Dampak Hujan, Banjir Merambah Kelokasi Jauh Dari Pesisir

      PANTURA (MGO) - Hujan turun dibarengi angin sejak Kamis malam - Minggu (16-22 Januari 2014) yang mengguyur wilayah Pantura Subang banjir merambah ke tempat yang jauh dari wilayah pesisir, ketinggian banjir mulai dari setinggi 50 centi meter sampai dengan setinggi 1 meter, bahkan diwilayah pesisir Pantura telah siaga 1 (satu).

      Hasil Investigasi dan informasi masyarakat banjir yang cukup tinggi berakibat terendamnya sejumlah rumah, perempangan, sawah, tempat ibadah, sekolah, jalan desa sarana umum lainnya, bahkan jalan raya Pantura pun tidak luput dari ancaman banjir, tidak luput pula sejumlah jembatan pun terendam hingga 50 centi meter.

      Banjir berdampak terganggunya aktifitas masyarakat, kerugian materi bagi pemilik perempangan, sawah, tempat usaha, lalulintas dan bahkan masyarakat di pedesaan tidak berani menyeberangi jembatan karena jembatan terendam dan tidak ada pembatasnya.Banjir pun tidak saja terjadi di Pantura, kota Subang pun tidak luput dari banjir.

      Seperti dijelaskan sejumlah Kades yang ada di Kecamatan Patokbeusi, bahwa banjir yang merambah ke daerahnya selain akibat meluapnya air sungai Cijengkol juga akibat saluran pembuangan tidak terawat yang saat ini telah dipenuhi dengan pepohonan sehingga saluran tersebut menyempit. Selain saluran menyempit juga akibat terbendungnya air di pintu Cijengkol menambah parahnya banjir.

      Seperti dilaporkan Wakadiv. Investigasi dan Data Ormas Gival, Ajum Junaedi, sesuai hasil laporan pemerintah Desa Rancajaya bahwa pada malam Minggu sekira pukul 23.00 Wib. sekira 300 hektar tanaman padi di sawah terendam berada di Blok Baruan jalan 4 s/d jalan 9, di Blok Rawa Buwer Rancajaya di RW.01 dan RW.02 sebanyak 35 rumah terendam air sekira 50 centimeter berada di RT.01, 03, 04, dan di RT.07 Dusun Buwer Desa Rancajaya Kec.Patokbeusi. "Dari sebanyak 35 rumah yang terendam air terparah, yakni diatas 50 centimeter sebanyak 11 rumah, tahun ini banjir lebih parah dari tahun lalu,"ujar Ketua RW. Anim.

      Terjadi pula di wilayah Kecamatan Blanakan akibat hujan yang terus menerus ditambah dengan air laut pasang mengakibatkan banjir di Desa Blanakan, Langgensari, Muara dan Desa Tanjungtiga cukup memprihatinkan. meskipun tidak menelan korban, namun mengorbankan tanaman sawah, perempangan, rumah penduduk, sarana ibadah, sekolah dan fasilitas lainnya.

      Sebagian Desa Anggarandu Kecamatan Sukasari terendam banjir cukup tinggi, bahkan ada sejumlah masyarakat mengungsi ke tempat yang lebih tinggi, bahkan ada yang mengungsi ke tempat orang tuanya di Tegal Kalapa Subang. Sementara berada di rumah orang tuanya jalan Tegal Kalapa Subang macet karena dipadati kendaraan yang akan menuju Jakarta diduga kendaraan dari Pantura dialihkan ke jalan Pamanukan-Subang."Iya pak kendaraan yang akan menuju Cikampek dialihkan ke jalan Pamanukan karena akibat hujan terus menerus jalan Pantura terendam air mengakibatkan jalan rusak parah, dan berdampak pada lalulintas atersendak bahkan ada yang kecelakaan,"jelas sejumlah pengguna jalan.  

      Ketua Umum Ormas Gival, Pirdaus B.Ns.memprediksi terjadinya banjir bukan saja meluapnya air sungai yang berbarengan dengan meluapnya air laut, akan tetapi pula banjir yang terjadi diakibatkan saluran air sungai, hususnya saluran air sungai pembuangan tidak terawat sehingga saluran air mengecil, banyaknya pepohonan berada di bibir sungai. Adapun normalisasi yang selama ini telah dilaksanakan terkesan tidak dilaksanakan dengan baik sehingga saluran air tetap saja menyempit terkesan pekerjaan normalisasi asal dilaksanakan saja tanpa ada pengawasan yang baik.

      "Kami harapkan pemerintah Kabupaten Subang, pemprov.Jabar, BBWSC dan para pihak yang terkait dengan optimalisasi saluran pembuangan agar serius, tepat sasaran dalam menempatkan normalisasi dan super ketat ketika ada kontraktor yang melaksanakan proyeknya, tidak sedikit lho kontraktor asal kerja dan tidak mempertimbangkan optimalisasi pekerjaan sesuai bestek,"jelas Pirdaus B.Ns.(*).

        • Dibaca: 732 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...