Di SMS Tidak Becus Kerja Kadisdik Sempat Marah, Namun Akan Lakukan Tindakan Konkrit

      SUBANG (MGO) - Pesan singkat yang dikirimkan oleh Redaksi mediagivalonline.com disalah artikan oleh Kadisdik Kab.Subang, sehingga yang bersangkutan sempat marah membalas sms dengan kata-kata selangit.

      Padahal pesan singkat yang dikirimkan kepada Kadisdik Subang merupakan pemberitahuan agar Kadisdik membaca pemberitaan di www.mediagivalonline.com dengan judul Kadisdik Subang Tak Becus Kerja Sebaiknya Mengundurkan Diri Saja, namun Kadisdik langsung menjawab dengan kata-kata pedas seolah tidak memahami atau tidak membaca pesan singkat secara utuh.

      "Ari nyarita kudu make ugeran ulah dapon heuay abong letah teu tulangan biwir teu diwengku sangeunahna, jelema mah euweuh nu sampurna (Kalau bicara jangan seenaknya asal ngomong tanpa etika sopan santun, jangan karena lidah tidak bertulang bibir tidak diikat oleh aturan, ingat manusia tidak ada yang sempurna) sadari itu, diatas langit masih ada langit, Insya Allah Saya akan bekerja frofesional di bidang pendidikan bukan urusan dibidang politik,"jawab Kadisdik, Drs.H.E.Kusdinar, M.Pd. melalui pesan singkatnya, Kamis, 16-01-2014.

      Namun kemudian Kadisdik berjanji secepatnya akan melakukan langkah-langkah konkrit, namun menunggu saat atas yang tepat, timingnya juga harus tepat, sayangnya tidak menyebutkan secepat kilat, artinya Kadisdik akan melakukan langkah kongkrit secara cepat entah kapan waktunya, namun semoga saja ditangan Kadisdik sifat berkeadilan akan segera terwujud demi majunya pendidikan di Kabupaten Subang.

      "Tenang saja ada saat-saat yang tepat, timmingnya harus tepat, dan secepatnya akan mengambil langkah-langkah kongkrit,"jelas Kadisdik.

      Dijelaskan Sekjend Ormas Gival, Harmansyah SH. jika dilihat dan diperhatikan terkait persoalan guru SMPN 1 Ciasem yang dilaporkan sepihak oleh Kepala Sekolahnya dikawal Ketua dan anggota Komite Sekolah sepanjang masa kepada Kadisdik, diterima dengan singkat oleh Kadisdik, dan dengan waktu 3 hari terbit surat perintah (SP) Nomor 820.4/SP.3252 Kepeg/2013 yang memerintahkan guru Suherman untuk pindah kerja sebagai guru di SMPN 2 Sukasari per tanggal 13 November 2013 tidak melalui proses klarifikasi yang cukup sehingga terkesan SP tersebut sifatnya tergesa-gesa hanya melulu merespon laporan Kepsek dan Komite Sekolah tanpa didasari payung hukum yang kuat.

      Seperti contoh, dalam SP yang kata Kadisdik bahwa guru Suherman melanggar kedisiplinan kerja namun PP 53 2010 tentang kedisiplinan PNS tidak menjadi dasar SP, sehingga kesannya Kadisdik mengeluarkan SP tidak sesuai dengan tuduhan, seperti pada awalnya tuduhan pertama kedisiplinan, kedua pelecehan seksual, dan yang ketiga persoalan tanah. Dari hasil investigasi pengurus Ormas Gival yang dipimpin oleh Sekjend Ormas Gival dan 4 orang anggota ditemukan sejumlah kejanggalan bahwa dasar SP.Kadisdik Subang bersifat diskriminatif terhadap guru Suherman, karena setelah diklarifikasi soal kedisiplinan guru Suherman disekolah mencoba menerapkan kedisiplinan siswa dalam berpakaian, yang melanggar kedisiplinan akan dihukum sesuai aturan yang diberlakukan disekolah. soal pelecehan seksual, ketika diklarifikasi kepada keluarga perempuan yang dituduh sebagai korban pelecehan seksual malah pihak keluarga dengan keras membantah tidak pernah ada pelecehan seksual dan anaknya tidak merasa diperlakukan seperti itu bahkan sempat tidak terima dituduh menjadi korban pelecehan seksual. Sedangkan soal persengketaan tanah, itu adalah diluar kepentingan sekolah mestinya tidak perlu dibahas dan dimasukan sebagai kedisiplinan kerja.

      "Jelas sekali SP. yang dikeluarkan Kadisdik bersifat prematur tanpa klarifikasi yang matang dan sangat merugikan guru. Anehnya setelah terjadi kesalahan SP. dan SP ditarik lagi oleh Kadisdik, dengan kata lain guru Suherman masih tetap mengajar ditempat semula, terus bagaimana dengan tindakan Kepala Sekolah yang terkesan menudutkan bawahannya namun sampai saat ini belum ditindak oleh Kadisdik, kasih SP.dong !!!,"jelas Harmansyah.

      Persoalan Kepsek SMPN 2 Ciasem, ditambahkan Ketua Umum Ormas Gival, Pirdaus B.Ns. yang pertama Kepsek SMPN 2 Ciasem berpengaruh buruk bagi masyarakat, karena Kepsek SMPN 2 Ciasem, Drs.H.Ahmad Rizal Harahap telah memberikan contoh buruk dengan mengupayakan anaknya menjadi PNS dengan menyuap oknum atau seorang calo PNS yang jumlahnya puluhan juta rupiah dengan harapan anaknya bisa menjadi PNS tanpa tes. Persoalan Kedua, bahwa Kepsek SMPN 2 Ciasem telah dengan terang-terangan memobilisasi calon anggota legislativ (Caleg) dengan memasang foto di Baligho Caleg yang telah terpasang disejumlah tempat di 3 kecamatan Dapil 4 Subang.

      "Saya kirimkan pesan singkat kepada Kadisdik agar menindak Kepsek SMPN 1 maupun Kepsek SMPN 2 Ciasem, namun tidak digubris oleh Kadisdik seolah-olah kedua Kepsek tidak ada masalah. Parahnya lagi Kepsek SMPN 2 Ciasem menakut-nakuti Saya dengan mancatut nama Polres Subang, dan malah Kadisdik cuek tidak melakukan tindakan apapun. Saya menilai Kadisdik tidak becus kerja dalam hal kedisiplinan tidak diterapkan dengan baik dan benar yang berkeadilan, soal politik Kepsek SMPN 2 Ciasem jelas sudah terjun ke ranah politik,"ujar Pirdaus B.Ns.(*).

        • Dibaca: 924 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...