Dalam Pembangunan Manusia Berkarakter dan Berwatak Kuat Diperlukan

      SUBANG (MGO) - Pembangunan manusia yang memiliki karakter sangat diperlukan. Sehingga pembangunan manusia Indonesia yang memiliki watak yang kuat yang akan menjadi penentu kemajuan globalisasi, ilmu pengetahuan dan teknologi serta menginginkan membangun manusia yang memiliki karakter, serta membangun bangsa yang memiliki watak yang kuat.

      ”Bukan hanya membangun manusia atau kaum muda cerdas yang menguasai ilmu pengetahuan, akan tetapi juga kaum muda yang tangguh kepribadiannya, luhur budi pekertinya, hidup dalam kerukunan, kompak serta selalu bersatu dan menjunjung kesatuan dan persatuan Indonesia,” ujar Ketua Harian Kwarcab Gerakan Pramuka Kab. Subang, Tatang Koswara, S.Pd, M.Si, saat membacakan sambutan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Prof. Dr. dr. H. Azrul Azwar, MPH pada Apel Peringatan HUT Ke-52 Gerakan Pramuka Nasional Tingkat Kab. Subang di halaman Kantor Kwarcab Subang, Rabu (14/8).

      Oleh karena itu adalah kewajiban bersama dalam menyelenggarakan pendidikan untuk kaum muda, tidak hanya menekankan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi saja, tetapi menekankan pentingnya pembentukan watak dan kepribadian. Pendidikan yang terlalu menekankan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan sementara itu mengabaikan pembentukan watak dan kepribadian adalah menyesatkan.

      Diceritakan tentang pentingnya pelajaran karakter. Contoh sederhana sebagaimana diungkapkan oleh seorang di negara maju yang mengatakan tidak terlalu khawatir jika muridnya tidak pandai matematika. Tetapi lebih khawatir jika tidak pandai mengantri. Manurutnya untuk membuat murid faham matematika hanya diperlukan waktu selama 3 bulan. Sedangkan perlu bertahun-tahun untuk bisa mengantri. Tidak semua anak dalam satu kelas kelak akan memilih profesi yang berhubungan dengan matematika. Sementara semua murid dalam satu kelas, sepanjang hidup mereka, pasti membutuhkan etika, moral dan berbagai pelajaran berharga yang diperoleh dari kebiasan mengantri, diantaranya; berlajar manajemen waktu, belajar menghormati hak orang lain yang datang lebih awal, belajar disiplin dan tidak menyerobot hak orang lain.

      Semoga peringatan Hari Pramuka kali ini dapat lebih mendorong perkembangan dan kemandirian Gerakan Pramuka untuk mempercepat keberhasilan dalam upaya pembentukan karakter kaum muda yang lebih baik, sehingga dapat menjadi warga negara yang bertanggung jawab serta calon pemimpin bangsa yang lebih handal pada masa depan.

      Disampaikan pula keprihatinan femonena generasi muda yang terbelit berbagai masalah dari penyalahgunaan narkoba, tawuran, seks bebas sampai rendahnya solidaritas dan menurunnya semangat bela negara.

      ”Permasalahan ini tentu saja sangat memprihatinkan kita semua. Untuk kepentingan bangsa dan negara pada masa depan, pelbagai masalah dan atau tantangan yang dihadapi tersebut,” tambahnya.

      Gerakan Pramuka sebagai lembaga pendidikan non formal yang tujuan utamanya adalah untuk membentuk kaum muda berkarakter, menanamkan semangat kebangsaan, dan meningkatkan keterampilan. Untuk itulah, kerjasama dengan berbagai pihak sangat diharapkan, karena kaum muda merupakan bagian terbesar penduduk Indonesia yang harus diselamatkan dari cengkraman berbagai masalah. Pendidikan kepramukaan sebagai salah satu pilar pendidikan kaum muda di Indonesia, dituntut untuk dapat lebih berkontribusi secara nyata dalam hidup dan kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk dalam menyelesaikan masalah kaum muda.

      Selama tujuh tahun terakhir ini tercatat 3 (tiga) milestone perkembangan Gerakan Pramuka yang berhasil dicapai yaitu, Presiden RI telah mencanangkan Revitalisasi Pramuka pada HUT Pramuka tahun 2006 yang saat ini tampak keberhasilannya dengan semakin marak kegiatan kepramukaan di berbagai daerah. Saat ini Gerakan Pramuka telah memperbaharui sistem pendidikan kepramukaan. Memiliki kurikulum baru, sistem akreditasi gugus depan serta sertifikasi dan lisensi para Pembina yang akan diberlakukan secara nasional.

      Kedua, terbitnya Undang-Undang Nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka yang memperkuat legalitas Pramuka di negeri ini. Dengan telah terbitnya Undang-Undang tersebut maka pelaksanaan pendidikan kepramukaan pada saat ini tidak lagi hanya sekedar mengisi masa senggang kaum muda dengan pelbagai kegiatan yang positif, akan tetapi telah meningkat menjadi kewajiban setiap warga negara untuk mengimplementasikannya

      Ketiga, masuknya pendidikan kepramukaan ke dalam kurikulum 2013 sebagai ekstrakurikuler wajib yang konon mulai tahun 2013 ini telah diberlakukan.

      Ketua Kwarnas juga menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh kepada Gerakan Pramuka yang diberikan para pimpinan daerah – para gubernur, Walikota dan Bupati di seluruh Indonesia. Begitu pula kepada anggota legislatif yang selama ini telah membantu dalam memperjuangkan alokasi dana Gerakan Pramuka. ”Tanpa bantuan bapak-bapak/ibu-ibu semua, tidak mungkin Revitalisasi Gerakan Pramuka dapat dilaksanakan,” tambahnya lagi.

      Kepada para penerima penghargaan dari Gerakan Pramuka, disampaikan supaya penghargaan yang diperoleh mampu menjadi motivasi dalam meningkatkan aktivitas Gerakan Pramuka. ”Semoga penghargaan yang telah diberikan dapat memacu untuk dapat lebih membantu Gerakan Pramuka dalam mencapai tujuannya,” ujarnya.

      Pada Apel ini turut dihadiri Ketua Mabida dan Mabicab Kakak-kakak Pimpinan Kwarda, Kwarcab dan Kwarran Gerakan Pramuka seluruh Kab. Subang serta kakak-kakak pelatih, kakak-kakak Pembina Gugus depan dan instruktur Gerakan Pramuka.(*).

        • Dibaca: 739 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...