Digaji Rp.25 Ribu Per Hari Buruh PT.SHS Mengadu Kepada Ormas Gival

      PANTURA (MGO) - Puluhan buruh harian lepas PT.Sang Hyang Seri KR.1 Sukamandi mengadu kepada pengurus Ormas Gival, Sabtu (25-05-2013) dalam tatap muka meminjam gedung kantor Desa Ciasemgirang, Ciasem, Subang.

      Dalam kegiatan tatap muka puluhan buruh harian lepas PT.Sang Hyang Seri (Persero) Kantor Regional (PT.SHS.KR.1) Sukamandi, dihadiri Ketua Karang Taruna Desa Ciasemgirang, dan turut hadir pula Kepala Desa Ciasemgirang.

      Ketua Karang Taruna Desa Ciasemgirang, Ruhita Wijaya yang akrab dipanggil Oyok meminta agar pengurus Ormas Gival untuk memperjuangkan nasib buruh harian lepas PT.SHS.KR.1 Sukamandi agar bisa menerima upah yang layak dan sesuai dengan UMK Subang."Kalau sekarang kan tidak layak, buruh hanya dibayar 25 ribu per hari, masya Allah,"ujar Oyok.

      Kepala Desa Ciasemgirang, Tarsa yang sempat berkomentar atas permintaan buruh harian lepas PT.SHS, yang juga masih warganya, Tarsa berharap agar warganya bisa melakukan tuntutan haknya kepada PT.Sang Hyang Seri harus di imbangi dengan kewajibannya. Kalau percaya meminta bantuan Ormas Gival sudah semestinya untuk menuruti arahan pengurus Ormas Gival yang selama ini selalu mengedepankan tupoksinya selaras dengan aturan dan perundang-uindangan.

      Dalam tatap muka terkuak, bahwa para buruh harian mau menerima upah sebesar Rp.25 ribu/hari karena keterpaksaan yang mana oknum Sanghyang Seri ketika mempekerjakannya selalu adu tawar dan meminta kebijakan pekerja agar upah diturunkan nilainya. Yakni para buruh bekerja dalam waktu 7 hari (seminggu_red) namun yang dibayar waktu kerja 4 hari, yang 3 hari kerja dianggap membantu.

      "Bener sih, Saya diberi upah 43.750 per hari untuk 4 hari kerja, yang 3 hari kerja tidak dihitung, soal yang 25 ribu per hari terpaksa diterima, karena kami butuh, jadi begini pak, Rp.43.750 dikali 4 hari dibagi 7 hari,"ujar para buruh serentak.

      Dibayar Rp.25 ribu/hari, dilanjutkan salah seorang buruh yang takut menyebutkan namanya, terjadi sejak tahun 2012, dan sejak bulan April 2013 pembayaran upah selalu telat, bahkan saat ini telah 3 minggu, yakni sejak bekerja di bulan Mei sampai sekarang (Sabtu, 25-5-2013)  para buruh belum menerima pembayaran."Dibayar murah, diutang lagi,"teriaknya.

      Pengurus Ormas Gival ketika diminta bantu oleh para buruh, Sekretaris Jendral Ormas Gival, Harmansyah, SH. langsung bersuara, meskipun tidak dibayar Ormas Gival telah siap untuk memperjuangkan hak-hak rakyat (buruh_red). Akan tetapi dikembalikan lagi kepada para buruh, jika para buruh merasa teraniaya Ormas Gival siap untuk membantu mencari solusi.

      "Saya perlu meyakinkan dulu para buruh, kalau mau berani komplain ya komplain, namun kalau tidak berani terima saja apa yang diperoleh dari Sang Hyang Seri, yang jelas kami siap untuk memperjuangkan nasih para buruh,"ucap Harmansyah.

      Jika para buruh berani, ditambahkan Harmansyah, para buruh sekira pada awal bulan Juli bergabunglah dengan 150 petani SHS yang akan turut aksi demo dengan Ormas Gival ke Jakarta, agar tidak ragu nantinya para pengadu (buruh dan petani_red) sebelum aksi berkumpul dulu di Jakarta dikantor pengacara Ormas Gival untuk mengisi Biodata dan surat kuasa.

      "Kemungkinan kita akan dua hari melakukan aksi, yang pertama mengisi biodata, dan yang kedua aksi di Jakarta ke PT.SHS, Menteri BUMN, Presiden dan ke gedung DPR RI,"tambahnya.(*).

        • Dibaca: 1043 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...