BBWS Citarum Bandung Lemah Dalam Pengawasan Proyek

      SUBANG (MGO) - Sebaiknya pihak Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC) Bandung Jawabarat agar lebih memperketat pengawasan pekerjaan peningkatan/rehabilitasi tanggul dan Normalisasi sungai yang ada di Kab.Subang.

      Hal tersebut diungkapkan oleh sejumlah masyarakat Kab.Subang, terutama yang ada di wilayah Pantura. Dikatakan pihak BBWSC Bandung lemah dalam pengawasan proyek yang sedang maupun yang telah dilaksanakan terbukti dengan hasil prestasi pekerjaan yang buruk. Misalnya proyek 2012-2013 yang ada di Desa Pinangsari Kec.Ciasem prestasi pekerjaannya bisa dikatakan tidak ada bekasnya sedikitpun yakni pekerjaan peningkatan tanggul sekira 1 kilo meter tidak berbekas hasilnya sehingga banjir masih melanda darah tersebut.

      "Paska pekerjaan masyarakat disini dirugikan karena tanggul habis tersapu air sehingga rumah warga berada dipinggir tanggul tidak lebih dari 50 centi meter,"ujar tokoh masyarakat setempat, Calim.

      Pun terjadi di Desa muara, dimana peningkatan tanggul kualitasnya jelek terbukti ketika air sungai muara meluap masih banyak tanggul yang bocor, yang disebabkan pada saat penimbunan tanggul menggunakan tanah lembek, pemadatan tidak dengan layer yang cukup mencapai 1 hingga 1,5 meter per layer.
      "Iya pak kami sebagai masyarakat menyesalkan kegiatan tersebut, apabila bapak tidak percaya kami memiliki foto dan video kegiatan tahap 1 dan tahap 2 dalam pekerjaan tersebut,"ujar sejumlah masyarakat.

      Terjadi pula pekerjaan yang cukup buruk pada pemasangan TPT di sungai Tanjungrasa Kidul Kec.Patokbeusi yakni dalam pemasangan TPT dipasang pada tanah lembek sehingga pernah terjadi longsor yang kemudian diperbaiki lagi. Pun dalam pekerjaan Normalisasi yang mana lumpur dari  sungai dikeruk dengan alat berat Beko langsung dipasangkan dibibir tanggul tanpa ada pembersihan rumput yang berdampak longsor kembali pada saat ditimpa hujan.
      "Benar sekali hal tersebut terjadi, buruknya pekerjaan mengakibatkan buruknya prestasi pekerjaan dan buang-buang duit saja,"ujar A.Junaedi.

      Terjadi pula pekerjaan peningkatan tanggul di sungai Pusakanagara kejadiannya sama yakni penimbunan tanggul dengan tanah lembek, layer terlalu tinggi sehingga pemadatan tidak maksimal yang mengakibatkan tanggul yang telah dikerjaan longsor lagi."Coba lihat pa belum juga sebulan tanggul longsor lagi,"ujar warga setempat.

      Ditegaskan Ketua Umum Ormas Gival, Pirdaus B.Ns. seluruh ungkapan diatas terjadi pada tahun 2012-2013 dan benar adanya pun hasil investigasi organisasinya pun menemukan hal yang sama, di sungai Cilamaya berlokasi Pinangsari badan tanggul sama sekali tidak ada terhempas air bah. Penilaiannya bahwa pekerjaan tanggul tidak dengan pembersihan lapangan yang baik, penimbunan tanggul dengan tanah lembek berasal dari dalam sungai, terkesan pemadatan tidak ada.
      "Kalau benar ada penimbunan dan pemadatan yang cukup Saya yakin ada sisa-sisa pekerjaan, sedangkan kondisi yang ada sama sekali tidak ada sisa tanah penimbunan,"jelas Pirdaus yang akrab dipanggil Dauscobra.

      Termasuk pula pekerjaan peningkatan tanggul di Muara Kec.Blanakan, pemasangan TPT, normalisasi di Tanjungrasa dan Barugbug prestasi pekerjaannya buruk akibat lumpur ditimbunkan ke bibir tanggul yang masih berumput. Pekerjaan peningkatan tanggul di sungai Pusakanagara pun menggunakan tanah lembek, layernya terlalu tebal berakibat pada prestasi pekerjaannya buruk. Pemasangan TPT di Kecamatan Pamanukan dan Legonkulon pun sangat buruk dan lepas dari pengawasan pihak BBWSC Bandung.

      "Akibat dari sejumlah pekerjaan tersebut diyakini pengawas dan konsultan tutup mata tutup telingan, karena kalau mereka melek mestinya tahu pekerjaan yang buruk dan yang baik. Saya harapkan pihak BBWSC Bandung segera tegur pekerja dilapangan termasuk pekerjaan yang saat ini sedang berlangsung,"ujar Pirdaus.(*).

        • Dibaca: 876 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...