Dua Perempuan Menderita Filariasis, 200 Kader Ikuti Antisipasi Pencegahan

      PANTURA (MGO) - Sekira 200 kader kesehatan Posyandu se Kecamatan Pabuaran mengikuti sosialisasi kesehatan pencegahan filariasis atau penyakit gajah, Selasa pagi (22-10-2013) di Puskesamas Pabuaran, Subang, Jawabarat. Sementara penderita Filariasis keduanya seorang perempuan.

      Kepala Puskesmas Pabuaran, Jajang Abdul holik, S.Kep. Ners,M.Kes mengatakan bahwa Sosialisasi tersebut dilaksanakan dalam rangka kegiatan POMP (Pemberian Obat massal Pencegah) filariasis kepada masyarakat yang akan dilaksanakan pada tanggal 19-21 November 2013 mendatang. Adapun peserta sosialisasi dan penyuluhan didikuti 212 kader posyandu se-kecamatan Pabuaran.

      "Sesuai komitmen internasional, setiap kota/kabupaten wajib menerapkan strategi World Health Organization (WHO) untuk mengeliminasi filariasis dengan pemberian obat massal pencegahan (POMP), sekali setahun selama lima tahun berturut-turut "kata Jajang kepada MGO,Selasa (22/10-2013).

      Dijelaskan pula oleh Jajang, bahwa para kader posyandu ini sebagai kader yang bertugas dilapangan dilatih dan diberikan wawasan tentang POMP agar bisa mensosialisasikan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai penyakit filariasis atau kaki gajah." Penyakit ini merupakan penyakit menahun yang disebabkan oleh cacing microfilaria dan ditularkan oleh nyamuk,"jelasnya. sambil menambahkan masyarakat  harus mengetahui bahwa penyakit filariasis atau kaki gajah ini menimbulkan cacat, stigma sosial, dan hambatan psikologi.Dan juga mengakibatkan kerugian ekonomi karena menurunnya kualitas sumber daya manusia (SDM

      Jajang memaparkan para kader desa yang hadir ini, kedepannya juga bisa memberikan contoh kepada masyarakatnya,,untuk membimbing dan mengajak masyarakatnya melalui posyandu agar mau mengkonsumsi obat pencegah filariasis(kaki gajah), karena selama ini masih banyak warga yang menganggap sepele tindakan preventif ini.
      "Masyarakat jangan sungkan untuk mengkonsumsi obat yang diberikan oleh pihak kesehatan untuk mencegah penyakit kaki gajah, jadi lebih baik mengkonsumsi dari pada tidak sama sekali dan hal ini sesuai dengan semboyan, lebih baik mencegah dari pada mengobati,"paparnya.

      Ditambahkan Jajang untuk melakukan tindakan pencegahan diperlukan waktu lima tahun berturut-turut mengkonsumsi obat anti kaki gajah dan dalam setahun hanya satu kali."Perlu diingat, kalau sudah terjangkit infeksi,,sulit untuk diobati,,filariasis ini bisa menyerang semua golongan umur, tidak peduli tua , anak-anak dan orang muda pun bisa terinfeksi. Manakala sudah terjangkit itu, maka mau tidak mau harus dilakukan amputasi pada bagian yang diserang bukan hanya menyerang bagian terbuka saja, alat kelamin pun bisa pula terserang penyakit ini,"tambah jajang.

      Dipungkas Jajang menurutnya dan mengingatkan sudah cukup orang-orang tua terdahulu yang tertular penyakit filariasis, sedangkan regenerasinya harus terbebas dari penyakit yang dianggap kutukan tersebut."saat ini di kecamatan Pabuaran beru terdapat dua kasus penderita filariasis, keduanya merupakan perempuan yakni warga desa kadawung dan Pabuaran,"pungkasnya.(*).

        • Dibaca: 790 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...