Pasca Banjir Masyarakat Pantura Bangun Jembatan

      PANTURA (MGO) -  Pasca banjir masyarakat Dusun Pacinan dan Lebak Sari Desa Pamanukan secara bergotong royong memperbaiki jembatan yang rusak akibat terbawa arus sungai yang berlebihan, alias banjir, Sabtu (1-2-2014). Sedangkan anggaran biaya untuk membangun jembatan menggunakan material seadanya dari hasil sumbangsih dari warga stempat alias swadaya masyarakat.

      Kegiatan tersebut dikerjakan oleh masyarakat Dusun Pacinan RT.02/03 dan masyarakat Dusun Lebaksari RT.03 dan RT.04 dan di prakarsai oleh pemerintah setempat, tokoh dan pengurus DKM Nurul Iman Lebaksari. Untuk membangun jembatan sementara tersebut menggunakan material seadanya dari hasil swadaya masyarakat dari hasil sumbangsih dari warga kedua Dusun tersebut.

      Menurut tokoh masyarakat Dusun Pacinan H.Tata mengatakan bahwa kegiatan trersebut sifatnya sementara untuk alat transportasi penyeberangan antara Dusun Pacinan dan Lebaksari. masyarakat berharap selanjutnya agar dibangun secara permanen oleh pemerintah.

      "Jembatan ini di bangun dengan cara gotong-royong dan bahan-bahan pun Kami meminta secara sukarela kepada masyarakat sekitar. Mudah- mudahan saja kedepannya pemerintah segera untuk membangun kembali jembatan ini dengan permanen sehingga dapat di gunakan semestinya oleh pengguna jembatan,"ujar H.Tata. sambil menambahkan dan bahkan jembatan tersebut sebagai fasilitas transportasi penyeberangan untuk masyarakat dari luar daerah, bahkan jembatan tersebut bisa dijadikan alat transportasi apabila jalan di depan pertokoan Jogja mengalami kemacetan atau di saat ada acara-acara besar baik yang di selenggarakan oleh pemkab Subang maupun pemerintahan Desa."ujar H.Tata.

      Menginggat jembatan ini sangat besar manfaatnya, dilanjutkan tokoh lain bernama Dadang, maka dengan sesederhana mungkin jembatan tersebut segera dibangun dengan bahan ini menggunakan balok yang berukuran 6x12, 8x12, sebanyak 20 batang, gombong dengan panjang sekitar 3 meter sebanyak 20 batang, kawat antena 2 roll, bambu kecil secukupnya dengan panjang jembatan 25 meter, lebar 1,5 meter. "Kami berharap sih, balok dan bambu tersebut nantinya bisa diganti dengan bahan yang permanen oleh pemerintah Subang,"harap Dadang.(*).

        • Dibaca: 660 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...