003. Tujuan Pendidikan Nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indoensia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta .

      Tujuan Pendidikan menurut UNESCO : Dalam upaya meningkatkan kualitas suatu bangsa, tidak ada cara lain kecuali melalui peningkatan mutu pendidikan. Berangkat dari pemikiran itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui lembaga UNESCO (United Nations, Educational, Scientific and Cultural Organization) mencanangkan empat pilar pendidikan baik untuk masa sekarang maupun masa depan, yakni: learning to Know, learning to do,  learning to be, dan learning to live together.

      Dimana keempat pilar pendidikan tersebut menggabungkan tujuan-tujuan IQ, EQ dan SQ. Penjelasan pelarangan pedagang lingkungan sekolah (waktu saya di BP3)/Komite :

      Maksud dan tujuan pelarangan adalah pembinaan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani para siswa;
      Kebijakan yang diterapkan melaksanakan UU Sisdiknas dalam rangka pembinaan keshatan menjaga kesehatan anak didik/siswa dari makanan yang tidak hygiene food (makanan sehat);

      Dasar hukum UU Pendidikan dan UU Sisdiknas 20 th 2003 dan penggantinya;

      Yang pertama adalah Strategi kebijakan fisik siswa sehat dan memahami kesehatan serta usaha kecil lancar melalui pembangun kantin dalam lingkungan sekolah untuk menampung/titipan produck para pedagang asongan yang biasa berjualan di sekitar lingkungan sekolah. Yang kedua Kebijakan memilih dan menunjuk beberapa orang dari pedagang yang biasa berjualan di lingkungan sekolah untuk berdagang di kantin sekolah. Yang Ketiga Perlindungan hukum kedalam/kesehatan siswa melalui memeriksa setiap barang dagangan yang kirim dan ditampung oleh para pedagang. Perlindungan hukum keluar menerbitkan surat keputusan penunjukan pedagang pada kantin sekolah sehingga para pedagang tidak ada yang berhenti usaha. Yang Keempat Kendala usaha yang sangat berat rendahnya daya saing produck dagangan yang di jajagan di sekitar lingkungan sekolah (kebersihan, kesehatan, kontnuetas produk dll) kadang dicampur pengawet beracun yang memtikan manusia serta kesulitan mengorganisir para pedangan dan penempatan pedagang yang biasa dijual langsung beralih dititipkan ke kantin sekolah.

      Itulah sumbangsih pemikiran seorang tokoh besar yang pernah berkiprah memperjuangkan nilia-nilai luhur program pembangunan dalam bidang pendidikan, kesehatan dan bahkan penegakkan K3 yang berkeadilan.(*).

        • Dibaca: 949 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...