Aksi Puluhan Mahasiswa Mendapat Tindakan Represif Oknum Polisi

      SUBANG (MGO) - Aksi unjuk rasa puluhan aktivis dari Aliansi Gerakan Mahasiswa Kabupaten Subang warnai prosesi pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Subang mendapat perlakuan represif dari oknum Polisi, Kamis (19-12-2013).


      Dalam orasinya puluhan aksi meneriakan sejumlah tuntutan, dan tuntutan tersebut merupakan bentuk peringatan bahwa Bupati Subang dan wakilnya dalam satu periode kedepan harus amanah dalam menjalankan tanggung jawabnya. Diharapkan dalam membangun Kabupaten Subang, Bupati dan wakilnya sebagai tampuk pimpinan pemerintah Subang harus bersinergis dan bekerjasama dengan semua elemen masyarakat termasuk mahasiswa. Teriakan Mahasiswa semakin lantang dan berkomitmen akan mengawal penuh berjalannya pemerintahan yang baru agar kebijakannya mengarah pada kesejahteraan rakyat.


      Pelaku aksi yang tujuannya akan menyampaikan aspirasinya langsung ke hadapan Bupati namun mereka terhenti di perempatan jalan depan gedung Wisma Karya karena mereka tertahan oleh Barigade pengamanan yang cukup ketat, bahkan di lokasi kejadian sempat terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dengan aparat kepolisian. Meskipun puluhan mahasiswa berusaha menerobos barikade menuju arah Pemkab Subang tak terlaksana karena dihadang ratusan petugas pengaman pelantikan.

      Dalam aksi tersebut mahasiswa yang sempat berusaha membakar ban bekas dicegah dengan tindakan represif oleh petugas kepolisian. Salah satunya salah seorang mahasiswa STKIP Subang mendapat perlakuan kekerasan saat berorasi. “Saat salah satu mahasiswa  akan berusaha membakar ban ditengah jegalan aparat, entah apa alasannya rekan saya yang sedang berorasi dirangkul bagian lehernya dari belakang dan ditarik paksa oleh salah satu aparat kepolisian,” ungkap Teguh Ibnu Nuryana selaku Koordinator Lapangan. Beruntung aksi tersebut segera dilerai.


      Dalam aksinya, mahasiswa menyuarakan lima tuntutan. Kelima tuntutan itu adalah mendesak pemerintahan baru merealisasikan janji –janji politik yang pro rakyat, komitmen pendidikan untuk membangun fasilitas layak serta meningkatkan kualitas universitas dan perguruan tinggi di subang, berantas praktek KKN, reformasi birokrasi dan transparansi anggaran.


      "Kami akan menagih tuntutan tersebut dalam 100 hari masa kepemimpinan. Kemudian jika tidak ada perbaikan signifikan dalam kurun waktu 1 tahun, kami akan mengerahkan mahasiswa dan mengajak rakyat Subang untuk memaksa Bupati turun dari jabatannya," tegas Presiden BEM Unsub Dimas Sundarwanto.(*)

        • Dibaca: 1002 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...