Imigran Gelap Teman Kapolda dan KPK Ancam Warga Subang

      PANTURA (MGO) – Diduga kuat imigran gelap yang mengaku sebagai teman Kapolda dan teman KPK ancam warga Subang, Minggu (23-11-2014) sekira pukul 09.30 wib.

      Yang diduga imigran gelap tersebut bernama Jo Yeonsub berasal dari Soul Korea Selatan mengaku sebagai presiden direktur berkedudukan Permata Ayu Blok D7/No.7 Lippo Karawaci Kelurahan Binong Kabupaten Tanggerang datang ke rumah Harmansyah warga Desa Rancamulya Kec.Patokbeusi Kab.Subang.

      Adapun kedatangan Jo kerumah Harmansyah guna menelusuri kegiatan proses investasi yang belum selesai kepengurusan legal formalnya yang diserahkan kepada anak buahnya bernama Mr.Lie yang saat ini ditangani sendiri oleh Mr.Jo karena Mr.Lie sibuk mengurusi pekerjaan lain.

      Menurut Harmansyah, bahwa kedatangan Jo yang ketiga kalinya Minggu, 23-11-2014  sekira pukul 09.30 wib. ditemani oleh 4 orang warga Cipeundeuy,namun sangat disayangkan Jo bertamu kerumahnya yang pertama, kedua dan ketiga dengan sikap yang sama, yakni ketika bicara dengan nada tinggi, marah-marah yang terkesan tidak bisa menghargai adat ketimuran. Bahkan Jo sempat mengancam dan menekan Harmansyah dengan mengaku sebagai teman Kapolda, teman KPK dan teman Kompas.

      “Mr.Jo setiap kali datang menanyakan anggaran proses perijinan, padahal Saya tidak ada kaitan apa-apa dengan Mr.Jo adapun soal perjanjian kerjasama antara Koperasi dengan Mr.Lie bukan urusan Mr.Jo. Saya juga menyayangkan Mr.Jo berani membentak-bentak istri Saya,”jelas Harmansyah.

      Karena Mr.Jo ngotot dan selalu bicaranya dengan nada tinggi, dilanjutkan Harmansyah, bahkan Mr.Jo selalu marah-marah yang pada ahirnya Harmansyah menghubungi Kepala Desa dan Kapolsek Patokbeusi untuk meminta perlindungan hukum sekaligus melaporkan perilaku Mr.Jo yang telah mengganggu ketentraman dan ketenangan keluarga Harmansyah. Namun karena di Polsek Patokbeusi tidak berwenang menangani orang asing sehingga Harmansyah disarankan untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polres Subang.

      “Saya mengikuti arahan Kapolsek, maka Saya dikawal 2 orang polisi Patokbeusi dan 4 orang pengurus Ormas Gival menuju ke Polres Subang. Kasusnya pun sekarang ditangani oleh pihak Polres Subang,”ucap Harmansyah.

      Sedangkan pengakuan Mr. Jo Yeonsub bahwa kedatangannya kerumah Harmansyah telah direncanakan, bahkan Mr.Jo terang-terangan mengaku untuk mendemo Harmansyah.“Saya datang kesini mendapat kuasa dari Mr.Lei yang sedang sibuk dengan pekerjaan lain,”ujar Mr.Jo.

      Disayangkan sekali bahwa kedatangan Mr.Jo ke Kabupaten Subang tidak dibekali legalitas yang cukup sebagai imigran. Mr.Jo hanya memperlihatkan Kartu Ijin tempat tinggal terbatas yang dikeluarkan oleh Departemen kehakiman Direktorat Jenderal Imigrasi per tanggal04 Juli 2014. Bahkan ketika ditanya teman dekat Kapolda mana dan petugas KPKnya siapa Mr.Jo tidak bisa menjawab dan tidak bisa menunjukan surat kuasa dari Mr.Lie (*).

        • Dibaca: 794 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...