Isu Mesum, Diduga Kuat Pejabat Pendidikan Saling Menjatuhkan

      SUBANG (MGO) – Dibalik isu mesum diduga kuat adanya rencana sejumlah pejabat di UPTD Pendidikan Kecamatan Cisem saling menjatuhkan, pasalnya sebelum adanya isu mesum terindikasi ada 4 masalah yang menyelimuti sejumlah pejabat dilingkungan UPTD Pendidikan Kecamatan Ciasem.

      Seperti dari hasil informasi, konfirmasi dan investigasi Reporter MGO terindikasi dibalik isu kejadian perbuatan mesum dua pejabat di UPTD Pendidikan Kecamatan Ciasem, juga sebelumnya ada 4 kejadian yang sempat mecoreng nama baik pendidikan namun belum terekam oleh media sosial.

      Sedangkan persoalan adanya dugaan mesum antara bawahan dan atasan dilingkungan UPTD Pendidikan Kec.Ciasem seperti yang diungkapkan oleh suami korban berinisial KS. dengan gamblang menjelaskan bahwa persoalan perbuatan mesum istrinya juga sebagai Pengawas TK/SD UPTD Pendidkan Kec.Ciasem yang tertangkap tangan olehnya telah berbuat mesum layaknya suami isteri dengan Kepala UPTD Pendidkan Kec.Ciasem berinisial H DS. Dirumahnya pada Senin, 23/2/2015 sekira pukul 12.00 Wib.

      “Saya tidak mengada-ada, bahwa isteri Saya telah berjina dirumah Saya dengan atasannya, dan Saya sebagai saksi mata yang secara langsung menyaksikan perbuatan mereka berdua,”ujar KS sambil mengutarakan kronologisnya yang sempat direkam oleh Reporter MGO.

      Sementara itu Ketua Umum Ormas Gival, Pirdaus BNs. atau yang akrab dipanggil Dauscobra mengomentari seputar kejadian tersebut, bukan bermaksud membela salah satu pihak, akan tetapi apabila benar Kepala UPTD.Pendidikan Kec.Ciasem telah menggagahi istri orang mestinya suaminya langsung melaporkan kejadian itu kepihak kepolisian, akan tetapi kenapa suami korban malah melaporkan kejadian itu kepada istri Kepala UTPD dan kepada Ketua PGRI Ciasem, dan Kepala Dinas Pendidikan Kab.Subang.

      “Ada apa dibalik kejadian tersebut, Saya menduga ini ada hubungannya dengan sejumlah kasus yang diduga dilakukan oleh sejumlah pihak dilingkungan UPTD.Kec.Ciasem yang pada ahirnya saling menjatuhkan,”jelas Dauscobra.

      Empat kejadian itu, dilanjutkan Dauscobra, yang pertama seorang Kepala Sekolah yang terkena aturan Demosi akan tetapi bukanlah mengundurkan diri dari jabatan Kepala Sekolah malah menjabat Kepala Sekolah disekolah lain (SD Muhammadiyah). Yang kedua ada penggantian Kepala Sekolah dengan meninggalkan utang sekolah yang jumlahnya puluhan juta rupiah (katanya sekira Rp.50juta) dan pengganti Kepala Sekolah rela menjabat Kepala SD tersebut meskipun harus membayar piutang sekolah yang jumlahnya puluhan juta rupiah tersebut. Yang ketiga Ketua PGRI dilingkungan UPTD Pendidikan Kec. Ciasem ujug-ujug menjadi Kasubag UPTD Pendidikan Blanakan tanpa mengusulkan atau diusulkan oleh Kepala UPTD, atau karena reward, apa mungkin, katanya sih ada kepentingan oknum BKD untuk dukungan pilih gegeden PGRI. Yang keempat ada Pengawas TK/SD. telah berani menaikan (me-mark up) iuran LKS yang semula hanya Rp.5300/murid dinaikan menjadi Rp.6.000/murid.

      “Nah dari sanalah kemungkinannya adanya isu mesum, kalau benar terjadi kenapa suami korban yang dirugikan tidak melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian, malah melaporkan kepada isteri pelaku, Ketua PGRI, dan kepada Kadisdik. Pertanyaannya? Ada apa dengan sekelompok pejabat pendidikan, Naudzubillah “Guru kecing berdiri, murid kecing berlari”. Dan kemanakan  moto Tut Wuri Handayani. Segeralah Kadisdik dan para pihak bertindak,”jelas Dauscobra.

      Jika penasaran, dipungkas Dauscobra, Investigasilah, cermati dan yakini bahwa apa yang diungkapkannya juga isu, semoga saja isu itu tidak benar, hal itu akan benar ketika sejumlah pihak yang tertera diatas mau mejelaskan secara jujur agar menjadi tauladan para muridnya.

      “Sementara itulah penemuan Saya, anda yang penasaran silahkan konfirmasi kepada sejumlah pihak tersebut, saat ini Saya sedang menyusun laporan guna melaporkan kejadian tersebut kepada Kadisdik, Badan Inspektorat dan Kejaksaan Negeri Subang. Sekalian tanyakan kepada Kepala Sekolah dan Kepala UPTD adanya potongan Rp.2-3juta/bulan untuk apa?, benarkah jasa pembuatan SPJ BOS mencapai Rp.1-2juta/SPJ, ”jelas Dauscobra.(*).

        • Dibaca: 1400 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...