Awal Tahun 2012 Jalan Pantura Renggut Nyawa Gadis Belia

Jalan Pantura Meminta korban lagiSUBANG (MGO) – Diawal tahun baru 2012 Pantura memakan korban seorang perempuan muda dalam lakalantas tabrakan beruntun, korban tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit, Minggu (01-01-2012) dijalan 3 Desa Gemposari, Patokbeusi, Subang, Jabar.

Korban meninggal Emalia Binti Abidin (20) warga Dusun Babakan RT.04/06 Desa Ciasem Baru, Kecamatan Ciasem,Subang, Jawabarat pengendara motor Yamaha Mio Nopol T4889UM terjatuh kemudian tertabrak mobil light truk Nopol AA1908CB dikemudikan Aziz Rifnaka, kemudian mobil light truk dari belakang diseruduk mobil bis PO.Kramat Jati Nopol B7674XA dikemudikan Eko Riyanto.

Menurut sejumlah saksi mata, kejadian sekira pukul 17.00 WIB, saat itu pengendara motor Mio dari arah Cikampek-Cirebon menghindari jalan berlubang kemudian terjatuh, dari arah yang sama datang mobil truk langsung menyeruduknya yang kemudian mobil truk ditabrak dari belakang oleh mobil bis Kramajati yang melaju cukup kencang. Tak terelakan lagi mobil truk yang diseruduk mobil bis setelah menyeruduk motor Mio terjun bebas ke parit, sementara motor dan pengendaranya terpental, motornya rusak, pengendaranya megap-megap seperti sedang sekarat.

“Saya enggak tahu persis, namun begitu kejadiannya, saat itu juga saya sempat tertegun karena kaget bercampur takut,üjar saksi mata yang enggan menyebutkan namanya.

Masih menurut sejumlah sumber, bahwa korban tewas dalam perjalanan saat dilarikan kerumah sakit atau tepatnya klinik sri bhakti PT.Sang Hyang Seri KR I Sukamandi. Motor Mio rusak berat, mobil bis Kramajati rusak dibagian depan dan mobil light truk  masuk ke dalam parit mengalami kerusakan disejumlah body mobil, ketiga kendaraan diamankan di Mapolsek Ciasem.

Akibat kejadian itu, menyibukan anggota Polsek Patokbeusi dan sejumlah personil Satlantas Mapolres Subang, lalulintas sempat macet, kemudian diberlakukan tutup buka lalulintas saat terjadi evakuasi mobil korban lakalantas.(*).

 

Gagalnya Pamekaran Pantura Terganjal Minimnya Faktor Ekonomi dan Keuangan

ekpos pamekaran di LotusSUBANG (MGO) – Dinilai terganjal faktor kemampuan ekonomi dan keuangan, maka pemisahan diri Pantura dari Kabupaten Subang menemui kegagalan.

Hal tersebut terungkap dalam eksposehasil kajian pamekaran Pantura, dikatakan juru bicara pelaksana tim kajian pemekaran dari PT. Saecon Comunication Bandung, Bambang Sudarya, kata Dia dari hasil kajiannya dinyatakan data sekunder yang dimilikinya, bahwa nilai kemampuan ekonomi dan keuangan daerah Pantura belum memenuhi kriteria kajian.

Dilanjutkan Bambang, Pantura layak dimekarkan apabila hasil kajian menunjukan nilai kemampuan ekonominya menunjukan angka minimal antara 60 hingga 75, dari hasil kajian yang selama ini dikaji bahwa Pantura sebagai calon daerah otonomo kemampuan ekonominya hanya mampu mencapai angka 40. Dan kemampuan keuangannya berada di angka 20.

Berdasarkan PP Nomor 78 tahun 2007 tertuang pada pasal 6 ayat 3 soal pemekaran, dari hasil kajiannya Pantura untuk memisahkan diri dari Kabupaten Subang tidak direkomendasi, dan secara otomatis menutup peluang Pantura untuk memisahkan diri dari Kabupaten Subang. Akan tetapi apabila merujuk pada kebijakan pemerintah pusat terkait moratorium pemekaran daerah hingga tahun 2014 kiranya peluang wilayah Pantura untuk memisahkan diri dari Kabupaten Subang masih ada kesempatan dengan upaya pembenahan hasil kajian.

"Masih ada waktu bagi Pantura untuk melakukan pembenahan apabila hasil kajian dianggap masih kurang dan waktunya sampai dengan tahun 2014 mendatang,”ujar Bambang pada saat membeberkan hasil kajiannya, Senin (19-12-2011 di Hotel Lotus Subang. Seraya ditambahkannya, selain Pantura masih ada daerahnya lainnya akan dimekarkan yang jumlahnya berkisar 132 daerah.

Sementara itu mantan Ketua DPRD Subang periode 2004-2009 juga sebagai Ketua Forum Perintis Pemekaran Kabupaten Subang (FPPKS), Bambang Herdadi, SH. menuding terjadi kebohongan publik apabila hasil penilaian kajian yang menyatakan Pantura tidak memenuhi kriteria pamekaran karena dari potensi yang ada di Pantura mulai dari potensi hasil laut dan luasnya areal pertanian, secara ekonomi masyarakat Pantura jauh lebih siap untuk memisahkan diri dari Kabupaten Subang dari pada daerah lainnya.

"Apabila Pantura dikatakan tidak mampu di bidang ekonomi dan keuangan sangatlah tidak mungkin. Di Pamanukan saja ada 3 Bank swasta, secara ekonomi telah menunjang, sementara saat kajian usai Bank cabangnya belum masuk,"jelas Bambang.
Meskipun kegiatan ekspose hasil kajian pemekaran Pantura yang digelar di Hotel Lotus, Jl. Soeparto, Subang sempat diwarnai aksi protes dan boikot dari sejumlah warga Subang. Juga terjadi aksi pukul meja oleh salah seorang anggota DPRD Subang dengan meneriakan tudingan adanya intervensi politik agenda pamekaran Pantura.

Disaat dilakukan pengembalian lembaran hasil kajian diwarnai aksi pendukung pamekaran agar Ketua FPPKS untuk keluar ruangan dan memboikot agenda ekspose. Boikot pun terjadi, setelah menyampaikan unek-uneknya, Ketua FPPKS diikuti pendukung pamekaran Pantura meninggalkan ruangan kegiatan turut keluar Otong Rosadi, Dewan Penasehat FPPKS.

Namun aksi protes dan boikot tidak berpengaruh proses pemaparan hasil kajian pemekaran Pantura yang telah dikaji di 14 Kecamatan yang bakal masuk menjadi wilayah Kabupaten Pantura. Hingga tuntas tim pengkaji dari PT Saecon Comunication menyampaikan hasil kajiannya dihadapan audience yang hadir dari eksekutif dan legislatif.

Kesempatan diberikan kepada Ketua Komisi A DPRD Subang, Nining W. Suherman menegaskan bahwa Pantura bisa memisahkan diri dari Kabupaten Subang dalam waktu 20 tahun lagi.”Dua puluh tahun lagi Pantura pisah dari Subang baru bisa terwujud,”tandasnya.(*).

 

Srikandi Pantura Sesalkan Camat dan Plt.Bupati

srikandi panturaSUBANG (MGO) – Srikandi Pantura, Hj.Imas Aryumningsih menyesalkan pelayanan pemerintah Kecamatan Legonkulon dan Pemerintah Daerah Subang. Pasalnya kedua pejabat intansi pemerintah tersebut tidak mengindahkan undangan Kades Karangmulya dalam kegiatan ruatan bumi yang dilaksanakan di Desa Karangmulya, Legonkulon,Subang,Jabar.,Selasa (06-12-2011).

“Semestinya camat Legonkulon dan Plt.Bupati Subang bisa hadir pada acara syukuran masyarakat Desa Karangmulya, atau kalau tidak bisa hadir mewakilkan,”ucap wakil Ketua UKM & Koperasi DPD Golkar Jawabarat, Hj.Imas Aryumningsih saat dikonfirmasi Media Gival Online dilokasi kegiatan.

Ketidak hadiran camat dan Plt.Bupati Subang, dilanjutkan Hj.Imas, merupakan kecewaan masyarakat Karangmulya ketika acara dimulai hingga berahir ketidak hadiran camat dan Plt.Bupati Subang yang kata kades jauh-jauh hari telah diundang secara tertulis. Dinilainya ketidak hadiran kedua pejabat hadirnya pejabat Kecamatan dan pejabat pemda Subang atau perwakilannya merupakan salah satu bentuk contoh buruk kedisplinan kinerja pejabat yang tidak mengindahkan undangan masyarakat melalui Kepala Desa Karangmulya hal itu mencerminkan tauladan buruk kepada bawahannya.

“Tapi masyarakat disini jangan berkecil hati hanya karena camat Bupati Subang tidak hadir kan masih ada saya yang akan memperbaiki tatanan pemerintahan Subang kearah yang lebih baik,”jelas Hj.Imas.

Baik perbaikan tatanan kinerja pemerintahan maupun anggaran pembangunan, dibeberkan Hj.Imas, yang dialokasikan pada pembangunan infrastruktur jalan maupun sektor pertanian dan sektor lainnya yang akan mendukung peningkatan ekonomi rakyat. Menurutnya, anggaran pembangunan sebesar 28 persen dari APBD dan hanya 9 persen yang diterapkan pada infrastruktur jalan dan pertanian sangatlah tidak sebanding dengan kebutuhan pembangunan sarana jalan dan sarana pertanian dan infrastruktur lainnya.

“Mana mungkin pembangunan peningkatan infrastruktur jalan dan sektor pertanian akan terkaper apabila anggarannya hanya sebesar 9 persen atau senilai sembilan miliyar rupiah sementara infrastruktur yang rusak sangat banyak,” bebernya.

Maka dari itu, ditambahkan Hj.Imas, dirinya bisa memperbaiki tatanankinerja pemda Subang dan optimalisasi anggaran pembangunan bisa tercapai apabila dirinya menjadi Bupati Subang, untuk mencapainya masyarakat Desa Karangmulya untuk mau mendukungnya pada Pilkada Bupati dan wakil Bupati tahun 2013 mendatang dan terpilih menjadi Bupati.”Kalau pun saya tidak jadi Bupati Subang namun saya masih peduli untuk kemaslahatan masyarakat Subang, sekarang saja saya telah melakukan berbagai upaya untuk kemandirian rakyat Subang,”tambahnya.(*).

 
                  

Berita Terbaru

Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...