SUBANG (MGO) – pada Anggaran Tahun 2013 pemerintah Kabupaten Subang telah menyiapkan anggran senilai Rp.3,5 milyar rupiah untuk Beasiswa SD, SMP, SMA dan SMK.
Hal tersebut dikatakan Bupati pada amanatnya yang dismpaikan saat Apel Hari Pendidikan Nasional di Alun-Alun Subang Kota, Kamis (2/5).
Kata Bupati Subang, Ojang Sohandi anggaran senilai itu dikeluarkan untuk meningkatkan keterjangkauan pendidikan oleh masyarakat, anggaran lainnya berupa Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Siswa Miskin (BSM). Diantara tantangan dunia pendidikan ialah ketersediaan satuan pendidikan dan keterjangkauan pendidikan bagi masyarakat. UUD 1945, telah mengamanatkan bahwa setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan dasar dan negara wajib membiayainya.
“Oleh karena itu, pemerintah pusat dan daerah bersama-sama masyarakat telah berusaha memenuhi amanat tersebut melalui pembangunan sekolah-sekolah di seluruh pelosok daerah,” ujarnya.
Upaya ini sebagai jawaban untuk meningkatkan imunitas dari penyakit sosial yaitu kemiskinan; ketidaktahuan, dan keterbelakangan beradaban. Pendidikan adalah jawaban sebagai vaksin terhadap penyakit tersebut.
Dua hal itulah yang melatarbelakangi tema peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini, yaitu ”Meningkatkan Kualitas dan Akses Berkeadilan”. Kita memerlukan vaksin dan elevator sosial itu sehingga kita terhindari dari tiga penyakit tersebut dan sekaligus mampu meningkatkan status sosial.
Tema itu merupakan cerminan dari jawaban terhadap tantangan, persoalan, dan harapan seluruh masyarakat dalam menyiapkan generasi yang lebih baik. Layanan pendidikan haruslah dapat menjangkau ke seluruh lapisan masyarakat sesuai dengan prinsip pendidikan untuk semua tanpa membedakan asal-usul, status sosial, ekonomi, dan kewilayahan. Diharapkan kepada semua pencinta dunia pendidikan untuk bersama-sama ikut berperan serta mencegah terjadinya drop out (DO) atau putus sekolah pada awal tahun pelajaran nanti.
“Kita ingin memastikan agar anak-anak kita dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, terutama dari jenjang pendidikan dasar ke menengah,” ujarnya.
Sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan, Pemerintah Kabupaten Subang meluncurkan program pendidikan menengah universal yang merupakan titik tonggak awal pendidikan dasar 12 tahun. Walaupun pendidikan dasar 12 tahun di Indonesia belum ada payung hukum, rencanya tahun 2013/2014 akan diterapkan Kurikulum 2013 untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah secara bertahap dan terbatas.
Bertahap artinya kurikulum diterapkan hanya pada kelas tertentu pada setiap jenjang pendidikan. Hanya di kelas 1 dan kelas 4 untuk jenjang SD, dan kelas 7 untuk SMP, serta kelas 10 untuk SMA dan SMK. Terbatas diartikan bahwa jumlah sekolah yang melaksanakannya disesuaikan dengan tingkat kesiapan sekolah. Tujuan kurikulum 2013 untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara utuh. Tujuannya untuk meningkatkan angka rata-rata lama sekolah di Kabupaten Subang dan antisipasi kebutuhan kompetensi abad 21 dan menyiapkan generasi emas 2045.
Selanjutnya peningkatan mutu guru dengan mengefektifkan jam mengajar, meningkatkan kompetensi guru melalui pendidikan dan pelatihan, memperbaiki peningkatan mutu pembelajaran disekolah dan tetap meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sekolah, dimana sampai dengan tahun 2012 sarana dan prasarana SD sudah baik yaitu mencapai 90 %, SMP 95%, SMA dan SMK 95%.
Pada kesempatan ini diserahkan beberapa penghargaan kepada siswa/siswi berprestasi baik tingkat Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat maupun bidang khusus serta penyerahan asuransi dari PT. Askes untuk Kepala Desa dan Sekretaris Desa se-Kabupaten Subang.
Turut hadir pada Apel Hardiknas 2013, ialah Jajaran Pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Subang.(*).
SUBANG (MGO) – Sejumlah Mahasiswa/i Fakultas Teknik Universitas Subang kejutkan 200 peserta wisudawan/wati 7 Fakultas yang sedang diwisuda di aula kantor pemda Subang, 20-04-2013.
SUBANG (MGO) - Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Subang melakukan observasi lapangan mengenai Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di kampung Cintamekar Desa Serangpanjang Kecamatan Sagalaherang, Subang, Jawabarat, Sabtu (19-4-2013).

