Pilot Project Verifikasi Lahan Pangan dan Pertanian

altSUBANG (MGO) - Sekretaris Daerah (Sekda) Kab Subang, Abdurakhaman mengapresiasi upaya verifikasi lahan pangan dan pertanian. Menurut Abdurakhman, dari data terakhir luas lahan di Subang sekitar 80 ribu hektar.

 "Apakah masih tetap 80 hektar atau berkurang? Lalu bagaimana kondisinya?” ujarnya dalam memberikan sambutannya saat menerima Tim Pilot Project Verifikasi Lahan Pangan dan Pertanian di ruang Rapat Bupati Subang, (5/9/2016).

Selanjutnya dikatakan bahwa dengan dibukanya jalan tol melalui wilayah Subang mengundang industri dan dengan sendirinya terjadi alih fungsi lahan pertanian.

Maka dengan kegiatan verifikasi lahan pangan dan pertanian bisa memberikan data yang selanjutnya bisa dipergunakan pada pembangunan dalam rangka Ketahanan Pangan. Menurut Sekda hasilnya diharapkan bisa memberikan gambaran dalam mendukung ketahanan pangan. Dengan adanya verifikasi lahan pangan dan pertanian diharapkan para Kepala SKPD dan para Camat terkait mendukung kegiatan dilapangan, verifikasi lahan pangan dan pertanian diperlukan karena mayoritas lahan sebagian besar lahan pertanian dan sebagai pemasok pangan di provinsi Jawa Barat.

 

Selanjutnya disampaikan Deputi Pangan dan Pertanian Kementerian Bidang Perekonomian, Drs. Eliyas Payongkeran,Dalam sambutannya memyampaikan bahwa perkembangan pangan dan pertanian diperlukan verifikasi data yang valid, akurat dan bisa dipertanggungjawabkan, kegiatan verifikasi ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan data lahan pangan dan pertanian khususnya di Provinsi Jawa Barat.

Pada pilot project ini akan memetakan sekitar 400.000 hektar lahan pertanian pulau jawa, khususnya di Kabupaten Subang, Kabupaten Indramayu, dan Karawang. Oleh karena itu memerlukan support dan dukungan dari segenap elemen pemerintah, swasta, petani dan stakeholder terkait untuk memastikan didapatkan data terbaik bagi semua pihak.

Adapun hasil yang diharapkan kegiatan ini diantaranya meningkatkan efesiensi penyaluran bibit dan pupuk buat petani. Ada manfaat kelak dalam pembangunan pertanian menjaga keberadaan lahan pertanian.

Luas lahan Pertanian dan di Kabupaten Subang cenderung mengalami penambahan luas di beberapa daerah dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini terungkap dari data Kementerian Bidang Perekonomian saat memaparkan Pilot Project Verifikasi Lahan Pangan dan Pertanian.(*).

 

Yang Ngaku Nabi Pasien Gangguan Jiwa, Namun Pernah Belajar Pijit Refleksi

altPANTURA (MGO) - Menurut Pimpinan Yayasan Panti Sehat Putera Galunggung bahwa Abdul Mujid yang mengaku menjadi Nabi dan menjual tiket ke surga 2 juta bukan murid akan tetapi bekas pasiennya dan sempat mempelajari ilmu pijat refleksi selama satu bulan.

"Pada tahun 2008 Abdul Mujid adalah pasien gangguan jiwa disini, pernah diobati selama dua minggu, setelah sembuh pernah belajar mijit selama satu bulan,"ujar H.Ghany ketika dikonfirmasi di teras padepokannya, dusun Karokrok Desa Jatiragashilir Kec. Patokbeusi Subang Sabtu (6/8-2016).

Adapun Abdul Mujid di Tegalwaru Karawang mengaku menjadi Nabi dan menjual tiket ke surga senilai 2 juta, dilanjutkan H.Ghani, pihaknya tidak tahu menahu kalau Abdul Mujid membuka padepokan dan melakukan sejumlah kegiatan agama maupun pengobatan.

"Abdul Mujid bukan murid Saya, dan Saya bukan gurunya Abdul Mujid, akan tetapi Abdul Mujid bekas pasien Saya, dan berobat kesini karena gangguan jiwa. Sekali lagi Abdul Mujid tidak pernah berguru disini,"jelas H.Ghani.

H.Ghani pun menjelaskan, bahwa Abdul Mujid dan lima pengikutnya berada di padepokannya hanya dua malam, yakni sejak malam jum'at yang bersangkutan diantarkan ke Padepokannya oleh anggota Polres Karawang. Maka untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan pihaknya mengantarkan Abdul Mujid ke Polsek Patokbeusi yang kemudian dibawa oleh keluarganya ke kampung halamannya, di Desa Medalsari, Kecamatan Tegal Waru Kabupaten Karawang, Sabtu (6/8-2016) sekira pukul 08.00 wib.

"Yayasan ini berdiri sejak tahun 2008 kegiatannya pengobatan umum, berbagai penyakit bisa diobati disini, termasuk yang memiliki gangguan jiwa,"jelas H.Ghani.(*).

 

Bonek Ngamuk di Pantura

altPANTURA (MGO) – Serombongan Bonek membawa sajam ngamuk di jalan Pantura Subang, Rabu (3/8-2016) sejumlah masyarakat bonyok, 3 orang babak belur, dan 2 orang warga Patokbeusi Subang, Jawabarat mengalami luka bacok dibagian tangan. Kaca gerobak pedagang dan kaca mobil pecah terkena lemparan batu.

Menurut sejumlah saksi mata yang enggan menyebutkan namanya, kejadian tersebut sekira pukul 19.40 Wib., berawal ketika serombongan Bonek turun di RM.Utama Patokkbeusi Desa Gempolsari, Kecamatan Patokbeusi Subang. Entah apa penyebabnya sejumlah rombongan Bonek sambil membawa batu, golok, clurit, samurai, dan pisau mengejar seseorang masuk ke jalan gang Patokbeusi langsung melempar dengan batu, mengani kaca gerobak pedagang nasi goreng sehingga pecah, melempari sejumlah rumah.

“Saya tak tahu persis kejadiannya, yang saya lihat ratusan orang rombongan Bonek turun dari mobil yang masuk ke RM.Utama langsung ke barir jalan tiba-tiba berlarian kearah perkampungan. Tak lama terjadi kegaduhan saling lempar,”ujar seorang penumpang yang sedang menunggu Bis menuju Cirebon.

Pantauan MGO dilapangan, tak terima sekelompok orang yang diketahui rombongan Bonek, masyarakat setempat berlarian ke jalan dan balik menyerang rombongan Bonek yang pada ahirnya terjadilah saling lempar batu, baku hantam antara ratusan anggota Bonek dan masyarakat setempat. Terlihat sejumlah anggota Bonek membawa golok, clurit, samurai, dan pisau. Melihat anggota bonek membawa sajam ahirnya masyarakat mundur selangkah sambil mencari benda tumpul panjang kemudian menyerang balik.

20 menit kemudian datanglah Kapolsek Patokbeusi dan anggotanya, salah seorang anggota Polsek buang tembakan keatas yang pada ahirnya rombongan Bonek dan masyarakat membubarkan diri berjaga-jaga dipinggir jalan untuk mengantisipasi adanya serangan menyusul.

Dalam kejadian tersebut diketahui 3 orang anggota Bonek babak belur berdarah dibagian muka dan tangan, yang terkena luka dan anggota Bonek lainnya berlarian kearah Sukamandi. Dua orang masyarakat tangannya terkena sabetan golok dan pisau, sejumlah masyarakat lainnya mengalami luka memar terkena lemparan batu, sejumlah rumah terkena lemparan batu.

Tiga orang korban luka anggota Bonek berhasil diamankan anggota Polsek Patokbeusi kemudian di pulangkan dinaikan ke mobil truk yang didalamnya bermuatan anggota Bonek lainnya.

 

Informasi yang berhasil dihimpun MGO, anggota Bonek melakukan keributan bukan hanya di Patokbeusi tetapi juga melakukan keributan dan terjadi baku hantam dengan masyarakat di pertigaan pasar Ciasem Kecamatan Ciasem.(*).

 
                  

Berita Terbaru

Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...